:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

BUKU PANDUAN

SENI BEL ADIRI TAPAK SUCI


COMPILED FROM DOWNLOADING

BY ILZAMUL WAFIK

TAPAK SUCI UMY yes!

 

 

KEILMUAN SENI BEL ADIRI TAPAK SUCI
SEBUAH TINJAUAN SINGKAT

  Oleh :

M. Barie Irsyad
(Pendekar Besar Tapak Suci)

Berikut ini adalah sebuah tulisan dari Bapak M. Barie Irsjad, Pendekar Besar TAPAK SUCI, yang berisi tinjauan singkat tentang keilmuan Seni Beladiri TAPAK SUCI.Tulisan ini dibuat semasa hidup beliau, dan disampaikan pada acara Sarasehan Tapak Suci, 13 Agustus 1991, di Gedung Bina Manggala TAPAK SUCI, Yogyakarta.

 

l. PENDAHULUAN

Ilmu beladiri telah lama dikenal oleh bangsa Indonesia, bahkan berpuluh – puluh tahun sebelum Indonesia merdeka, nenek moyang kita telah mampu meletakkan dasar – dasar keilmuan beladiri. Sebagai warisan budaya bangsa ilmu beladiri akhirnya berkembang pesat, tidak ketinggalan pula di kampung Kauman, beberapa tahun sebelum kelahiran Tapak Suci, berbagai macam aliran telah pula tumbuh dan berkembang dengan pesat., serta melahirkan generasi – generasi penerus ilmu tersebut.

 

Pada dasarnya, ilmu beladiri  terdiri dari dua macam aliran, yaitu :
1. llmu beladiri  bardasarkan akal sehat (rasional)
2. Ilmu beladiri berdasarkan rasa (emosi)

Akal berfungsi sebagai wadah penghimpun ilmu Allah yang tidak terbatas, bahkan semakin lama semakin dapat dikembangkan. Ilmu adalah penemuan yang tidak diragukan lagi kebenarannya, dan ditemukan melalui proses uji coba. Ilmu beladiri adalah ilmu untuk kesejahteraan dunia dan akhirat yang berdasarkan prinsip -prinsip beladiri, yaitu membela diri sendiri, dan bila mampu juga dapat membela orang lain. Sedangkan rasa (emosi) jika tidak dikendalikan dapat mematikan akal, sehingga kegiatan yang hanya berdasarkan rasa belaka, semata – mata hanya akan mengumbar nafsu dan emosi manusia.

II. PEMAHAMAN BELADIRI TAPAK SUCI
A. KEKUATAN
Manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, suci dan bersih, dosa terjadi setelah seorang manusia dipandang mampu menggunakan akal dan pikirannya ( dewasa ) sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dalam menjalani hidupnya

Manusia mulai mengenal beberapa macam kekuatan, yaitu

  1. kekuatan alam;
  2. kekuatan manusia yang timbul dari dalam diri manusia, dan
  3. kekuatan yang berasal dari Allah yang dapat berbentuk rahmat ataupun mukjizat/karomah yang kesemuanya merupakan sunatullah.

A.1. Kekuatan Alam
Kekuatan yang dikandung oleh sifat fisis alam, dan masing-masing mempunyai kekuatan dan kelemahan. Bumi yang dianggap memiliki kekuatan dahsyat., karena sanggup mengangkat tanah dan batu-batu, menghasilkan grafitasi dan sebagainya, namun dalam ukuran yang seimbang, tenaga bumi kalah kuat dengan tenaga besi, tenaga besi masih kalah dengan tenaga api, adapun tenaga api kalah dengan tenaga air, tenaga air yang dapat mengalahkan tenaga api dan tenaga bumi, masih kalah dengan udara (gas). Udara dapat menimbulkan gelombang, kemudian udara tersebut akan mengatur gerak gelombang itu, tetapi sekuat-kuatnya udara, masih kalah kuat dengan “getaran Listrik”. Pergeseran getaran listrik negatif dengan positif di udara akan menggoncangkan udara.

A.2. Kekuatan Manusia
Kita sebagai umat Islam mempercayai bahwa manusia berasal dari Tanah (sari bumi). Sari bumi yang dimakan oleh manusia, pada proses selanjutnya sari bumi tersebut dialirkan keseluruh tubuh dengan zat besi yang selanjutnya terjadi proses pembakaran, proses pembakaran sangat membutuhkan zat oksigen, selain itu manusia juga membutuhkan air untuk menyambung kelangsungan hidupnya, air tersebut berasal dari minuman, buah-buahan, dan sebagainya. Selain itu semua manusia juga mempunyai kekuatan listrik yang berpusat di Otak atau Syaraf, sehingga lndera dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Dari keterangan tersebut dapat diketahui bahwa pada hakekatnya, dalam diri manusia terdapat semua sumber “kekuatan alam”.

A.3. Kekuatan yang berasal dari Allah
Sernua kekuatan yang ada di burm terutama kekuatan yang dipunyai manusia biasa merupakan kekuatan yang berasal dari Allah 5WT, yaitu dalam bentuk rahmat dan karunia Nya. Kita cukup berbahagia dikarunia tubuh yang lengkap dengan fungsinya masing -masing. Fungsi masing – masing organ tubuh yang dapat digunakan dengan tepat, panca indira serta kemampuan manusia untuk berihtiar mencari keselamatan dunia dan akhirat merupakan kekuatan yang berasal dari Allah SWT dan tiada ternilai.

B. ILMU BELADIRI TAPAK SUCI
Ilmu beladiri Tapak Suci mempunyai ciri khas tersendiri dibandingkan dengan Perguruan Pencak Silat yang lain, Tapak Suci merupakan Pencak Silat murni tradisional, karena menghimpun berbagai ilmu pencak silat, dan mengungkapkan ilmu-ilmu tersebut. Ilmu beladiri Tapak Suci termasuk aliran Rasional, yang memanfaatkan kemampuan akal, dengan memfungsikan kegunaan fisik beserta perangkatnya yang ada dalam tubuh manusia, sehingga dapat berfungsi secara tepat antara organ yang ada kaitannya satu dengan lainnya, serta saling isi mengisi, pada saat dibutuhkan.

Karena terbatasnya kemampuan akal, maka akal harus diisi dengan ilmu yang serba menyelamatkan manusia, dengan tidak mengabaikan peranan wahyu Allah, namun berusaha melaksanakan pesan pengarahan Allah.

Dalam dunia persilatan ada dua macarn “tenaga” yang digunakan untuk membela dirinya dari ancaman makhluk lain, yaitu; l) Tenaga luar, dan 2) Tenaga dalam (dulu lebih dikenal dengan sebutan tenaga cadangan).

l) Tenaga luar
Pengertian tenaga luar menurut masyarakat pada umumnya adalah gerakan yang dilakukan oleh gerakan tubuh, namun menurut pengertian beladiri adalah tenaga yang dikomando oleh akal.

2) Tenaga Dalam
Menurut pengertian masyarakat pada umumnya, tenaga dalam adalah kekuatan terpadu antara jasmani dengan kesadaran yang berhubungan dengan konsentrasi. Kekuatan Tenaga Dalam di Tapak Suci adalah perpaduan antara kekuatan fisik dengan kesadaran (konsentrasi), serba organis, tahu manfaat ketika menggunakannya, sadar fikiran serta inderanya, dan dilatih secara kontinyu.

Ilmu yang dituangkan dalam Tapak Suci berdasarkan pada kecepatan dan ketepatan, sehingga di Perguruan Tapak Suci tidak diajarkan mantera-mantera, lelaku, puasa khusus untuk mencapai ilmu tertentu dan sebagainya, tapi semua ilmu yang diajarkan selama ini adalah ilmu yang berdasarkan pada rasio. Adapun tinggi rendahnya kemampuan siswa maupun anggota Tapak Suci berdasarkan pada ketekunan individu tersebut.

C. PENUTUP
Dasar keilmuan Tapak Suci sudah jelas adanya, yaitu tidak akan lepas dari sifat manusia sebagai kalifatullah di bumi, serta yang tidak pernah lepas dari Al-Qur’an dan Sunah Rasul. Dengan kenyataan tersebut sumber keilmuan Tapak Suci lebih dititik beratkan kepada pengertian manusia sebagaimana pengertian yang dikandung Al-Qur’an serta tanggung jawabnya sebagai hamba Nya untuk selalu beramar ma’ruf dan bernahi mungkar, serta menjauhkan dirinya dari perbuatan syirik yang tercela. Dan pada hakekatnya beladiri Tapak Suci adalah beladiri yang didasari pada penggunaan kecepatan, ketangkasan, Rasio, Iman serta Ketakwaan.

(Disampaikan pada acara Sarasehan Tapak Suci, 13 Agustus 1991, di Gedung Bina Manggala – Yogyakarta)

Lihat: http://pptapaksuci.org/ketapaksucian/108-keilmuan-seni-beladiri-tapak-suci-sebuah-tinjauan-singkat.html

 

Sejarah Tapak Suci

Lihat : http://tapaksucikotadepok.blogspot.com/2010/08/sejarah_20.html

Pra Sejarah Tahun 1872, di Banjarnegara lahir seorang putera dari KH.Syuhada, yang kemudian diberi nama Ibrahim. Ibrahim kecil memiliki karakter yang berani dan tangguh sehingga disegani oleh kawan-kawannya. Ibrahim belajar pencak dan kelak menginjak usia remaja telah menunjukkan ketangkasan pencak silat. Setelah menjadi buronan Belanda, Ibrahim berkelana hingga sampai ke Betawi, dan selanjutnya ke Tanah Suci. Sekembalinya dari Tanah Suci, menikah dengan puteri KH.Ali. Ibrahim kemudian mendirikan Pondok Pesantren Binorong di Banjarnegara. Sepulang dari ibadah haji, Ibrahim masih menjadi buronan Belanda, sehingga kemudian berganti nama menjadi KH.Busyro Syuhada.Pondok Pesantren Binorong, berkembang pesat, diantara santri-santrinya antara lain : Achyat adik misan Ibrahim, M. Yasin adik kandung dan Sudirman, yang kelak menjadi Panglima Besar.

Tahun 1921 dalam konferensi Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta, KH. Busyro bertemu pertama kali dengan dua kakak beradik ; A.Dimyati dan M.Wahib. Diawali dengan adu kaweruh antara M.Wahib dengan Achyat (kelak berganti nama menjadi H. Burhan), selanjutnya kedua kakak beradik ini mengangkat KH. Busyro sebagai Guru.

KH. Busyro Syuhada kemudian pindah dan menetap di Yogyakarta sehingga aliran Pencak Silat Banjaran, yang pada awalnya dikembangkan melalui Pondok Pesantren Binorong kemudian dikembangkan di Kauman, Yogyakarta. Atas restu Pendekar Besar KH. Busyro, A. Dimyati dan M.Wahib diizinkan untuk membuka perguruan dan menerima murid. Tahun 1925 dibukalah Perguruan Pencak Silat di Kauman, terkenal dengan mana Cikauman. Perguruan Cikauman, dipimpin langsung oleh Pendekar Besar M. Wahib dan Pendekar Besar A. Dimyati.

Tersebutlah M. Syamsuddin, murid Cikauman yang dinyatakan berhasil dan lulus, diizinkan untuk menerima murid dan mendirikan Perguruan Seranoman. Perguruan Seranoman melahirkan seorang Pendekar Muda M. Zahid yang mempunyai seorang murid andalan bernama Moh. Barrie Irsyad.

Pendekar Moh. Barrie Irsyad, sebagai murid angkatan ke-6 yang telah dinyatakan lulus dalam menjalani penggemblengan oleh Pendekar M. Zahid, M. Syamsuddin, M. Wahib dan A. Dimyati. Kemudian mendirikan Perguruan KASEGU.

Kasegu, merupakan senjata khas yang berlafal Muhammad yang diciptakan oleh Pendekar Moh. Barrie Irsyad.

MELACAK JEJAK SEJARAH

TRADISI PENCAK SILAT sudah berurat-berakar dikalangan masyarakat Indonesia sejak lama. Sebagaimana seni beladiri di negara-negara lain, pencak sitat yang merupakan seni beladiri khas Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yang dikembangkan untuk mewujudkan identitas. Demikian pula bahwa seni beladiri pencak silat di Indonesia juga beragam dan memiliki ciri khas masing-masing.

Tapak Suci sebagai salah satu varian seni beladiri pencak silat juga memiliki ciri khas yang bias menunjukkan identitas yang kuat. Ciri khas tersebut dikembangkan metalui proses panjang dalam akar sejarah yang dilatuinya.

Berawal dari atiran pencak sitat Banjaran di Pesantren Binorong Banjarnegara pada tahun 1872, atiran ini kemudian berkembang menjadi perguruan seni bela diri di Kauman Yogyakarta karena perpindahan guru (pendekarnya), yaitu KH. Busyro Syuhada, akibat gerakan perlawanan bersenjata yang dilakukannya sehingga ia menjadi sasaran penangkapan yang dilakukan rezim colonial Belanda. Di Kauman inilah pendekar KH. Busyro Syuhada mendapatkan murid-murid yang tangguh dan sanggup mewarisi keahliannya dalam seni pencak silat.

Perguruan seni pencak sitat ini didirikan pada tahun 1925 dan diberi nama Perguruan cik auman yang dipimpin langsung oleh Pendekar M.A Wahib dan Pendekar A. Dimyati, yaitu dua orang murid yang tangguh dari KH. Busyro Syuhada. Perguruan ini memiliki  andasan agama dan kebangsaan yang kuat. Perguruan ini menegaskan seluruh pengikutnya untuk bebas dari syirik (menyekutukan Tuhan) dan mengabdikan perguruan untuk perjuangan agama dan bangsa.  Perguruan Cikauman banyak melahirkan pendekar-pendekar muda yang akhirnya mengembangkan cabang perguruan untuk memperluas jangkauan yang lebih luas dengan nama Perguruan Seranoman pada tahun 1930.

Perkembangan kedua perguruan ini semakin hari semakin pesat dengan pertambahan murid yang cukup banyak. Murid-murid dari perguruan ini kemudian banyak menjadi anggota Laskar Angkatan Perang Sabil (APS) untuk melawan penjajah, dan banyak yang gugur dalam perlawanan bersenjata. Lahirnya pendekar-pendekar muda basil didikan perguruanCikaumandan  Seranoman memungkinkan untuk mendirikan perguruan- perguruan baru, yang di antaranya ialah Perguruan Kasegu pada tahun 1951. Atas desakan murid-murid dari Perguruan Kasegu inilah inisiatif untuk menggabungkan semua perguruan sitat yang sealiran dimulai. Pada tahun 1963, desakan itu semakin kuat, namun mendapatkan tentangan dari para ulama Kauman dan para pendekar tua yang merasa terlangkahi. Dengan pendekatan yang intensif dan dengan pertimbangan bahwa harus ada kekuatan fisik yang dimiliki ummat Islam menghadapi kekuatan komunis yang melakukan provokasi terhadap ummat Islam, maka gagasan untuk menyatukan kembali kekuatan-kekuatan perguruan yang terserak ke datam satu kekuatan perguruandimulai.Seluruhperangkat organisasional dipersiapkan, dan akhirnya disepakati untuk menggabungkan kembali kekuatan-kekuatan perguruan yang terserak ke datam satu kekuatan perguruan, yaitu mendirikan Perguruan Tapak Suci pada tanggal 31 Juli 1960 yang merupakan keberlanjutan sejarah dari perguruan-perguruan sebelumnya.

Pada perkembangan selanjutnya, Perguruan Tapak Suci yang berkedudukan di Yogyakarta akhirnya berkembang di Yogyakarta dan daerah- daerah lainnya. Setelah meletusnya pemberontakan  G30 S/PKI, pada tahun 1966 diselenggarakan  Konferensi Nasional I Tapak Suci yang dihadiri oleh  para utusan Perguruan Tapak Suci yang tersebar di  berbagai daerah di Indonesia. Pada saat itulah  berhasil dirumuskan pemantapan organisasi secara  nasional, dan Perguruan Tapak Suci dikem-bangkan  lagi namanya menjadi Gerakan dan Lembaga Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Dan pada Sidang Tanwir Muhammadiyah tahun 1967, Tapak Suci Putera Muhammadiyah ditetapkan menjadi organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah, karena Tapak Suci Putera Muhammadiyah juga mampu dijadikan wadah pengkaderan Muhammadiyah.

 

PRINSIP DASAR ORGANISASI

Tapak Suci Putera Muhammadiyah adalah organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah yang beraqidah Islam, bersumber pada Al-Qur’an dan As-sunnah, berjiwa persaudaraan, dan merupakan perkumputan dan perguruan seni bela diri. Maksud dan tujuan Tapak Suci adatah sebagaiberikut:

1.Mendidik serta membina ketangkasan dan ketrampilan pencak sitat sebagai seni beladiri Indonesia.

2.Memelihara kemurnian pencak sitat sebagai seni beladiri Indonesia yang sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran Islam sebagai budaya bangsa yang luhur dan bermoral.

3.Mendidik dan membina anggota untuk menjadi kader Muhammadiyah.

4.Metalui seni beladiri menggembirakan dan mengamalkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam usaha mempertinggi ketahanan Nasional.

Pencapaian maksud dan tujuan Tapak Suci tersebut dilakukan dengan upaya-upaya berikut:

1. Memperteguh iman, menggembirakan dan memperkuat ibadah serta mempertinggi akhlaq yang mulia sesuai dengan ajaran Islam.

2. Menyelenggarakan pembinaan dan pendidikan untuk melahirkan Kader Muhammadiyah.

3. Menyelenggarakan pembinaan seni Beladiri Indonesia.

4. Mengadakan penggalian dan penelitian limu Seni Beladiri untuk meningkatkan dan mengembangkan kemajuan Seni Beladiri Indonesia.

5.Aktif datam lebaga olahraga dan seni baik yang diadakan oleh Pemerintah maupun swasta yang tidak menyimpang dari maksud dan tujuan Tapak Suci.

6. Menggembirakan penyelenggaraan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar sesuai dengan proporsi seni beladiri.

7. Menyelenggarakan pertandingan dan tomba serta pertemuanuntuk memperluas pengalaman dan persaudaraan.

8. Menyelenggarakan usaha lain yang dapat mewujudkan tercapainya meksud dan tujuan.

 

STRUKTUR ORGANISASI TAPAK SUCI

Susunan organisasi Tapak Suci dibuat secara berjenjang dari tingkat Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, dan Pimpinan Cabang. Pimpinan Pusat Tapak Suci adatah pimpinan tertinggi yang melaksanakan kepemimpinan dan bertanggung jawab keluar dan ke dalam. Pimpinan Wilayah Tapak Suci berkedudukan di ibu kota propinsi/daerah tingkat I, bertindak sebagai Pimpinan Wilayah sekaligus Komisaris Pimpinan Pusat yang melaksanakan koordinasi administrasi dan operasional daerah. Pimpinan Daerah Tapak Suci berkedudukan di setiap kabupaten/kota administrasi sebagai pelaksana administrasi dan bertindak secara operasional. Untuk melancarkan tugas operasional, Pimpinan Daerah dapat  mendirikan cabang Tapak Suci di daerahnya. Pimpinan Pusat juga dapat membentuk Perwakilan Wilayah di luar negeri sebagai pelaksana administrasi dan bertindak secara operasional.

Keanggotaan Tapak Suci terdiri dari siswa, anggota penuh, dan anggota kehormatan. Yang dapat diterima menjadi Siswa Tapak Suci adalah anak-anak, remaja, dewasa putra-putri beragama Islam yang menyetujui anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Tapak Suci serta telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Anggota Penuh Tapak Suci terdiri dari Kader, Pendekar dan Pimpinan Tapak Suci yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan yang diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga. Sedangkan anggota kehormatan Tapak Suci adalah orang yang karena jabatannya, kedudukannya dan atau keahliannya telah diangkat oleh Pimpinan Pusat Tapak Suci dengan surat ketetapan.

 

CARIS-GARIS BESAR PROGRAM TAPAK SUCI

Secara garis besar, program-program yang dilaksanakan oleh Tapak Suci Putera Muhammadiyah ialah sebagai berikut:

1. Bidang Kependekaran dan Keilmuan

a. Mengadakan Diktat Kepemimpinan Pendekar untuk meningkatkan kulaitas, disiplin dan pemahaman nilai-nilai Tapak Suci sebagai Organisasi Kader Muhammadiyah yang sebenar-benarnya dibawah bimbingan Majetis Pendidikan Kader.

b.Membakukan dan membukukan Pendekar  Tapak Suci.

c. Menyusun materi pendidikan dan pelatihan  Tapak Suci

d. Menyusun dan membakukan keilmuan TapakSuci yang Islami dibawah bimbingan Majetis Tarjih, untuk kurikulum pendidikan kader yang

terdiri dari:

– Pencak silat Olahraga Kesehatan;

– Pencak Silat Olahraga Prestasi

– Pencaksilat Seni Prestasi

– Pencak Silat Beladiri

e. Menyusun materi dan pembakuan kurikulum pendidikan AIK.

f.Memasyarakatkan peraturan untuk peraturan  pertandingan Pencak Silat Olah Raga dan  Peraturan Perlombaan Pencak Silat Seni.

 

2. Bidang Pembinaan Organisasi dan Kader

a. Meningkatkan kualitas dan disiplin serta  pemahaman dan penghayatan anggota akan  nilai-nilai Tapak Suci sebagai Organisasi Kader  Muhammadiyah dan meneliti dengan lebih  selektif penerimaan anggota dengan  memperhatikan itikat baik serta kemampuan  memenuhi kewajiban terhadap organisasi berupa amal nyata.

b.  Tertib administrasi keanggotaan Muham madiyah dengan mendaftar kepada PP  Muhammadiyah untuk mendapatkan Kartu  Tanda Anggota Muhammadiyah.

c.  Tertib administrasi keanggotaan Tapak Suci bagi siswa dengan mendaftar kepada Pimpinan  Daerah Tapak Suci untuk mendapatkan kartu  tanda siswa Tapak Suci d.Tertib administrasi bagi Kader dan Pendekar  dengan mendaftar kepada PP Tapak Suci untuk mendapatkan Kartu Tanda Anggota Tapak Suci e.Untuk ketegasan identitas diwajibkan kepada anggta dan pimpinan mencantumkan NBTS dan NBM dalam semua bentuk kegitan administrasi.

f.Mengintensifkan penyelenggaraan pembinaan, pengkajian dan penataran kemuhammadiyahan, ketapaksucian datam usaha membina anggota kemampuan sebagai pemikir dan pelaku gerakan.

g. Meningkatkan fungsi organisasi sebagai factor  pengembangan, dinamika dan kaderisasi yang  mendapat tempat pengembangan yang terarah  dan terencana oleh pimpinan persyarikatan.

h. Meningkatkan hubungan antar organisai  ortonom, meningkatkan hubungan dialogis dan  demokratis antara ortom dengan pimpinan  persyarikatan.

i. Menentukan dan melaksanakan tindakan admisistrasi terhadap anggota yang tidak memenuhi tanggungjawab dan kewajiban, terutama terhadap anggota yang merugikan  nama baik serta perjuangan Tapak Suci.

 

3. Bidang Pembinaan Prestasi

a. Menerapkan hasil pembakuan dalam hal :

-Peraturan pedoman Pencak Silat Olahraga.

-Peraturan oerlombaan Pencak Silat

b. Melaksanakan kejuaraan-kejuaraan antar-Perguruan Tinggi metalui:

–  Kejuaraan Nasional Pencak Silat Olah-ragadan seni Tingkat Dewasa

–  Kejuaraan Nasional Pencak Silat Olah-ragadan Seni unuk Tingkat Remaja.

c. . Melaksanakan Kejuaraan-Kejuaraan antarperguruan Tinggi metalui, kejuaraan PencakSilat Olahraga dan Seni Antar Perguruan Tinggi

d. Menjadikan even-even IPSI untuk mendata danmengukur Prestasi Tapak Suci tingkat Cabang,Daerah, Nasional maupun Internasional.

 

4. Bidang Pengembangan Organisasi

a. Menertibkan pendaftaran utang pimpinan Daerah dan Pimpinan Wilayah Tapak Suci Putera Muhammadiyah dari seluruh Indonesia, dengan ketentuan personit Pimpinan adalah Anggaran Tapak Suci aktif dan Anggaran Muhammadiyah.

b. Memantapkan dan meningkatkan potensi cabang sebagai tempat pembinaan anggota untuk membimbing kehidupan jama’ah dan pelaksanaan dakwah jama’ah dalam lingkungan.

c. Memantapkan dan meningkatkan potensi Daerah sebagai wadah dan pendayagunaan organisasi dalam penyelenggaraan amal usaha Tapak Suci serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan kemampuan anggota datam metaksanakan kewajuban terhadap organisasi.

d.  Berpartisipasi aktif dan ikut mengembangkan alternatif kegiatan bagi mahasiswa di lingkungan kampus terutama dalam upaya pengembangan kader intelektual muslim,  mendudukan keberadaan perguruan Tapak Suci di lingkungan perguruan Tinggi dan Pondok  Pesantren setingkat unit Perguruan Tapak Suci  dengan peraturan khusus. Mendudukkan  perguruan Tapak Suci di Perguruan Tinggi dan  Pondok Pesantren Muhammadiyah sebagai unit  dan keberadaan di bawah kondisi Pimpinan  Wilayah dan operasionalnya di bawah  koordinasi pimpinan Daerah.

e. Untuk mengembangkan perguruan Tapak Suci  Putera Muhammadiyah ke luar negeri secara  aktif dan terencana.

f. Mempublikasikan secara luas keberadaan dan  kegiatan Tapak Suci.

g. Menerbitkan kembali majalah FORUM dalam  Kalender Tapak Suci.

h. Mendirikan Perpustakaan Tapak Suci untuk  menyimpan benda-benda bersejarah, dll.

 

5. Bidang Pembinaan dan Pendidikan

a.Pendidikan dan pelatihan Siswa Tapak Suci dengan mematuhi peraturan pendidikan untuk setiap kali pendidikan dan latihan.

-1 (satu) jam untuk pendidikan Al-Islam dan   ke-Muhammadiyah-an

-2 (dua) jam untuk latihan Pencak Silat

b. Mengoperasiolkan tuntutan Pembinaan dan Pendidikan LKPTS.

c.  Mengoperasionalkan kurikulum Pendidikan Kader Tapak Suci yang terdiri dari,

– Pencak Silat Olahraga Kesehatan Untuk   Kader Muda.

– Pencak Silat Olahraga Prestasi untuk Kader  Madya.

– Pencak Silat Seni untuk Kader Kepala

– Pencak Silat Beladiri untuk Kader Utama.

– Mengoperasionalkan Tuntutan Pembinaan  khusus Al-Islam & Kemuhammadiyahan   untuk Siswa dan Kader.

d. Mengintensifkan Pendidikan&Latihan Tapak Suci

– Sekolah-sekolah Muhammadiyah

– Perguruan Tinggi

– Pondok Pesantren

e. Memberikan kesempatan dan mencari kesempatan untuk menjalin pendidikan dan latihan Tapak Suci untuk:

– Pimpinan Muhammadiyah semua tingkat pimpinan

– Pimpinan tingkat ortom Muhammadiyah semua tingkat Pimpinan

– Pimpinan amal usah Muhammadiyah

 

6. Bidang Penelitian dan Pengkajian

a. Menggalakkan Penelitian dan Pengkajian terhadap kegiatan Oganisasi

b. Mengintensifkanpengkajian  tentang

perkembangan keilmuan pencak sitat Tapak Suci.

c.Menyelenggarakan forum-forum ilmiah secara rutin dengan mengundang para ahti, terutama dari keluarga Muhammadiyah.

d. Menghimpun laporan dari semua tingkat Pimpinan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

 

7. Bidang Pendayaan Sumberdaya

a. Mengintensifkan pengumpulan dana dari,

– luran Siswa

– Infaq anggota

– Administrasi Ujian Siswa dan Anggota

– SWO dari semua tingkat pimpinan

– Dana pembinaan dari persyarikatan

b.Menghimpun dana dari Umat yang berupa,

-Zakat, Infaq.

– Sumbangan yang tidak mengikat

c.Berusaha untuk:

-Membentuk   badan usaha yang  menguntungkan.

-Membentuk koperasi Anggota untuk semua  tingkat pimpinan

-Menyediakan tempatdan mengelola  tempat-tempat pembinaan

– Memupuk kerja sama dalam bidang  pengembangan usaha disemua tingkat.

d. Mendayagunakan keberadaan Anggota Tapak  Suci untuk menunjang kegiatan organisasi.

e. Mendayagunakan Pencak Silat sebagai sarana  dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

 

Pimpinan Pusat

Pimpinan Pusat TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH berkedudukan di Jl. Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Dalam Persyarikatan Muhammadiyah, TAPAK SUCI terdaftar sebagai organisasi otonom yang ke-11.

 

 

 

ARTI LAMBANG
PERGURUAN SENI BELADIRI INDONESIA
TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

Bentuk bulat : Bertekad Bulat
Berdasar biru : Keagungan
Bertepi hitam : Kekal dan abadi melambangkan sifat ALLAH SWT
Bungan Mawar : Keharuman
Warna Merah : Keberanian
Daun Kelopak hijau : Kesempurnaan
Bunga Melati Putih : Kesucian
Jumlah Sebelas : Rukun Islam dan rukun Iman
Tangan Kanan Putih : Keutamaan
Terbuka : Kejujuran
Berjari Rapat : Keeratan
Ibu jari tertekuk : Kerendahan Hati
Sinar Matahari Kuning : Putera Muhammadiyah

Keseluruhan lambang tersimpul dengan nama

“TAPAK SUCI”,

yang mengandung arti:

Bertekad bulat mengagungkan asma ALLAH Subhanahuwata’ala, kekal dan abadi.

Dengan keberanian menyerbakkan keharuman dengan sempurna.

Dengan Kesucian menunaikan Rukun Islam dan Rukun Iman.

Mengutamakan keeratan dan kejujuran dengan rendah hati.

Dan (tambahan) lambang itu berada dalam pancaran sinar matahari, bermakna TAPAK SUCI PUTRA MUHAMADIAH ( TAPAK SUCI adalah ORTOM = Organisasi Otonom Perserikatan Muhammadiyah ).

2. Ikrar Tapak Suci :

IKRAR ANGGOTA
TAPAK SUCI PUTRA MUHAMMADIYAH

Saya anggota TAPAK SUCI PUTRA MUHAMADIAH, berikrar

1. Setia menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata.
2. Mengabdi kepada Allah berbakti kepada bangsa dan Negara serta membela keadilan dan kebenaran.
3. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela.
4. Mencari perdamian dan kasih saying serta menjauhi perselisihan dan permusuhan
5. Patuh dan taat pada peraturan – peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pimpinan

Motto Tapak Suci

 Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah

Tingkatan Tapak Suci

Jenjang Pendidikan Dan Tingkatan Pembina

Jenjang Pendidikan Dan Tingkatan Pembinaan :

1. Jenjang Siswa
a. Siswa Tingkat Dasar (sabuk kuning polos)
b. Siswa Dasar Satu (sabuk kuning, tanda melati coklat satu)
c. Siswa Dasar Dua (sabuk kuning, tanda melati coklat dua)
d. Siswa Dasar Tiga (sabuk kuning, tanda melati coklat tiga)
e. Siswa Dasar Empat (sabuk kuning, tanda melati coklat empat)

2. Jejang Kader
a. Kader Dasar (sabuk biru polos)
b. Kader Muda (sabuk biru,tanda melati merah satu)
c. Kader Madya (sabuk biru, tanda melati merah dua)
d. Kader Kepala (sabuk biru, tanda melati merah tiga)
e. Kader Utama (sabuk biru, tanda melati merah empat)

3. Jenjang Pembinaan Pendekar
a. Pendekar Muda (sabuk hitam, tanda melati merah satu)
b. Pendekar Madya (sabuk hitam, tanda melati merah dua)
c. Pendekar Kepala (sabuk hitam, tanda melati merah tiga)
d. Pendekar Utama (sabuk hitam, tanda melati merah empat)
e. Pendekar Besar (sabuk hitam, tanda melati merah lima)

Senjata Tapak Suci

DIDALAM PERGURUAN SENI BELA DIRI TAPAK SUCI

DIKENAL BEBERAPA SENJATA

SENJATA TAPAK SUCI

SEGU

SEGU (SERBA GUNA) ADALAH SENJATA KHAS TAPAK SUCI YANG DICIPTAKAN OLEH PENDEKAR BESAR M. BARIE IRSJAD

SENJATA TAPAK SUCI

GOLOK MAWAR

GOLOK MAWAR ADALAH MERUPAKAN SENJATA TAPAK SUCI YANG DICIPTAKAN OLEH PENDEKAR BESAR M. BARIE IRSJAD

SENJATA TAPAK SUCI

PEDANG MAWAR

PEDANG MAWAR ADALAH SALAH SATU SENJATA TAPAK SUCI YANG DICIPTAKAN OLEH PENDEKAR BESAR M. BARIE

SENJATA TAPAK SUCI

SENAKER

SENAKER (SENJATA ANDALAN PENDEKAR) ADALAH SENJATA SPESIAL DAN ANDALAN DARI PENDEKAR JOKO SUSENO SENAKER DIKEMBANGKAN DARI SENJATA TAPAK SUCI SEGU OLEH JOKO SUSENO SEBAGAI BAGIAN DARI UJIAN PENDEKAR SIFAT SENAKER ADALAH AGRESIF DENGAN MENGGUNAKAN TEKHNIK TUSUK, TEBAS, SODOK, KAIT,TEBAS DAN CONGKEL

SENJATA TAPAK SUCI

TOMBAK NAGA

TOMBAK NAGA ADALAH SALAH SATU SENJATA TAPAK SUCI YANG DICIPTAKAN OLEH PENDEKAR BESAR M.BARIE IRSJAD

SENJATA TAPAK SUCI

TOYA / TONGKAT

SENJATA TOYA/TONGKAT DIJADIKAN SENJATA DASAR DALAM PERGURUAN TAPAK SUCI KARENA TOYA/TONGKAT SANGAT COCOK UNTUK MENDASARI SETIAP PERMAINAN BENTUK SENJATA DENGAN MENGGUNAKAN TEHNIK PUTARAN,TUSUKAN DAN TEBASAN

SENJATA TAPAK SUCI

SENJATA RANTAI

RANTAI BATANGAN DAN RANTAI BANDHIL

SENJATA RANTAI DIPAKAI UNTUK PERTARUNGAN JARAK JAUH DAN UNTUK MELAWAN BEBERAPA ORANG YANG BERSENJATA, DAN SENJATA RANTAI MEMILIKI TINGKAT KESULITAN TEHNIK YANG CUKUP TINGGI KARENA MEMBUTUHKAN KOORDINASI GERAKAN BADAN YANG SEIMBANG JUGA MEMBUTUHKAN KELENTURAN TUBUH, TIMING YANG TEPAT SERTA MEMBUTUHKAN KEBERANIAN YANG BESAR

 

SENJATA TAPAK SUCI

KATANA

PADA AWAL TAHUN 1960 KATANA MULAI DIPERGUNAKAN DI TAPAK SUCI DENGAN TUJUAN UNTUK MENGIMBANGI MASUKNYA BELADIRI JEPANG KE INDONESIA PENDEKAR BESAR M.BARIE IRSJAD MENDAPATKAN ILMU KATANA INI LANGSUNG DARI SALAH SEORANG PERWIRA JEPANG YANG BERNAMA MAKINO PADA MASA AGRESI JEPANG DI INDONESIA

SENJATA DAERAH

TRISULA

SENJATA TRISULA/SIKU-SIKU/CABANG/TEKPI MULAI DI PERGUNAKAN SEJAK MASA RAJA AIRLANGGA YANG MEMERINTAH DI KERAJAAN KAHURIPAN JAWA TIMUR DAN SENJATA INI DIBERI NAMA TRISULA (TRI=TIGA DAN SULA=TAJAM) JADI SENJATA INI ADALAH SENJATA YANG MEMILIKI TIGA BILAH YANG UJUNGNYA SANGAT TAJAM

SENJATA KHAS DAERAH

KUJANG

SENJATA KUJANG MERUPAKAN SENJATA KHAS DAERAH PASUNDAN

SENJATA KHAS DAERAH

KERIS

SENJATA KERIS MERUPAKAN SENJATA KHAS DAERAH JAWA

SENJATA KHAS DAERAH

RENCONG

SENJATA RENCONG MERUPAKAN SENJATA KHAS DAERAH NANGROE ACEH DARUSSALAM

SENJATA KHAS DAERAH

CELURIT

SENJATA CELURIT MERUPAKAN SENJATA KHAS DARI DAERAH MADURA

Jurus TAPAK SUCI

 

Jurus TAPAK SUCI terbagi ke dalam delapan kelompok jurus yang masing-masing diberi nama dengan nama flora dan fauna. Masing-masing Jurus ini dibedakan sesuai dengan alat penyasar, karakter, dan kekhasan masing-masing. Kedelapan kelompok jurus ini diaplikasikan baik untuk permainan Tangan Kosong maupun Senjata.


 

Delapan Kelompok Jurus TAPAK SUCI:

1. Mawar

2. Katak

3. Naga

4. Ikan Terbang

5. Merpati

6. Lembu

7. Rajawali

8. Harimau

 

TAPAK SUCI menamai jurus-jurus yang diajarkan dengan nama-nama flora dan fauna (dalam hal ini mewakili mahluk Allah SWT), mengandung arti sebagai berikut:

  • Menampilkan warna baru dalam pendidikan dan latihan pencak silat.
  • Nama flora dan fauna lebih memudahkan anggota dalam mengingat gerak.
  • Kalau anggota TAPAK SUCI menggunakan jurus namun keliru dasar kejiwaannya, hal itu dikategorikan sebagai pembelaan diri yang berdasar naluri ‘kebinatangan’, bukan naluri ‘kemanusiaan’.

 

Bagaimana bentuk Jurus TAPAK SUCI?

Jurus TAPAK SUCI bukan merupakan bentuk gerak jurus pencak silat yang luar biasa atau istimewa, melainkan Jurus TAPAK SUCI adalah jurus pembelaan diri yang merupakan satu kesatuan antara gerak dan jiwa yang dilandasi oleh dasar kejiwaan akhlaqul karimah dan kesucian diri dalam mengatasi masalah yang mengancam dirinya dengan tujuan kebahagiaan fiddunya wal akhirat.

 

Sumber:

http://pptapaksuci.org/profil-perguruan-mainmenu-65/arti-lambang-mainmenu-67.html

 

JURUS DASAR DAN TEHNIK PRAKTIS

Posted: June 5, 2008 in JURUS RAGAWI TAPAK SUCI

0

JURUS DASAR DAN TEHNIK PRAKTIS TAPAK SUCI

(Ditulis Ulang Oleh : Muhammad Irfan “Kader Kepala”)

Secara resmi Perguruan Tapak Suci didirikan pada tanggal 10 Rabi’ul Awal 1383 H, yang bertepatan dengan tanggal 31 Juli 1963 M.Tapak Suci sebagai suatu Lembaga Seni Beladiri, pada saat ini sudah berkembang pesat menjadi Perguruan Seni Bela Diri yang berwawasan nasional. Hampir disetiap Propinsi Daerah Tingkat I di seluruh wilayah Indonesia telah berdiri Pengurus-pengurus wilayah Tapak Suci. Bergandengan erat dengan pengurus Wilayah Persyarikatan Muhammadiyah. Bersama itu pula berdiri Pengurus Daerah di tiap-tiap Daerah Tingkat II bergandengan dengan pengurus Daerah Muhammadiyah. Hal ini tidak mengherankan sebab Tapak Suci, selain digemari oleh remaja dan taruna, juga sebagai lembaga yang telah menjelma menjadi salah satu Organisasi Otonom (ORTOM) di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Itulah sebabnya maka Tapak Suci sebagai Lembaga Seni Bela Diri, diberikan predikat sebagai LEMBAGA BELADIRI TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH Pada Konferensi Nasional TAPAK SUCI di Malang Jawa Timur nama PERGURUAN TAPAK SUCI diubah menjadi : TAPAK SUCI, LEMBAGA PERGURUAN SENI BELADIRI PUTERA MUHAMMADIYAH. Selanjutnya pada Muktamar IX di Jakarta nama itu diganti menjadi : PERGURUAN SENI BELADIRI TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH. Pada kesempatan ini akan diperkenalkan beberapa jurus dasar dan teknik praktis yang merupakan materi latihan pada tingkat-tingkat tertentu (Graspuzi).

Jurus Dasar

Jurus dasar adalah tatagerak dasar yang berbentuk lontaran, berlintasan,serta bertumpu pada kecepatan, ketepatan, dan kekuatan. Jurus dasar dikelompokkan atas dasar bagian anggota tubuh yang digunakan sebagai alat penyasar. Bentuk-bentuk jurus dasar dibedakan atas dasar penggunaannya adalah sebagai berikut:

1. Alat penyasar = adalah anggota tubuh yang digunakan untuk menyerang atau menangkis.

2. Lintasan = adalah garis yang dilalui oleh alat penyasar, bisa lurus, lingkar, atau gabungan lurus-lingkar.

3. Arah = adalah letak titik sasaran terhadap titik awal lintasan.

4. Pelaksanaan = adalah cara melontarkan alat penyasar.

5. Teknik kegunaan = gerak yang tepat menuju sasaran.

Pada umumnya, jurus dasar di Tapak Suci mengambil dari nama-nama flora dan fauna. Hal ini dimaksudkan agar mudah untuk dihafal.

 

Bunga Mawar Mekar

Alat penyasar adalah punggung telapak tangan dengan bentuk tangan tiga jari melengkung, telunjuk lurus, ibu jari melengkung renggang. Lintasan lurus dalam keluar bawah.Teknik kegunaan adalah tangkisan

 

Bunga Mawar Layu

Alat penyasar adalah telapak tangan dalam dengan bentuk tangan tiga jari melengkung, telunjuk lurus, ibu jari melengkung renggang. Lintasan lurus dalam ke dalam bawah.Teknik kegunaan adalah tangkisan.

 

Katak Melempar Tubuh

Alat penyasar adalah pangkal jari tengah dan telunjuk pada permukaan tangan mengepal. Lintasan lurus ke tengah.Teknik kegunaan adalah serangan (pukulan).

 

Naga Terbang

Alat penyasar adalah sisi telapak tangan luar bagian dalam, empat jari terbuka rapat, ibu jari ditekuk. Lintasan keluar datar.Teknik kegunaan adalah serangan (pukulan).

 

Tandukan Lembu Jantan

Alat penyasar adalah seluruh permukaan siku. Lintasan lingkar ke dalam datar. Kegunaan adalah serangan (sikutan).

 

Harimau Membuka Jalan

Alat penyasar adalah tumit kaki bagian dalam, kelima jari menekuk ke atas. Lintasan lingkaran ke dalam lurus.Teknik kegunaan adalah serangan (tendangan).

 

Ikan Terbang Menjulang ke Angkasa

Alat penyasar adalah ujung telapak kaki, kelima jari membentuk sudut ke atas. Lintasan lurus ke depan tengah.Teknik kegunaan adalah serangan (tendangan).

 

Ikan Terbang Menggoyang Sirip

Alat penyasar adalah punggung kaki pada kelima jari kaki rapat melengkung ke dalam. Lintasan lingkar ke dalam datar. Teknik kegunaan adalah serangan (tendangan).

 

Tangkai Mawar Tertiup Angin

Adalah salah satu jenis hindaran untuk melepaskan diri tanpa memindah lintasan serangan.

Hindaran setengah badan dengan meliukkan pinggang keluar . Hindaran setengah badan dengan meliukkan pinggang ke dalam.

TEKNIK PRAKTIS

Teknik praktis adalah satu cara untuk mendapatkan rangkuman yang serasi dan benar dari tatagerak kaki dan lontaran jurus dasar, bertumpu pada kecepatan, ketepatan, dan kekuatan. Dalam setiap tingkat diberikan beberapa bentuk praktek dari materi yang telah dikuasai dalam bentuk teknik praktis berpasangan. Pada kesempatan ini ditampilkan teknik praktis yang merupakan materi dasar pendidikan ragawi Tapak Suci tingkat dua, yaitu cara pembelaan serangan untuk menjatuhkan.

 

 

Lawan bersiap melakukan tendangan menggunakan jurus Ikan Terbang Menjulang ke Angkasa

 

 

Anda memutar badan ke kanan sambil menangkap kaki lawan menggunakan jurus Bunga Mawar Menyongsong Matahari. Tangan kiri anda menekan leher lawan ke sebelah kiri luar, sementara tangan kanan masih memegang kaki lawan.

 

Anda memutar badan ke arah kiri menggunakan jurus Terkaman Harimau Lapar.

 

Lawan pun terjatuh dan terkunci.

Sumber : Majalah  DUEL edisi Ke-5, Fbruari 2001

http://sil4t.wordpress.com/2008/06/05/jurus-dasar-dan-tehnik-praktis-2/

MATERI UJIAN KENAIKAN TINGKAT SISWA TAPAK SUCI

Diposkan oleh mas_tsaury Senin, 06 Juli 2009

http://stsaury.blogspot.com/2009/07/materi-ujian-kenaikan-tingkat-siswa.html

A. Keislaman

1. Rasulullah

Rasulullah pembawa risalah Islam, Islam dalam pengertiannya berasal dari Dinul Islam yang berarti agama keselamatan atau agama pembawa kehidupan yang selamat.

Pembawa risalah ini adalah seorang Nabi atau Rasul yang terlahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal tahun Gajah di Kota Mekah pada Zaman Jahiliyah, bernama Nabi Muhammad SAW.

Beliau dilahirkan dari seorang Ibu bernama Siti Aminah dan Bapaknya bernama Abdullah semasa hidupnya beliau diasuh dan dibesarkan oleh kakeknya selama 2 tahun yang bernama Abdul Mutholib beliaupun mempunyai seorang paman bernama Abu Tholib. Rasulullah sejak kecil mendapat gelar Al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Selain itu beliau memiliki sifat-sifat terpuji lainnya, dan yang diantaranya :

Shiddiq : Benar

Amanah : Dapat dipercaya

Fathonah : Cerdas

Penyampai : Penyampai

Ibu Nabi Muhammad pada saat beliau berumur 16 tahun kemudian beliau diasu dan disusui oelh seorang hamba sahaya yang bernama Halimatussa’diyah dan tinggal di pedesaan itu selama 5 tahun. Usia 8 tahun beliau diasuh pemannya sampai dewasa.

Nabi diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun dan menerima wahyu di Gua Hira tepatnya pada 17 Ramadhan yaitu surat Al-‘Alaq, ayat pertama berbunyi Iqro bismirobbikal ladzikholaq yang artinya bacalah atas nama tuhanmu yang menciptakan.

Rasulullah menikah pada usia 25 tahun dengan seorang janda kaya bernama Siti Khodijah dan beliaulah wanita yang mengakui kerasulan NAbi serta masuk islam. Rasululla menjadi haji pada 8 Zulhijjah 10 H (7 Maret 632 M).

Keajaiban atau Mu’jizat Nabi yang paling besar adalah Kitab Suci Al-Quran yang terdiri dari 30 Juz 114 surat 6666 ayat, diturunkan selama kurang lebih 22 tahu 2 bulan 22 hari. Nabi meninggal pada 12 RAbiul Awwal tahun 11 Hijriyah bertepatan dengan 9 Juli 632 M pada usia 63 tahun.

Selain Siti Khodijah wanita pertama yang mengakui kerasulan Nabi dan masuk Islam, ada juga laki-laki dewasa pertama dan anak kecil pertama yang mengakui kerasulan Nabi dan masuk islam yaitu Abu Bakar Assidiq dan Ali bin Abi Thalib.

Al-Quran dishaf dan dibukukan oleh para Shabat Nabi yaitu Utsman bin Affan, yang terdiri dari dua bagian, yaitu yang diturunkan di Mekkah dinamakan Surat Makiyah dan yang diturunkan di Madinah dinamakan surat Madaniyah.

Dalam masa perjuangan dakwahnya, beliau dibantu oleh Shabat-shabatnya yang dikenal sebagai Kholifah, diantaranya :

1. Abu Bakar Assidiq

2. Umar bin Khattab

3. Utsman bin Affan

4. Ali bin Abi Thalib

2. Hukum dan Ketetapan Islam

Dalam islam ada dua hokum yang pasti dan sudah menjadi ketentuan yang di jadikan pedoman hidup yaitu Al-Quran dan As-Sunnah (Al-Hadits), perbedaan keduanya adalah :

@ Al-Quran adalah firman Allah SWT, yang telah baku dan pasti ketetapan tidak dapat dirubah.

@ Al-Hadits adalah sikap dan tingkah laku Nabi yang di jadikan contoh untuk kehidupan umatnya.

Islam menetang keras terhadap sikap yang dilakukan tanpa adanya contoh dan ketentuan yang demikian oleh hokum Allah SWT. Dan Sunnah Nabi Muhammad SAW karena hal yang demikian dinakaman Bid’ah, satu hal lagi yang bertentangan keras dengan islam adalah sikap menyekutukan Allah SWT. Yang disebut dengan kemusyrikan, orang yang berbuat demikian dinamakan orang murtad.

B. Keorganisasian

1. Organisasi Muhammadiyah

Pengertian Muhammadiyah :

@ Secara bahasa, terdiri dari dua kata yaitu Muhammad artinya Nabi Muhammad dan Iyah artinya pengikut. Arti secara keseluruhan menurut bahasa yakni pengikut Nabi Muhammad SAW, yang dalam kehidupannya berpegang pada hokum Allah SWT. Serta mengikuti contoh Rasulullah (Al-Hadits).

@ Menurut Istilah, Muhammadiyah adalah suatu badan persyarikatan yang berasaskan islam bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah.

Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada 8 Zulhijjah 1330 H bertepatan dengan 18 Nopember 1912 M, oleh seorang tokoh islam bernama KH. Ahmad Dahlan.

Maksud dan tujuan Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, menegakan dan menjunjung tinggi agama islam sehingga masyarakat utama yang adil dan makmure diridhoi Allah SWT.

Dalam pergerakannya, Muhammadiyah dibantu oelh lembaga-lembaga yang disebut Majelis, diantaranya :

1. Majelis Tabligh, yang bergerak dibidang Dakwah Islam melalui berbagai metode, dan alat sarana termasuk pelayanan lain yang menyangkut masalah-masalah Dakwah.

2. Majelis Pendidikan dan Kebudayaan, amal usahanya pembaharuan serta memperluas ilmu pengetahuan, tekhnologi, dan penelitian menurut tuntunan islam.

3. Majelis Tarjih, bertugas mempergiat dan memperdalam penyelidikan ilmu agama islam untuk mendapatkan kemurnian dan kebenarannya.

4. Majelis Pustaka, menumbuhkan dan melayani kesadaran tentang kepentingan bidang pustaka dan pengembangan ilmu-ilmu islam dan ilmu pengetahuan sebagai usaha untuk mencerdaskan bangsa yang menjadi objek dakwah islamiyah serta sasaran pembinaan warga menuju yang ingin dicapai.

5. Majelis Wakaf dan Kerharta Bendaan, melayani pergerakan dan memelihara perwakafan umat islam serta benda-benda wakaf agar dapat diambil manfaatnya untuk kepentingan umat.

6. Majelis Pembina Ekonomi, melayani bimbingan masyarakat kearah perbaikan kehidupan dan penghidupan ekonomi yang sesuai dengan ajaran islam rangka pembangunan manusia seutuhnya.

Dalam pergerakannya, Muhammadiyah disebut sebagai induk persyarikatan dari organisasi maka secara otomatis dalam pergerakannya juga dibantu oleh organisasi yang berada dibawah naungannya yang disebut organisasi otonom (ortonom) yaitu :

1. Aissyiah, beranggotakan orang-orang Muhammadiyah ibu-ibunya saja

2. Nassyiatul Asissyiah (NA), beranggotakan aktifitas muda putri Muhammadiyah.

3. Pemuda Muhammadiyah, beranggotakan kaum pemuda

4. Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM), berangotakan remaja-remaja pelajar Muhammadiyah.

5. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), beranggotakan mahasiswa mahasiswi Muhammadiyah.

6. Tapak Suci, beranggotakan semua aktifitas yang menekuni bidang bela diri baik oleh raga maupun seni.

Pimpinan Muhammadiyah pertama adalah KH. Ahmad Dahlan dan telah mendapat pergantian setiap lima tahun sekali melalui muktamar Muhammadiyah, dan pada muktamar ke 44 di Jakarta telh terpilih Prof.dr. M. Syafei Ma’arif. Setiap anggota Muhammadiyah harus memiliki Nomor Baku Muhammadiyah (NBM).

2. Organisasi Tapak Suci

A. Sejarah Singkat Tapak Suci

Bermula pada beberapa nama perguruan, diataranya :

    1. Banjaran berasal dari Banjar Negara pimpinan KH. Busar Syuhada
    2. Cikauman dipimpin oelh kakak beradik yaitu M. Wahid dan A. Dimiati.
    3. Seranoman (cikauman utara) dipimpin oleh Syamsudin
    4. Kasegu Perguruan ini diberi nama sesuai dengan nama senjata khas Tapak Suci, sekarang berbentuk atau berlapal Muhammad yang diciptakan oleh pendekar Moch. Barie Irsad.

Tapak Suci berdiri diatas dasar penjuangan tokoh-tokoh perguruan di atas yang di prakarsai oleh M. Wahid dan A. Dimiati mereka ini adalah murid dari guru besar KH. Busra Syuhada, hal ini disetujui oleh kalangan pendekar islam sehingga pada 10 Rabiul Awal olah raga seni bela diri yang berasaskan islam.

B. Tujuan Tapak Suci

Memberikan pelajaran dan bimbingan pencak silat sebagai ilmu bangsa yang bermoral serta memberikan pencak silat dari pengaruh ilmu-ilmu sesaat yang diwarnai dengan syirik, bid’ah, tahayul dan khufarat juga sebagai pelopor dan pelangsung amal usaha persyarikatan Muhammadiyah.

C. Sifat dan Kepribadian Tapak Suci

Tapak Suci beraqidah islam bersumber pada Al-Quran dan As-Sunnah berjiwa persaudaraan berada di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah sebagai organisasi otonom.

Muqodimah Tapak Suci terdapat dalam Surat Al-Anfal ayat 60, yang berbunyi :

D. Maksud dan Tujuan Tapak Suci

1. Mendidik serta membina ketangkasan dan keterampilan Pencak Silat Bela Diri Indonesia.

2. Memelihara kemurnian pencak silat agar sesuai dan tidak menyimpang dari ajaran Islam sebagai budaya bangsa yang luhur dan bermoral.

3. Melalui bekal diri menggembirakan dan mengamalkan dakwah amar ma’ruf nahi munkar dalam mempertimbangkan ketahanan nasional.

4. Pelopor pelangsung pergerakan amal usaha persyarikatan Muhammadiyah.

E. Tokoh-tokoh yang menjadi Tim pembentukan Perguruna Tapak Suci.

1. Nama Perguruan : M. Barie Irsjad, M. Rustam Djunbad

Dan Moh. Djakfal.

2. Penyusun AD dan ART : M. Rustam Djunbad

3. Doa dan Ikrar : H. Djarnawi Hadikusuma

4. Lambang Perguruan : M. Fahmi Iskhom

5. Lambang Anggota : Suharto Suja

6. Lambang KASEGU : Ajib Hamzah

7. Bentuk dan Warna Pakaian : Zundar Weisman dan Anis Susanto

F. Doa Pembuka Tapak Suci

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang, saya ridho bertuhankan Allah SWT. Saya ridho beragamakan islam dan saya ridho bernabi dan berasulkan Muhammad SAW. Ya Allah tambahkanlah ilmuku dan pahamkanlah hamba ini”

G. Doa Penutup Tapak Suci

Artinya :

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah tunjukanlah kepadaku yang hak itu hak dan berikan kekuatan untuk menjalankannya dan tunjukannlah kepadaku yang bathil itu bathil kekuatan untuk menghindarinya, Segala Puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”.

H. Keanggotaan Tapak Suci

Terdiri dari siswa, anggota penuh, dan anggota kehormatan :

1. Siswa, yang dapat diterima menjadi siswa adalah anak-anak remaja, dewasa putraputri beragama islam.

2. Anggota Penuh, terdiri dari kader, pendekar dan pimpinan Tapak Suci yang telah memenuhi persyaratan keanggotaan yang telah diatur di

I. Permusyawaratan

1. Muktamar adalah musyawarah tertinggi Tapak Suci yang diadakan lima tahun sekali

2. Tanwir adalah musyarah tertinggi di bawah muktamar yang diadakan menurut kebutuhan.

3. Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) merupakan rapat kerja bidang tertentu yang diadakan atas undangan pimpinan pusat.

4. Musyawarah Wilayah (MUSWIL) adalah di tingkat wilayah yang diadakan oleh pimpinan wilayah Tapak Suci.

5. Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) merupakan rapat kerja bidang tertentu yang diadakan atas undangan pimpinan wilayah.

6. Musyawarah Daerah (MUSDA) musyawarah yang diadakan oleh pimpinan daerah.

7. Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) adalah rapat kerja bidang tertentu yang diadakan atas undangan pimpinan daerah.

J. Struktur Organisasi

1. Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) yang diangkat dan disahkan oleh tanwir.

2. Pimpinan Pusat Tapak Suci adalah pimpinan tertinggi berkedudukan di Negara atau ibu kota.

3. Pimpinan Wilayah berkedudukan di Provinsi daerah tingkat I

4. Pimpinan Daerah berkedudukan di sertiap kabupaten atau kota madya

5. Pimpinan Cabang setiap unit-unit yang berada dalam lingkup kabupaten.

K. Lambang Tapak Suci

1. Bentuk Bulat : Bertekad bulat

2. Berdasar Biru : Keagungan

3. Bertepi Hitam : Kekal Abadi

4. Bungan Mawar : Keharuman

5. Warna Merah : Keberanian

6. Bunga Melati Sebelas : Rukun Iman dan Rukun Islam

7. Bunga Melati Putih : Kesucian

8. Daun Kelopak Hijau : Kesempurnaan

9. Tangan Kanan : Keutamaan

10. Terbuka : Kejujuran

11. Berjari Rapat : Persaudaraan

12. Ibu Jari Ditekuk : Kerendahan Hati

13. Sinar Matahari Kuning : Putera Muhammadiyah

Arti keseluruhan :

Bertekad bulat mengagungkan asma Allah SWT, kekal abadi dengan keberanian menyebarkan keharuman dengan sempurna dengan kesucian menunaikan rukun iman dan rukun islam mengutamakan persaudaraan dan kejujuran dengan kerendahan hati.

Motto Tapak Suci Putera Muhammadiyah :

“Dengan Iman Dan Akhlaq Saya Menjadi Kuat, Tanpa Iman Dan Akhlaq Saya Menjadi Lemah”

L. Jenjang Pendidikan atau Tingkatan Tapak Suci :.

1. Tingkat Siswa :

@ Siswa sampai dengan siswa dasar empat

2. Tingkat Kader :

§ Kader Dasar, sabuk biru polos

§ Kader Muda, sabuk biru melati merah Satu

§ Kader Madya, sabuk biru melati merah dua

§ Kader Kepala, sabuk biru melati merah tiga

§ Kader Utama, sabuk biru melati merah empat

3. Tingkat Pendekar :

@ Pendekar Muda, sabuk hitam melati merah Satu

@ Pendekar Madya, sabuk hitam melati merah dua

@ Pendekar Kepala, sabuk hitam melati merah tiga

@ Pendekar Utama, sabuk hitam melati merah empat

@ Guru Besar, sabuk hitam melati merah lima

IKRAN SISWA/ANGGOTA

TAPAK SUCI PUTERA MUHAMMADIYAH

  1. Setian menjalankan ibadah dengan ikhlas karena Allah semata
  2. Mengabdi kepada bangsa dan Negara serta membela keadilan dan kebenaran
  3. Menjauhkan diri dari segala perangai dan tingkah laku yang tercela
  4. Mencari pendamaian dan kasih saying serta menjauhi perselisihan dan permusuhan
  5. Patuh dan taat pada perturan-peraturan serta percaya kepada kebijaksanaan pemimpin.
  6. Dengan iman dan akhlaq saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlaq saya menjadi lemah.

RAGAM NAMA JURUS DASAR TAPAK SUCI

A. Jurus-jurus Siswa Dasar

1. Jurus Pukulan Katak Melempar Tubuh

2. Jurus Merpati

3. Jurus Mawar

4. Jurus Naga

5. Jurus Lembu

6. Jurus Rajawali

7. Jurus Ikan

8. Jurus Harimau

9. Pola Langkah

B. Jurus-jurus Siswa Dasar Satu

1. Kelompok Katak

2. Kelompok Merpati

3. Kelompok Mawar Mekar

4. Kelompok Mawar Layu

5. Kelompok Naga

6. Kelompok Lembu

7. Kelompok Rajawali

8. Kelompok Ikan Menjulang Keangkasa

9. Kelompok Ikan Menggoyang Sirip

10. Kelompok Ikan Menerjang Sarang

11. Kelompok Harimau

12. Kelompok Kombinasi

13. Pola Langkah 14 Titik Hadap

14. Salam Nasional.

C. Jurus Kelompok Siswa Dasar Satu

1. Pola Langkah 14 Titik Hadap

2. Kelompok Katak

3. Kelompok Mawar

4. Kelompok Ikan

5. Kelompok Kombinasi

D. Jurus Kelompok Dasar Tiga

1. Pola Langkah 14 Titik Hadap

2. Kelompok Katak

3. Kelompok Mawar

4. Kelompok Ikan

5. Kelompok Naga

6. Kelompok Harimau

7. Rangkaian Kombinasi

E. Jurus Kelompok Siswa Dasar Empat

1. Pola Langkah 14 Titik Hadap

2. Kelompok Katak

3. Kelompok Mawar

4. Kelompok Ikan

5. Kelompok Naga

6. Kelompok Harimau

7. Kelompok Rajawali

8. Rangkaian Kombinasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sifat Kepribadian Muhammadiyah

http://pptapaksuci.org/kultum/247-sifat-kepribadian-muhammadiyah.html

 

Menilik (a)Apakah Muhammadiyah itu, (b) Dasar Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah, dan (c) Pedoman Amal Usaha dan Perjuangan Muhammadiyah, maka Muhammadiyah dalam kehidupannya memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

 

1. “Beramal dan Berjuang Untuk Perdamaian dan Kesejahteraan”.

Dengan sifat ini, Muhammadiyah tidak boleh mencela dan mendengki golongan lain. Sebaliknya, Muhammadiyah harus tabah menghadapi celaan dan kedengkian golongan lain tanpa mengabaikan hak untuk membela diri kalau perlu, dan itu pun harus dilakukan secara baik tanpa dipengaruhi perasaan aneh.

 

 

2.”Memperbanyak Kawan dari Mengamalkan Ukhuwah lslamiyah”

Setiap warga Muhammadiyah, siapa pun orangnya, termasuk para pemimpin dan da’inya, harus memegang teguh sifat ini. Dalam rangka untuk “Memperbanyak Kawan dan Mengamalkan Ukhuwah Islamiyah”. Inilah, pada umumnya ceramah atau kegiatan dakwah lainnya yang dilancarkan oleh dai-da’i Muhammadiyah memakai gaya “sejuk penuh senyum”, bukan dakwah yang agitatif menebar kebencian ke sana ke mari.

Di kalangan Muhammadiyah di Surakarta terkenal semboyan “Jiniwit Katut”. Jiniwit artinya dijiwit (dicubit), tetapi justru lama-lama orang yang njiwit akan katut atau terpiat oleh Muhammadiyah yang selalu bertingkah simpatik kepada siapa pun. Dan tampaknya sifat inilah salah satu rahasia, mengapa Muhammadiyah terus berkembang makin mengakar dalam masyarakat.

 

3. “Lapang Dada, Luas Pandangdan Dengan Memectanct Teguh Ajaran Islam”

Lapang dada atau toleransi adalah satu keharusan bagi siapapun yang hidup dalam masyarakat, apalagi hidup dalam masyarakat yang majemuk seperti masyarakat Indonesia. Tanpa adanya lapang dada, kehidupan akan goncang. Dan prinsip “Memperbanyak Kawan” tentu berubah menjadi “Memperbanyak Musuh”. Namun bagaimana, pun dalam berlapang dada, kita tidak boleh kehilangan identitas sebagai warga Muhammadiyah yang harus tetap memegang teguh ajaran Islam. Dengan demikian, bebas tetapi tetap terkendali.

 

4. “Bersifat Keagamaan Dan Kemasyarakatan ”

Sifat “Keagamaan dan kemasyarakatan” sudah merupakan sifat Muhammadiyh sejak lahir. Karena ini sifat yang tidak mungkin terlepas dari jiwa dan raga Muhammadiyah. Mengapa? Muhammadiyah sejak lahir mengemban misi agama, sedang agama diturunkan oleh Allah melalui para Nabi-Nya juga untuk masyarakat, yakni untuk memperbaiki masyarakat. Masyarakat adalah “lahan” bagi segala aktivitas perjuangan Muhammadiyah.

Dua sifat ini, yakni keagamaan dan kemasyarakatan, tidak boleh berdiri sendiri-sendiri. Harus berjalin berkelindan. Karena itu, Muhammadiyah bukan gerakan sosial semata-mata, dan bukan juga gerakan keagamaan semata-mata. Muhammadiyah adalah gerakan kedua-duanya, ya keagamaan ya kemasyarakatan.

Tetapi Muhammadiyah juga bukan gerakan politik, sebab kalau gerakan politik, tercermin dalam berbagai amal usaha yang telah tertekuninya selama ini.

 

5. “Mengindahkan, segala Hukum, Undang-undang Serta dan Falsafah Negara Yang Sah”

Muhammadiyah sebagai satu organisasi, mempunyai sejumlah anggota. Anggota ini adalah warga negara dari suatu negara hukum. Hukum negara mempunyai kekuatan mengikat bagi segenap warga negaranya. Ini adalah kenyataan. Karena itu, Muhammadiyah mengindahkan semua itu.

 

6. “Amar Maruf Nahi Munkar Dalam Segala Lapangan Serta Menjadi Contoh Teladan Yang Baik”

Salah satu kewajiban tiap muslim ialah beramar ma’ruf dan bernahi munkar, yakni menyuruh berbuat baik dan mencegah kemunkaran. Yang dimaksud kemunkaran ialah semua kejahatan yang merusak dan menjijikkan dalam kehidupan manusia. Tanpa adanya amar ma’ruf dan nahi munkar, tidak akan kebaikan dapat ditegakkan, dan tidak akan kejahatan dapat diberantas. Untuk itu, Muhammadiyah harus sanggup menjadi suri teladan dalam kegiatan ini, baik ke dalam tubuh sendiri ataupun ke luar, ke tengah-tengah masyarakat ramai, dengan penuh kebijaksanaan dan pendekatan yang simpatik.

Amar ma’ruf nahi munkar, bagaimanapun harus kita lakukan dengan cara yang baik, sebab kalau tidak begitu, adalah Machiavellisme namanya.

 

7. “Aktif Dalam Perkembangan Masyarakat Dengan Maksud !slab dan Pembangunan Sesuai Dengan Ajaran Islam”

Kapan pun dan dimana pun Muhammadiyah memang harus selalu aktif dalam perkembangan masyarakat, sebab tanpa begitu, Muhammadiyah akan kehilangan peran dan akan ketinggalan oleh sejarah. Tetapi keaktifan Muhammadiyah dalam perkembangan masyarakat, tidak berarti sekedar ikut arus perkembangan masyarakat, Muhammadiyah adalah kekuatan ishlah dan pembangunan sesuai dengan ajaran.

 

8. “Kerjasama Dengan Golongan Lain Mana Pun, Dalam Usaha Menyiarkan Dan Mengamalkan Ajaran Islam Serta Membela Kepentingannya”

Menyiarkan Islam, mengamalkan dan membela kepentingan Islam, bukan hanya tugas Muhammadiyah, tetapi juga tugas semua umat Islam. Karena itu, Muhammadiyah perlu menjalin kerjasama dengan semua golongan umat Islam. Tanpa kerjasama ini, tidak mudah kita melaksanakan tugas yang berat ini.

 

9. “Membantu Pemerintah Serta Kerjasama Dengan Golongan Lain Dalam Memelihara Negara dan Membangunnya, Untuk Mencapai Masyarakat Yang Adil dan Makmur Yang Diridhai”

Negara Indonesia adalah memiliki semua warga negaranya, termasuk warga Muhammadiyah. Adalah suatu keharusan dijalinnya kerjasama di antara semua unsur pemilik negara, untuk membangun Negara dan bangsa menuju tercapainya masyarakat yang adil dan makmur yang diridhai Allah.

Muhammadiyah kemakmuran masyarakat ini, sebab kemakmuran mempersubur iman dan takwa, sedang kemelaratan mempersubur kriminalitas sosial dan kekufuran. Bukankah telah disabdakan oleh Nabi kita, “kada al-faqru ayyakuna kufran” (Kekafiran itu dapat menyebabkan kekufuran).

 

10. “Bersifat Adil Serta Korektif Ke Dalam dan Keluar, Dengan Bijaksana”

Dengan sifat adil dan korektif, Muhammadiyah tidak senang melihat sesuatu yang tidak semestinya, dan ingin mengubahnya dengan yang lebih tepat dan lebih baik, meskipun mengenai diri sendiri. Jadi Muhammadiyah tidak tinggal diam saja dan taqlid. Tetapi koreksi pada diri sendiri dan ke luar ini tidak boleh dilakukan dengan sembarangan, melainkan harus dengan adil dan bijaksana. Kesalahan adalah kesalahan, sekalipun ada pada orang atau golongan lain. Bukan sifat Muhammadiyah tetap bersikukuh membela suatu hal, padahal misalnya jelas-jelas yang dibelanya itu salah atau tidak baik. (Kamal Pasha dkk, 1971: 58-65).

 

Wallahu a’lam bish shawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: