:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali mengatakan pemerintah akan melakukan rapat isbat terkait awal bulan puasa. Suryadharma mengakui, perbedaan dalam penentuan puasa, kemungkinan bisa saja terjadi.

“Isbat mungkin tanggal 19 Juli 2012,” ujar Suryadharma di Jakarta, Sabtu, (7/7/2012). Suryadharma mengatakan, awal bulan puasa maupun Hari Raya Idul Fitri bisa saja mengalami perbedaan. Hal itu tidak bisa dipungkiri dan akan dimaklumi oleh pemerintah.

“Potensi perbedaan tetap ada, karena ketika diadakan pertemuan dengan ormas-ormas Islam kemudian ulama falaq serta ilmuan astronomi, itu tidak mencapai kesepakatan atau penyatuan kriteria,” ujarnya.

Pria yang kerap disapa SDA ini mengatakan, perbedaan ini pangkalnya adalah adanya perbedaan kriteria dalam melihat bulan. Yaitu, pada posisi berapa derajat itu yang berbeda-beda. Selama melihat dalam posisi berbeda, maka hasilnya akan berbeda. “Potensi perbedaan awal Ramadhan maupun Idul Fitri itu pasti ada potensinya, namun kita belum tahu, ini potensi nanti baru bisa diketahui setelah diambil keputusan melalui isbat,” terangnya.

Dia menjelaskan, pangkal dalam perbedaan itu kriteria bulan itu bisa dilihat. “Jadi ada beberapa kriteria di antaranya 6 derajat itu ideal, 4 derajat sudah bagus dan 2 derajat itu agak susah. Tetapi ada satu 0,1 derajat,” kata dia.

Dia memahami adanya perbedaan pendapat sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan awal puasa atau Idul Fitri. “Tetapi kalau ada keputusan berbeda maka berikanlah mandat melalui proses isbat itu, seharusnya yang berbeda itu bisa bersatu juga dengan pemerintah. Jadi, kalau bulan ramadhan dan syawal itu ada perbedaan harap dimaklumi,” tuturnya.

SDA melanjutkan, tidak sepatutnya perbedaan diributkan tetapi harus bersama-sama bersatu dan bijak dalam menentukan sikap. “Saya malu kok umat Islam tidak bisa bersatu menentukan awal bulan. Memang mungkin aneh, kok umat Islam melihat awal bulan saja masih saja ribut, padahal Amerika sudah menginjak bulan, tapi kita masih saja meributkan melihat bulan.”

“Karena, ini dampaknya berbagai macam, politik, ekonomi maupun dampaknya di dapur. Karena di dapur itu dampaknya seperti kemarin syawal itu terhangat, semua yang sudah tersedia lalu dihangati kembali,” imbuhnya kembali. [mvi]

 

http://m.inilah.com/read/detail/1880140/menag-ada-potensi-perbedaan-awal-puasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: