:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

Lailatul qadr berarti malam diturunkannya Alquran, dan juga berarti satu malam pada Ramadan yang lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu, seluruh malaikat turun ke bumi untuk mencatat amal baik hingga terbit fajar. Begitu istimewanya lailatul qadr, membuat Muslimin berlomba-lomba untuk mendapatkannya.
Konon (ilz-red) malam saat lailatul qodar itu Tak ada angin, suara, rasa dingin/panas, mendung dan paginya langit cerah tak ber-awan.
Namun sayangnya, baik Allah SWT atau Rasullullah Muhammad SAW, tidak menjelaskan secara pasti kapan lailatul qadr terjadi. Hanya beberapa petunjuk yang bisa dijadikan acuan untuk mendapatkan lailatul qadr.

“Nabi tidak menerangkan itu karena lailatul qadr merupakan peristiwa mistis, yang di situ setiap orang mengalami pembedaan yang jelas antara yang benar dan salah, sehingga dia akan mengalami transfromasi spiritual. Selain itu supaya ibadah seserang tidak hanya dikultuskan pada satu waktu saja,” kata Nurcholish Madjid dalam bukunya dialog Ramadan bersama Cak Nur.

Beberapa dalil agama yang dapat digunakan untuk menalar datangnya lailatul qadr adalah:

1. Lailatul qadr terdapat pada 10 hari terakhir ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, dan Muslim dari Ibnu Umar, Rasulullah SAW bersabda “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.”

2. Ketika datang lailatul qadr, malaikat turun memenuhi bumi sehingga suasana damai menyelimuti bumi. Selain itu pada malam hari tidak ada angin bertiup, dan tidak ada daun bergoyang.

Ciri-ciri ini dikemukakan oleh beberapa ahli tafsir modern dari surrah Al-Qadr ayat 5. “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.”

3. Yang paling dekat mendapatkan lailatul qadr adalah Muslimin yang menghidupkan 10 malam terakhir Ramadan, dengan pergi ke masjid untuk beri’tikaf. Melakukan perenungan atau introspeksi pada diri sendiri.

“Kalau kita berhasil introspeksi, kita mendapat momentum yang akan mengubah hidup kita,” kata Cak Nur, sapaan Nurcholish.

Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori, dan Muslim dari Aisyah RA, bahwa Rasulullah SAW beri’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dan beliau bersabda: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.”

Berikut ini ciri-ciri orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar tersebut :

1. Dia senantiasa ingin berusaha menjadi yang terbaik di mata Allah maupun kepada manusia.

2. Selalu mengerjakan yang terbaik di mata Allah

3. Dalam melakukan beribadah selalu merasa kurang. Padahal ibadah wajib, seperti salat dan puasa serta ibadah sunah seperti tahajud dan tarawihnya tidak pernah absen.

4. Dia akan selalu merasa tenang, hatinya tentram, dan merasakan sebuah kenikmatan dalam setiap melakukan ibadah.

5. Pada saat malam Lailatul Qadar, dia akan melihat benda dan makhluk di bumi ini menyembah kepada Allah.

6. Seusai bulan Ramadhan, dia akan memperbanyak perbuatan baik dan selalu mencoba untuk tidak melakukan perbuatan yang telah Allah larang.

7. Doa-doanya akan dikabulkan oleh Allah.

8. Dosa-dosannya pasti akan diampuni oleh Allah.

9. Dia akan mendengar salam dari malaikat.

Comments on: "Lailatul qadr:ciri dan peraihnya" (2)

  1. tks ilmunya, sangat berarti bg sy

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: