:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

Saat bulan puasa dan menjelang lebaran, biasanya kebutuhan belanja keluarga cenderung meningkat. Jika tidak hati-hati mengatur pengeluaran, kas keluarga bisa jebol.

 

Ketika puasa, misalnya, menu makanan yang tak biasa dihidangkan di luar bulan puasa muncul. Begitu pula menjelang lebaran, para ibu akan mulai berbelanja kebutuhan yang tidak biasa mereka belanjakan saat bulan-bulan lain.

Agar tidak mengoyahkan keuangan keluarga, Perencana Keuangan Ahmad Gozali menganjurkan agar apa saja yang akan dilakukan selama masa-masa itu direncanakan dengan baik. Perencanaan yang baik, paling tidak harus dilakukan dua bulan sebelum hari “H”, untuk menghidari pengeluaran biaya yang tidak perlu.

 

Ada banyak cara menghindari boros saat puasa dan lebaran. Kuncinya, imbuh Gozali, adalah pengendalian diri. Puasa menurutnya, bukan sekadar mengendalikan lapar dan haus, tapi juga nafsu untuk berbelanja. Bagi kaum hawa mungkin ini agak sedikit berat untuk dilakukan. Karena itu, diperlukan strategi khusus untuk mengubah tradisi boros di dua kesempatan tersebut.

 

Langkah utamanya, memisahkan antara kebutuhan rutin hidup sehari-hari dengan kebutuhan tidak rutin saat puasa dan lebaran. Kemungkinan naik atau turunnya biaya saat puasa dan lebaran, harus diantisipasi. Menu harian keluarga juga harus diatur dengan bijak, dan upayakan agar tidak berbelanja saat hari puasa.

 

“Berdasarkan penelitian, keinginan belanja seseorang akan meningkat tinggi ketika ia sedang lapar,” ujar Gozali. Untuk itu sebaiknya biaya kebutuhan puasa dan lebaran dianggarkan sebelum puasa tiba, supaya jumlahnya lekas diketahui dan pengadaan dananya juga dapat dipenuhi sejak dini.

 

Menurut Gozali, banyak manfaat berbelanja sebelum puasa. Di antaranya: irit tenaga, dan harga-harga barang juga tidak setinggi saat puasa atau menjelang lebaran. Di samping itu, ketika menjalankan ibadah puasa, kita akan bisa lebih khusyu’ dan tidak terbebani kepentingan belanja.

 

Jika perhitungan telah ada, pendapatan bulanan, termasuk THR (Tunjangan Hari Raya) yang biasa didapat menjelang lebaran, sementara waktu bisa ditutupi dengan uang tabungan. Namun ketika uang bulanan didapat, harus bijak untuk lekas menggantinya. Karena, tabungan itu bisa digunakan sementara untuk memenuhi pembengkakan biaya kebutuhan sebelum THR diterima.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: