:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

Archive for July, 2013

Ceramah Nuzulul Qur’an

Allah Ta’ala berfirman,”Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan menjadi pembeda (furqan, antara yang haq dengan yang bathil)” (Al-Baqarah: 185).
Bulan Ramadhan merupakan yang di dalamnya terlimpah berjuta ni’mat, salah satunya karena Al-Qur’an pertama kali diturunkan pada bulan ini dan pada bulan ini pula turunnya anugerah “lailatul qadar”.

Sisi lain dan diturunkannya Al-Qur’an adalah sebagai penyadaran bagi umat bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang sempurna dan paripurna bagi orang-orang bertaqwa (Al-Baqrah: 2). Dan sebagai petunjuk kehidupan, mestinya kita jadikan Al-Qur’an sebagai pengarah langkah kehidupan kita, pijakan setiap amal kita, parameter serta barometer segala kehidupan kita. Karena Allah telah menegaskan bahwa petunjuk Al-Qur’an lah yang paling “terjamin” segala kesempurnaannya -mengatur masalah syariat dan tata cara pelaksanaannya, (Al-Maidah: 48,50) maupun kemurnian (ashalah dan orisinalitas) ajarannya (Al-Hijr: 9).

Namun sayang banyak kita saksikan umat Islam kembali kepada Al-Qur’an setelah mengalami berbagai krisis kehidupan. Al-Qur’an hanya dijadikan pelarian ketika tidak ada lagi “cara pemecahan” lainnya. Ini berarti Al-Qur’an yang asalnya adalah “cahaya kehidupan” yang harus kita letakkan di depan langkah kita, baru diambil cahaya itu ketika “tersandung dan jatuh”. Mestinya kita tidak bersikap demikian, karena kalau kita ingin sukses dunia akhirat, Al-Qur’an harus selalu ada di depan kita dan memandu seluruh amal kita.
Mengapa kita harus berhukum pada Al-Qur’an?

Pertama, karena Al-Qur’an memuat segala aturan dan permasalahan kehidupan kita, dan jawabannya atas segala sisi kehidupan manusia. Hal ini sangat logis karena Al-Qur’an diturunkan oleh Sang Maha Pencipta, Yang Maha Mengetahui seluruh ciptaan-Nya dan segala seluk-beluknya yang sangat rinci. Sehingga hanya Allah-lah yang paling pantas menentukan aturan kehidupan ini. Sebagai gambaran paling mudah misalnya sebuah pabrik melemparkan produk motor ke pasaran. Pabrik tersebut tentunya merancang mesin tersebut sesempurna mungkin, sehingga dialah yang paling tahu seluk-beluk motor yang dilempar ke pasaran. Disamping melempar produk, sebuah pabrik juga akan menyertakan “caution”, yakni petunjuk penggunaan dan perawatan mesin. Gunanya agar motor yang dijual dapat berjalan baik selama mengikuti petunjuk perawatan, seperti ketentuan check-up, ganti oli, perawatan mesin, bahan bakar yang mesti digunakan, beserta larangan-larangan atau pantangannya. Bagi mereka “patuh” dijamin motor awet dan tahan lama serta dapat berfungsi baik sebagaimana mestinya. Tapi bagi mereka yang “tidak patuh atau ngeyel” masih baru sudah diprotoli, maka dijamin tidak akan lama “umur motor tersebut”.

Demikian juga manusia diciptakan Allah dilengkapi aturan “penggunaan dan perawatan” atau juklak. Selama manusia tertib terhadap aturan main, Insya Allah dijamin awet, lancar dan bermanfaat dunia akhirat, serta membahagiakan diri dan orang lain.

Kedua, Al-Qur’an adalah juklak kehidupan yang terjamin orisinalitasnya. Sebagai perundang-undangan kehidupan, Al-Qur’an satu-satunya kitab yang tahan uji dan tahan terhadap berbagai upaya untuk menyelewengkan atau merusak Al-Qur’an. Sebagaimana janji atau komitmen Allah bahwa,

“Kami telah menurunkan Al-Qur’an dan Kami-lah yang senantiasa menjaganya” (Al-Hijr: 9).

Allah Azza wa Jalla berfirman,

“…Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebathilan, baik dari depan maupun dari belakang” (Fushilat: 42).

Komitmen ini dibuktikan dengan adanya mukjizat Al-Qur’an yang mudah dihafal, dipahami dan diamalkan. Ini sesuai dengan tabiat bahasa Arab yang mudah dihafal dan mudah dipahami serta diamalkan. Demikian juga banyak kita lihat ulama dan hafidz yang selalu menjaga kemurnian Al-Qur’an, tumbuhnya mujaddid (pembaharu) yang selalu menjaga dan mengembalikan Islam pada kemurniannya. Tumbuh suburnya Taman Pendidikan Al-Qur’an, TPA, TPQ, TK Al-Qur’an dan sebagainya. Sehingga bila ada satu huruf yang diganti, pasti Allah akan membeberkan kejahatan orang-orang yang mencoba merusak Al-Qur’an.

Ketiga, Al-Qur’an lah satu-satunya undang-undang kehidupan yang paling pas bagi manusia dn segenap semesta raya. Karena Al-Qur’an telah menjamin bagi orang berpijak di atasnya dengan benar, tidak akan sesat selamanya. Allah Azza wa Jalla berfirman,

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (Al-Isra’: 9).

Rasulullah SAW bersabda,

“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara yang apabila berpegang kepadanya niscaya tidak akan tersesat selamanya, yaitu Al-Qur’an dan Sunah”.

Al-Qur’an mampu menjawab pertanyaan besar yang ada dalam setiap pikiran manusia, min aina…ilaa ainaa…limadzaa? Dari mana kita berasal? Hendak kemana? Dan untuk apa kita hidup di dunia ini? Di dalam Al-Qur’an dipaparkan arah dan tujuan kehidupan, sejarah umat masa lalu dan prediksi (gambaran) kehidupan masa depan, berbagai peristiwa-peristiwa besar dalam kehidupan dan seluruh yang dibutuhkan. Semuanya ada dalam Al-Qur’an.

Juga atas pertanyaan “fitrah” terbesar yang ada dalam benak kita tentang siapa yang telah menciptakan kita? Kepada siapa hendaknya kita mengabdi dan memohon pertolongan? Dan bagaimana agar kita bisa hidup teratur, bahagia dan sejahtera selamanya? Al-Qur’an lah yang akan menjawab, yakni melalui risalah yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala berfirman,

“Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa Al-Huda (yakni Al-Qur’an) dan ditemui haq (Yakni Al-Islam), untuk memenangkan di atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik membencinya” (Ash-Shaff: 9).

Mengapa? Karena di dalam Al-Qur’an yang telah dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam akan menunjuki manusia tentang pencipta yang Haq, yakni Allah Ta’ala. Menunjuki manusia tentang cara hidup yang teratur yakni dengan aturan Islam.

Keutamaan-Keutamaan Al-Qur’an

Disamping itu ada beberapa hal yang mesti dicatat oleh tiap muslim tentang keutamaan Al-Qur’an, keutamaan membaca dan menghafalnya. Ini dalam rangka meningkatkan iman dan cinta kepada Al-Qur’an pada khususnya, serta Al-Islam secara keseluruhan.

  • Al-Qur’an adalah kitab yang diberkahi (mubarak), pemberi cahaya (nuur), pembeda haq dan bathil (furqan), obat penyakit hati dan jiwa (syifa’ul limaa fish-shuduur), penjelas segala persoalan (al-bayan), petunjuk (al-huda) dan masih banyak nama Al-Qur’an sesuai fungsinya.
  • Ahli Qur’an adalah sebaik-baik manusiaRasulullah SAW bersabda, “Khairukum man ta’allamal Qur’aana wa ‘allamahu… Rawahul Bukhari… sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya… hadits riwayat Bukhari”.
  • Orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an adalah sebaik-baik generasi, yakni generasi rabbani qur’ani, Allah Ta’ala berfirman, “jadilah kalian orang-orang (generasi) rabbani (generasi yang sempurna iman dan taqwanya), karena kalian senantiasa mengajarkan Al-Qur’an dan disebabkan kalian senantiasa mempelajarinya” (Ali Imran: 79).
  • Ahli Qur’an digolongkan sebagai kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai dua keluarga di antara manusia”. Mereka bertanya, “Siapakah mereka itu, ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Ahli Qur’an adalah keluarga Allah dan orang-orang yang khusus (pilihan)” (HR. Nasa’i, Ahmad dan Ibnu Majah).
  • Menduduki kedudukan sesuai akhir ayat yang dibacanya. Rasulullah SAW bersabda, “Dikatakan kepada orang yang beriman dengan Al-Qur’an, “Bacalah dan bacalah sekali lagi serta tartilkanlah, seperti yang lengkau akukan di dunia, karena manzilahmu (kedudukanmu) terletak di akhir ayat yang engkau baca”. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, Al-Baghawi, Ibnu Hibban, dan Hakim).

dikutip dari:
Materi Ceramah Ramadhan dan Umum
Abu Izzuddin

Dikirim oleh Endah Budi Handadari
Label: ,
Advertisements

FADILAH SHOLAT TARAWIH DI SETIAP MALAMNYA

Marhaban yaa Ramadhan. Alhamdulillah, Allah masih beri kita nikmat iman islam dan nikmat sehat panjang umur sehingga kita masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun ini.
.
Berikut ane share fadilah solat tarawih dari malam pertama sampai malam terakhir. Semoga dengan ini bisa menambah semangat kita dalam beribadah di bulan Ramadhan dalam hal ini solat tarawih.  Semoga bermanfaat :D
.
Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada :
.
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-1: Terlepaslah ia dari dosa-dosanya seperti ketika ia baru dilahirkan oleh ibunya.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-2 : Allah swt memberi pengampunan kepadanya dan kepada kedua orang tuanya jika keduanya mukmin (orang yang beriman)
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-3 : Malaikat berseru dari bawah Arsy ; mulailah beramal semoga allah swt mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-4 : Mendapatkan pahala sama dengan pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqon (al Quran)
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-5 : Allah memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang shalat di Masjid Alharam (masjidil haram) di Makkah,masjid Nabawi di Madinah dan masjid Al Aqsha di Palestina.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-6 : Allah akan memberi pahala seperti pahala orang yang tawaf di-baitul mamur, dan batu-batu serta tanah liat memohonkan ampun untuknya. (subhanallah sungguh luar biasa, batu dan tanah yang kita injak selama ini,ternyata bisa memintakan ampunan kepada Allah untuk kita).
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-7 : Seakan-akan dia berjumpa nabi Musa a.s kemudian menolongnya dari Kerajaan Firaun dan Hamman.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-8 : Allah memberikan kepadanya, apa yang pernah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim a.s
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-9 : Dia menjadi seperti seorang hamba Allah yang beribadah kepadanya seperti ibadahnya seorang nabi.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-10 : Allah memberikan anugerah kepadanya,berupa kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-11 : Maka ia akan meninggal dunia dalam keadaan seperti bayi yang baru lahir (meninggal dengan tanpa membawa dosa /husnul khotimah)
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-12 : Pada Hari Kiamat, Anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-13 : Pada Hari kiamat, Anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-14 : Para malaikat memberi kesaksian shalat tarawih anda, dan Allah tidak menghisab anda lagi.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-15 : Anda akan menerima shalawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-16 : Anda akan mendapat tulisan “Selamat” dari Allah, anda bebas dari surga, dan lepas dari neraka.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-17 : Allah akan memberi pahala kepada anda sesuai pahala para nabi.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-18 : Malaikat akan memohon kepada Allah agar anda selalu mendapat restu.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-19 : Allah akan mengangkat derajat anda ke Firdaus (surga yang tinggi)
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-20 : Diberikan pahala kepada anda sesuai pahala para syuhada dan shalihin.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-21 : Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk anda disurga.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-22 : Anda akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat, karena Anda terhindar dari rasa takut yang amat sangat.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-23 : Allah akan membuat sebuah kota untuk Anda di dalam surga.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-24 : Allah akan mengabulkan 24 permohonan Anda selagi Anda masih hidup di dunia.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-25 : Anda akan bebas dari siksa kubur.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-26 : Allah akan derajat amal kebaikan Anda sebagaimana derajat amal kebaikan Anda selama 40 tahun.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-27 : Anda akan secepat kilat bila melewati Siratalmustakim nanti.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-28 : Anda akan dinaikkan 1.000 kali oleh Allah di dalam surga kelak.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-29 : Allah akan memberi pahala kepada Anda seperti Anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-30 : Allah menyuruh kepada Anda untuk memakan semua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabila (air surga), karena Allah Tuhan Anda, dan Anda hamba Allah yang setia.

Hikmah Ramadhan Dan Keajaiban Lailatul Qadar

Hikmah Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar tinggal beberapa hari lagi malam seribu bulan akan tiba tentunya kita ummat muslim pengen tahu Amalan Sunah Di Malam Lailatul Qadar keutamaan Malam Lailatul Qadar Apa itu Malam Lailatul Qadar? Mungkin sebagian orang masih belum begitu memahami apa yang dimaksud dengan Malam Lailatul Qadar

Keutamaan Malam Lailatul Qadar Menurut sedikit pengetahuan yang saya dapat, malam lailatul qadar itu adalah sebuah malam yang apabila kita mendapatkannya dan kita beribadah pada disaat itu juga, maka ibadah kita itu lebih baik dari ibadah di 1000 bulan itulah tanda-tanda malam lailatul qadar

Hikmah Ramadhan dan Keajaiban Lailatul QadarLailatul Qadar

Hikmah Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar

Munculnya malam Lailatul Qadar itu di malam-malam ganjil 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan, banyak amalan-amalan sunah di malam lailatul qadar, namun pada intinya pada 10 terakhir bulan Ramadhan kita harus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mungkin kalau memang rezeki, kita bisa mendapatkan Malam Lailatul Qadar berikut dibawah ini ada beberapa Fadhilah Malam Lailatul Qadar dan Beberapa Amalan Sunah Saat Malam Lailatul Qadar.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar
Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan, tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (al-Qadr: 1-5).

Ibnu ‘Uyainah berkata, “Apa yang disebutkan di dalam AI-Qur’an dengan kata ‘Maa adraaka’ ‘apakah yang telah memberitahukan kepadamu’ sesungguhnya telah diberitahukan oleh Allah. Apa yang disebutkan dengan kata kata ‘Maa yudriika’ ‘apakah yang akan memberitahukan kepadamu’, maka Allah belum memberitahukannya.

Aisyah r.a. berkata, “Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, ‘Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan.” Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa.

Dari beberpa keutamaan berikut Hikmah Ramadahan Malam Lailatul Qadar

“Sesunguhnya Kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS al-Qadr [97]: 1-5).

Saudaraku, begitu besar kasih sayang yang diberikan Allah kepada hamba-Nya. Lihattlah kita, manusia, sebagai hamba-Nya dengan tabiat yang sering jatuh bangun dalam lumpur dosa. Namun Allah senantiasa mengasihi dengan memberi kita kemudahan-kemudahan untuk mensucikan diri dari karat-karat dosa dan kemaksiatan. Tak bisa dibayangkan, sebesar apa noda hitam kemaksiatan itu tergores dalam hati, apabila Allah tidak melimpahkan ampunan-Nya yang Maha Luas.

Ramadhan, merupakan salah satu sarana yang Allah berikan kepada kita memperoleh ampunan-Nya. Banyak sekali kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada hamba-Nya melalui Ramadhan ini, sehingga wajar kalau Rasulullah mengekspresikan keutamaannya dengan perkataan “Apabila umat ini tahu apa yang ada dalam Ramadhan, niscaya mereka akan mengharapkan hal itu selam satu tahun penuh.” (HR Tabrani).

Bahkan salah satu malam yang diselimuti keberkahan hanya terdapat pada salah satu malam di bulan Ramadhan. Betapa agungnya Ramadhan sehingga tak ada selainnya yang mendapatkan malam mulia yang lebih baik dari seribu bulan. Rasulullah saw, bersabda, “Barangsiapa yang beribadah pada malam Lailatul Qadr, niscaya diampuni dosa-dosanya yang sudah lewat. (HR Bukhari dan Muslim)

Banyak penjelasan Rasulullah saw yang sampai pada kita tentang keutamaan-keutamaan malam yang penuh berkah ini. Sebagai malam yang terbaik dan paling barakah diantara malam yang ada, didalamnya Allah telah menjanjikan pada hambanya yang ikhlas dan berharap untuk mendapatkan perlindungan-Nya di hari akhir, akan melipatgandakan sampai 1000 bulan untuk amal-amalan kebaikan yang dilakukan pada malam ini.

Banyak sekali hadist yang menerangkan bahwa kaum muslim hendaklah mencari lailatul qadar diantara tanggal ganjil pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan (HR Bukhari) atau tujuh malam terakhir bulan itu (HR Bukhari). Tampaknya bagi kita tidak menjadi persoalan kapan lailatul qadar itu didatangkan, tetapi yang penting adalah menjemput kedatangannya pada setiap waktu dan mempersiapkan diri untuk itu. Mungkin lebih baik jika kita pusatkan perhatian pada kesiapan mental, kejernihan hati, ketulusan jiwa, keadilan pikiran, kepenuhan iman kita, serta totalitas iman dan kepasrahan jiwa kita kepada Allah Azza Wa Jalla.

Karena itulah, Ramadhan dengan lailatul Qadar-Nya sebagai media yang bisa mengantarkan kita pada kesucian. Adalah sangat disunahkan bagi kita untuk berusaha memperolehnya dengan memperbanyak ibadah dan amalan-amalan yang baik. Rasulullah, suatu ketika mengatakan “Barang siapa beramal pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka terampunilah dosa-dosanya yang telah lalu”. Tidak berlebihan memang, kalau Allah menamainya yang kebaikannya melebihi seribu bulan.

Tentu alangkah sombongnya manusia yang sangat membutuhkan pengampunan dari Allah atas perbuatan-perbuatan mereka yang banyak menyimpang, apabila mereka menyia-nyiakan kesempatan emas yang bersifat tak tentu akan mereka dapatkan di masa-masa yang akan datang. Siapa yang bisa menjamin bahwa usia kita akan sampai Ramadhan tahun-tahun yang akan datang. Oleh karena itu merupakan keharusan yang tidak bisa tidak bagi kita, untuk mengejarnya, sehingga janji-janji Allah yang telah ditaburkan itu benar-benar bisa kita dapatkan.

Berangkat dari sini, kita bisa menyikapinya dengan senatiasa mengoptimalkan ibadah kita di 10 malam terakhir dalam bulan yang penuh rahmat ini. Dengan begitu kita tidak khawatir akan terlepas dari malam lailatul qadar. Karena kita mencarinya hanya pada malam-malam tertentu.

Kemudian setelah paparan diatas, kita sebagai hamba Allah yang benar-benar memahami kebenaran kekuasaannya sadar bahwa usaha kita dalam mencari lailatul qadar ini adalah untuk membuktikan dan merealisasikan penghambaan kita kepada Allah Swt, sehingga hal itu mengingatkan kita, seharusnya kita bersama-sama mendekatkan diri kapanpun dan dimanapun, tanpa dibatasi ruang dan waktu. Semoga Allah Yang Maha Agung, memberi kesempatan kepada kita untuk mengecap, menikmati, dan melampaui malam lailatul qadar pada bulan Ramadhan ini dengan kesungguhan beribadah dan keikhlasan hati.

Saudaraku yang budiman, para ulama menerangkan bahwa hikmah disembunyikannya malam qadar, tidak ditegaskan malamnya, ialah supaya kita berusaha mencarinya, meningkatkan ibadah di setiap malam, membanyakkan doa semoga memperolehnya, sebagaimana yang dilakukan ulam salaf.

Saudaraku yang baik, Rasulullah SAW sengaja memperlihatkan keistimewaan yang ada pada malam kemuliaan (lailatul qadr) yang penuh berkah itu. Karena beliau tahu bahwa dahulu pernah ada seorang lelaki bani Israil yang selama 1000 bulan selalu memakai pedang berjuang dijalan Allah.

Karena umur ummatnya tidak ada yang sepanjang itu, maka Allah menurunkan surat Al-Quran yang menerangkan mengenai malam kemuliaan itu: “Sesungguhnya kami menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan.

Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan kesejahteraan sampai terbit fajr” (Al Qadr 1-5).

Al Qadr berarti kemuliaan atau tempat kedudukan yang tinggi, atau dikatakan juga takdir (ketentuan) dan keduanya dianggap benar. Ia merupakan tempat menentukan segala urusan dalam setiap tahun, seperti firman Allah: “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Quran pada suatu malam yang diberkati, dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah” (Ad Dukhan 3-4).

Seribu bulan lebih lamanya daripada 83 tahun (sepanjang umur manusia). Dan melakukan ibadah pada malam itu pahalanya setara dengan melakukan ibadah sepanjang masa. Tentu saja itu merupakan kemurahan. Oleh karena itulah Rasulullah menjadi orang yang paling antusias untuk melakukannya.

Demi hal itu beliau melakukan i’tikaf di masjid, seraya melepaskan diri dari segala kesibukan dunia. Beliau bersabda: “Barang siapa melakukan ibadah pada malam kemuliaan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni”.

Suatu hal yang perlu diperhatikan mengenai keistimewaan malam kemuliaan ini ialah, bahwa Allah memuliakan segenap manusia dengan cara menurunkan cahaya petunjuk pada malam itu. Karenanya, gelap kesesatan hilang sirna. Pada malam itu Allah menghidupkan hati manusia kalau mereka mau melakukan amal-amal yang saleh. Pada malam itu turun para malaikat dan termasuk juga Jibril.

Satu lagi keistimewaan malam kemuliaan tersebut ialah, kalau peristiwa turunnya malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW membawa wahyu sudah berlalu, maka pada malam kemuliaan itu seakan-akan merupakan rekonstruksinya ataupun demi pembaharuan kesejahteraan bagi manusia. Apabila Jibril waktu itu turun dengan membawa wahyu dan syariat Islam, maka pada malam kemuliaan itu beliau turun lagi setelah mendapat izin dari Rabbnya untuk mengatur segala urusan yang berlaku setahun bagi penghuni bumi. Para malaikat pun ikut turun dengan membawa segenap kesejahteraan. Pada malam itu seolah-olah seluruh dunia tengah terjaga menyambut tanda-tanda kesejahteraan, kedamaian, kebajikan dan keselamatan.

Ini mendorong kita untuk menyuarakan kepada segenap dunia bahwa sesungguhnya agama kita dan misi atau risalah nabi kita, adalah agama dan misi kesejahteraan yang selalu diperbaharui setiap tahunnya.

Malam kemuliaan merupakan karunia yang tiada duanya. Siapapun yang sampai terlambat memanfaatkannya, maka sama halnya ia telah berlaku aniaya terhadap dirinya sendiri. Karena istrinya Aisyah ra, Rasulullah SAW pernah memberikan wasiat:
“Apabila kamu mendapati malam itu (lailatul qadr), maka bacalah do’a ini: Allahumma innaka ‘afqun tuhibbul ‘afwa fa’annii. (Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pengampun, Engkau suka mengampuni, maka ampunilah aku)” (HR Tarmidzi).

Do’a tersebut mencakup segala kebajikan. Masalahnya kalau orang sudah diberikan ampunan, maka jiwa dan raganya akan terpelihara. Ia pun akan dipelihara dari hisab (perhitungan amal) dan siksa, sehingga ia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW sudah menjelaskan kepada para sahabatnya mengenai tanggal dari pada malam lailatul qadr tersebut, yakni disekitar bilangan sepuluh hari yang terakhir pada bulan Ramadhan. Agaknya masalah tersebut tidak perlu diperdebatkan, karena seluruh malam yang ganjil dari sepuluh malam terakhir, terdapat hadist yang memaparkan bahwa malam itu adalah lailatul qadr. Menurut pandangan kami (Athiyah Muhammad Salim), yang tepat ialah bahwa lailatul qadr itu tidak menentu dan berpindah-pindah.

“Ya Allah, tolonglah kami untuk bisa melakukan ibadah pada malam kemuliaan. Berikan kepada kami berkat kebajikannya. Ampunilah kami. Terimalah permohonan kami agar Engkau berkenan membebaskan kami semua dari siksa neraka. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang maha mendengar dan yang maha mengabulkan do’a. Semoga shalawat dan salam sejahtera Allah senantiasa terlimpah bagi hamba dan Rasul-Nya yang mulia Muhammad SAW”.

Rasulullah SAW bersabda: “Perangilah nafsu kamu dengan menahan lapar dan dahaga, karena pahalanya seperti pahala orang yang berjihad di jalan Allah dan tidak ada amalan yang disukai di sisi Allah daripada menahan lapar dan dahaga”. Wallahu a’lam.(*)

Demikianla ulasan saya megenai Hikmah Ramadhan dan Keajaiban Lailatul Qadar semoga dapat bermanfaat, refensi Oleh K.H. Abdullah Gymnastiar

Original Posted By Creative Commons License Hasbihtc.com

download spandu­k idul fitri format .cd­r

Desain Spanduk Banner Menyambut Ramadhan::download::

Berikut ini adalah file-file Download Desain Spanduk Banner Menyambut Ramadhan tersebut, tersedia di bawah gambar tampilan (preview) nya. Diurutkan secara random saja. File-file corel saya compress menggunakan ZIP, silahkan extract dulu sebelum diedit menggunakan CorelDRAW.

Banner / Spanduk Ramadhan #05

banner menyambut marhaban ramadhan | banner ramadhan | cara bikin spanduk pake corel draw | corel | corel draw | Corel Painter | coreldraw | desain banner corel 13 | desain grafis | desain spanduk ramadhan | desain spanduk/banner ramadhan | download | download file desain spanduk banner format corel draw | download gratis banner ramadhan corel 13 | download spanduk bulan puasa | download spanduk ramadhan | FAQs Help and Tutorials | file spanduk jpeg | Graphics | Image editing | jpeg | spanduk lebaran | spanduk menyambut ramadhan 1434 | Spanduk Ramadhan 2013 | 1434

Bagi anda yang membutuhkan desain banner / spanduk ini tercetak / printed dengan ukuran real 3 x 1 meter, dgn bahan dan kualitas sesuai kebutuhan anda, silahkan menghubungi ayuprint marketing, di 0812 853 2030 (Pak marji) atau saya Masbadar (0813 98818119).

Banner / Spanduk Ramadhan #01

banner menyambut marhaban ramadhan | banner ramadhan | cara bikin spanduk pake corel draw | corel | corel draw | Corel Painter | coreldraw | desain banner corel 13 | desain grafis | desain spanduk ramadhan | desain spanduk/banner ramadhan | download | download file desain spanduk banner format corel draw | download gratis banner ramadhan corel 13 | download spanduk bulan puasa | download spanduk ramadhan | FAQs Help and Tutorials | file spanduk jpeg | Graphics | Image editing | jpeg | spanduk lebaran | spanduk menyambut ramadhan 1434 | Spanduk Ramadhan 2013 | 1434

Banner / Spanduk Ramadhan #06

banner menyambut marhaban ramadhan | banner ramadhan | cara bikin spanduk pake corel draw | corel | corel draw | Corel Painter | coreldraw | desain banner corel 13 | desain grafis | desain spanduk ramadhan | desain spanduk/banner ramadhan | download | download file desain spanduk banner format corel draw | download gratis banner ramadhan corel 13 | download spanduk bulan puasa | download spanduk ramadhan | FAQs Help and Tutorials | file spanduk jpeg | Graphics | Image editing | jpeg | spanduk lebaran | spanduk menyambut ramadhan 1434 | Spanduk Ramadhan 2013 | 1434

Banner / Spanduk Ramadhan #04

banner menyambut marhaban ramadhan | banner ramadhan | cara bikin spanduk pake corel draw | corel | corel draw | Corel Painter | coreldraw | desain banner corel 13 | desain grafis | desain spanduk ramadhan | desain spanduk/banner ramadhan | download | download file desain spanduk banner format corel draw | download gratis banner ramadhan corel 13 | download spanduk bulan puasa | download spanduk ramadhan | FAQs Help and Tutorials | file spanduk jpeg | Graphics | Image editing | jpeg | spanduk lebaran | spanduk menyambut ramadhan 1434 | Spanduk Ramadhan 2013 | 1434

Banner / Spanduk Ramadhan #03

banner menyambut marhaban ramadhan | banner ramadhan | cara bikin spanduk pake corel draw | corel | corel draw | Corel Painter | coreldraw | desain banner corel 13 | desain grafis | desain spanduk ramadhan | desain spanduk/banner ramadhan | download | download file desain spanduk banner format corel draw | download gratis banner ramadhan corel 13 | download spanduk bulan puasa | download spanduk ramadhan | FAQs Help and Tutorials | file spanduk jpeg | Graphics | Image editing | jpeg | spanduk lebaran | spanduk menyambut ramadhan 1434 | Spanduk Ramadhan 2013 | 1434

Banner / Spanduk Ramadhan #02

banner menyambut marhaban ramadhan | banner ramadhan | cara bikin spanduk pake corel draw | corel | corel draw | Corel Painter | coreldraw | desain banner corel 13 | desain grafis | desain spanduk ramadhan | desain spanduk/banner ramadhan | download | download file desain spanduk banner format corel draw | download gratis banner ramadhan corel 13 | download spanduk bulan puasa | download spanduk ramadhan | FAQs Help and Tutorials | file spanduk jpeg | Graphics | Image editing | jpeg | spanduk lebaran | spanduk menyambut ramadhan 1434 | Spanduk Ramadhan 2013 | 1434

Banner / Spanduk Ramadhan #07, format ini adalah format Baliho

banner menyambut marhaban ramadhan | banner ramadhan | cara bikin spanduk pake corel draw | corel | corel draw | Corel Painter | coreldraw | desain banner corel 13 | desain grafis | desain spanduk ramadhan | desain spanduk/banner ramadhan | download | download file desain spanduk banner format corel draw | download gratis banner ramadhan corel 13 | download spanduk bulan puasa | download spanduk ramadhan | FAQs Help and Tutorials | file spanduk jpeg | Graphics | Image editing | jpeg | spanduk lebaran | spanduk menyambut ramadhan 1434 | Spanduk Ramadhan 2013 | 1434

Banner / Spanduk Ramadhan #08, format ukuran untuk BALIHO

banner menyambut marhaban ramadhan | banner ramadhan | cara bikin spanduk pake corel draw | corel | corel draw | Corel Painter | coreldraw | desain banner corel 13 | desain grafis | desain spanduk ramadhan | desain spanduk/banner ramadhan | download | download file desain spanduk banner format corel draw | download gratis banner ramadhan corel 13 | download spanduk bulan puasa | download spanduk ramadhan | FAQs Help and Tutorials | file spanduk jpeg | Graphics | Image editing | jpeg | spanduk lebaran | spanduk menyambut ramadhan 1434 | Spanduk Ramadhan 2013 | 1434

————————————————————————————————————–

  1. Ahlan Ramadhan.   >>Download Mp3 Ahlan Ramadhan di sini<<

————————————————————————————————————–

Mohon komentarnya agar saya bisa menilai gambar-gambar tersebut memang layak dibagikan atau mungkin malah memalukan, he..he. terima kasih, dan selamat bersibuk ria menyambut datangnya bulan Ramadhan 1434 H / 2013.

Demikianlah, jika ada yang bingung cara download, anda bisa tinggalkan komentar, saya persilahkan pembaca yang lain untuk turut menjelaskan juga. Jika ada yang bertanya sumber-sumber okjek desain, ya, saya menggunakan sumber-sumber download bakcground, elemen desain yang menggratiskan file-file tersebut. Lay-Out atau tata letak, pemilihan font dan redaksional teks pada file-file desain di atas adalah inspirasi saya sendiri.

sumber:http://masbadar.com/download-desain-spanduk-banner-menyambut-ramadhan-format-jpeg-dan-cdr-vector-coreldraw-11-coreldraw-16-masbadar-com/

kegiatan santri baru pp assalafiyyah mlangi ramadhan 1434 H

klik play[ >] di bawah ini untuk melihat vidionya:

Tantangan Gerakan Dakwah Masa Depan

       
Secara umum, tantangan Gerakan Dakwah Masa Depan sangat banyak dan kompleks. Paling tidak terdapat enam tantangan besar yang dihadapi Harokah Islamiyah Masa Depan. Keenam tantangan tersebut ialah :
1. Tantangan internal
Tantangan internal Gerakan Dakwah itu terdiri dari :
A. Kejumudan (kebekuan) berfiikir.
Hampir semua Gerakan Dakwah mengalami kejumudan sehingga terhentinya pembaruan kendati sudah melewati perjalanannya berpuluh-puluh tahun. Keberanian dan kemauan melakukan tajdid al-manhaj al-haroki al-fikri (pembaruan konsep pemikiran harokah) dan al-manhaj al-haroki al-‘amali (konsep aktivitas harokah), hampir tidak ada, khususnya terkait dengan masalah-masalah ijtihadiyah para pendirinya sejak puluhan tahun yang lalu. Akibatnya, Gerakan Dakwah tidak bisa menampung al-‘uqul al-kabiroh (pemikiran-pemikiran besar) – meminjam Istilah Dr. Yususf Al-Qardhawi – yang datang dari para aktivisnya sendiri, apalagi dari luar. Tajdid tersebut amat diperlukan agar terjadi proses penyempurnaan dan akselarasi dengan perkembangan dan kebutuhan dakwah masa kini. Tajdid juga berfungsi melurusakn penyimpangan amaliyah maidaniyah, khususnya bila memasuki lapangan politik praktis. Di samping itu, tajdid melahirkan pemikiran-pemikiran, konsep-konsep dan rumusan-rumusan baru yang kontekstual, moderen dan futuristik, namun tetap komitmen dengan asholah (orisinilitas)-nya. Di samping itu, tidak ada keberanian merumuskan dan mendesain ulang format, strategi, perencanaan, program dan target-target Gerakan Dakwah masa kini untuk menjawab berbagai tantangan zaman, sehingga Gerakan Dakwah mampu menjelaskan nilai-nilai Islam dalam bentuk amal, alternatif dan keteladanan. Akhirnya, yang menonjol di lapangan adalah seruan-seruan moral dan penjelasan-penjelasan nilai yang sifatnya baku dan berulang-ulang.
B. Model dan dan gaya kepemimpinan.
Rata-rata dalam parkateknya, model kepemimpinan Gerakan Dakwah adalah model masyayikh (kekiayan tradisionil), kendati dalam konsep dan teorinya meniru gaya kepemimpinan Rasulullah dan para Sahabat. Model kepemimpinan masyayikh tradisionil itu di antara cirinya ialah tidak ada yang berani mengkritik dan memprotes keputusan atau keinginan sang pemimpin, kendati nyata-nyata berlawanan dengan nilai-nilai Islam. Akhirnya, pemimpin diposisikan pada posisi yang berlebihan, dan bahkan kadangkala melebihi Nabi, atau di Indonesia dikenal dengan wali. Kurangnya keberanian dan kemauan membenahi model dan gaya kepemimpinan yang tidak sesuai dengan spirit Islam itu sendiri, seperti model masyayikh tradisonal, secara otomatis membuka peluang bagi para aktivis harokah untuk mengkultuskan pemimpin, jama’ah dan partai mereka. Pada waktu yang sama tidak akan pernah membuka peluang lahirnya kepemimpinan yang lebih baik dan lebih berkualitas dari sebelumnya.
C. Ta’sh-shub jama’i, qiyadi dan Hizbi (Fanatink pada jama’ah. Pemimpin dan partai).
Ta’sh-shub tersebut menjadi ancaman serius bagi Gerakan Dakwah. Sebab, secara syar’i, ta’ash-shub adalah perbuatan jahiliyah yang sangat dibenci. Secara fakta di lapangan, ta’ash-shub pada ketiga hal tersebut juga telah melahirkan persaingan dan perpecahan di kalngan umat, khususnya di kalangan antar aktivis Gerakan Dakwah yang berbeda nama dan payung. Dengan demikian, Gerakan Dakwah akan kehilangan banyak peluang Dakwah dan interaksi dengan berbagai lapisan masyarakat, termasuk antar sesama aktivis Gerakan Dakwah yang berbeda nama dan warna. Ini juga merupakan salah satu penyebab yang memperlambat perkembangan dan pertumbuhan Gerakan Dakwah itu sendiri.
D. Keenggenan menjadi al-‘unshur al-jaami’, ( faktor perekat) bagi kalangan Gerakan Dakwah lainnya, juga bagi umat Islam secara luas, dan bahkan ironisnya dalam kalangan jamaah sendiri. Di antara penyebabnya ialah suburnya penyakit ta’ash-shub jama’i, qiyadi dan hizbi (fanatik buta terhadap jama’ah, pemimpin dan partai) serta pemikiran pemikiran masing-masing Gerakan Dakwah, seperti yang disebutkan pada poin 3 di atas. Bahkan terkadang lahir sebuah pendapat dan sikap yang keliru seperti “right or wrong is my jama’ah, may leader and my party”. Ironisnya, dalam lapangan politik praktis seringkali berkoalisi dengan tokoh, atau partai atau kelompok yang nyata-nyata musuh Islam atau paling tidak tidak menyukai tegaknya Islam sebagai the way of life di negeri mereka tinggal.
E. Kelemahan mawarid basyariyyah (sumber daya manusia) dalam berbagai bidang ilmu.
Kelemahan SDM tersebut mengakibatkan terjadinya kelemahan ruhiyah (mental) dan uswah (keteladanan) sebagai syarat mutlak menjadi khoiru ummatin ukhrijat linnas (umat terbaik dan berkualitas tinggi yang tampil di tengah-tengah manusia) dalam mengemban missi khalifatullah yang akan memakmurkan kehidupan umat manusia di atas muka bumi melalui nilai-nilai Islam yang amat adil danmanusiawi.
 

 

2. Tantangan Sesama Gerakan Dakwah.

 

Kalau kita cermati problema dan masalah-masalah yang terjadi sesama Gerakan Dakwah maka kita akan menemukannya sebagai berikut :
 

 

A. Kurangnya kesiapan dan kemauan membangun komunikasi yang baik dan intensif sehingga terjadi proses ta’aruf (perkenalan), kemudian ditersuskan dengan tafahum (saling mengerti) dan kemudian ta’awun (tolong menolong) serta berlanjut dengan takaful (saling menopang) dengan harapan kemuidan bersinerji untuk menuju wihdatul harokah (kesatuan pergerakan).

 

B. Kurangnya kesiapan dan kemauan untuk mehamai dan menerapkan kaedah-kaedah ilmiyah dan amaliyah dalam menyikapi perbedaan baju harokah seperti :
i. Perbedaan dalam masalah furu’ (cabang) dan lapangan ijtihadiyah adalah suatu kenyataan yang sudah terjadi sejak zaman Sahabat dan mustahil dapat dihindarkan dan juga berfungsi sebagai fleksibelitas ajaran Islam dalam rangka kemudahan bagi umat Islam.
ii. Menerapkan prinsip washothiyyah (pertengahan) dan meninggalkan sikap ghuluw (berlebihan) dalam penerapan ajaran Islam.
iii. Tidak bersikap reaktif (menerima atau menolak tanpa dipelajari dengan baik) terhadap masalah-masalah ijtihadiyyah, karena kemungkinan benar dan juga kemungkinan salah.
iv. Tidak mau belajar dari para Sahabat Rasulullah dan ulama-ulama besar Islam sepanjang sejarah dalam memenej ikhtilaf (perbedaan) pendapat di antara mereka.
v. Fokus terhadap masalah-masalah besar yang sedang dihadapi umat Islam dan umat manusia hari ini.
vi. Bekerjasama dalam masalah yang disepakati dan bertoleransi dalam masalah yang belum disepakati.
vii. Yakin bahwa Al-Islam sebagai agama Allah untuk semua manusia tidak mungkin mampu ditegakkan oleh satu kelompok Gerakan Dakwah saja. Bekerjasa sama dalam menjalankan amar ma’ruf dan nahi ‘anilmunkar merupakan suatu kebutuhan lapangan. Sebab itu, bersatu dan bekerjasama dalam menjalankan dan memperjuangkan agama Allah merupakan tuntutan dan kewajiban dari Allah.
C. Kesiapan dan kemauan memahami dan menerapkan kaedah-kaedah ruhiyah (spiritualitas) dalam menghadapi perbedaan baju harokah. Di antaranya :
i. Membebaskan diri dari nafsu dan syahwat ujub (bangga) pada diri, jama’ah, kelompok, partai dan pemimpin.
ii. Membebaskan diri dari fanatisme terhadap jama’ah, partai, kelompok, pemimpin, mazhab, pemikiran dan pendapat para Imam/pemimpin.
iii. Menghindari selalu dalam diri sifat su-uzh-zhon (buruk sangka) terhadap sesama Muslim.
iv. Menghindari pembicaraan mencela, perbuatan dan sikap yang dapat menyakiti perasaan sesama Muslim.
v. Menghindari jidal (debat kusir) dan permusuhan terhadap sesama Muslim.
vi. Belajar berdialog denagn cara yang lebih baik. 
vii. Tanamkan sifat dan sikap kasih sayang dan santun terhadap sesama Muslim.
viii. Selalu mendoakan kamum Muslimin agar mendapat hidayah dan ampunan Allah, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal, baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup.


3. Tantangan Para Tokoh Dakwah yang tidak atau belum tergabung dalam harokah.
Sebuah kenyataan dan fenomena menarik bahwa hampir di seluruh Dunia Islam selalu muncul tokoh-tokoh besar dakwah yang dalam menjalankan Dakwah Ilallah mengandalkan kemampuan dan kharismatik pribadi. Pengikut setia (anggota jama’ah) mereka sangat banyak. Pengaruh mereka di lapangan sangat terasa, termasuk dalam perubahan moral masyarakat. Kelebihan yang mereka miliki juga banyak, kendati kelemahan-kelemahannya juga tidak dapat dipungkiri karena disebabkan beramal secara infirodi (single fighter). Mereka harus dilihat sebagai asset umat yang berharga dan harus selalu berupaya menjalin silaturrahmi (komunikasi) yang baik dalam rangka menuju ta’aruf (berkenalan), tafahum (saling mengerti), ta’awun (kerjasama) dan selanjutnya takaful (saling menopang) serta berikutnya menuju tauhidul ummah (penyatuan potensi umat).
Secara umum, tantangan Harokah Islamiyah Masa Depan terhadap para tokoh Dakwah tersebut sama dengan yang dihadapi dengan sesama Gerakan Dakwah. Letak perbedaanya hanya pada struktur formal dan informal. Artinya, para tokoh Dakwah tersebut biasanya tidak memiliki struktur formal dan nizhom asasi (peraturan organisasi) sebagaimana Gerakan Dakwah lainnya. Kalupun ada hanya sebatas hubungan kuat antara seyekh dengan murid. Sikap yang dibangun juga sama dengan yang dibangun terhadap sesam Gerakan Dakwah yang terstruktur. Personal approache (pendekatan pribadi) insyaa Allah akan lebih banyak membantu. 
4. Tantangan kaum muslimin secara umum (‘Ammatul Muslimin).
Tantangan yang keempat ini juga cukup berat. Di mata banyak kaum Muslimin, Gerakan Dakwah terkesan ekslusif dan elitis. Hal tersebt mungkin diseabkan Gerakan Dakwah tidak memiliki kesungguhan atau kurang memiliki keahlian dalam membangun komunikasi yang baik dan efektif dengan masyarakat umum, atau mungkin juga sudah merasa cukup dengan kelompok dan jama’ahnya. Ada kecendrungan dari Gerakan Dakwah bahwa kemesraan ukhuwah (persaudaraan), penghormatan, penghargaan dan pelayanan seakan hanya milik sesama aktivisnya,`lupa bahwa sifat-sifat tersebut harus menjangkau semua kaum Muslimin dan tidak boleh tersekat oleh kotak-kotak kelompok, jama’ah atau partai.
Fenomena ini sangat menarik sehingga ada yang mengomentari seakan-akan Gerakan Dakwah tidak butuh pada masyarakat awam. Anehnya, ketika terbuka peluang PEMILU dan PILKADAl (Plesetan dari PILKADA) misalnya, mereka bekerja keras dan berlombo-lomba dengan berbagai cara membuka akses ke masayarakat umum untuk mendapatkan suara mereka, bahkan tanpa menghiraukan norma-norma Islam yang sudah baku, seperti dengan mengundang artis-artis seronok dalam acara-acara kampanye, saling mengecam dan caci mencaci antara satu partai dengan yang lain.
Lambatnya pertumbuhan dukungan masyarakat umum terhadap Gerakan Dakwah diberbagai penjuru dunia, khususnya di Indonesia, salah satu sebabnya ialah ketidakmampuan menjalin komunikasi yang baik dengan mereka sesuai kebutuhan dan tingkat intelektualitas mereka. Padahal mereka juga memiliki potensi dukungan terhadap Dakwah seperti dukungan mal (harta), ilmu pengetahuan dan sebagainya. Lain halnya dengan tokoh-tokoh Dakwah yang bekerja secara individu, mereka lebih mampu menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat Muslim secara luas, terlepas kita setuju atau tidak dengan metode Dakwah yang mereka terapkan. Namun itu adalah sebuah realitas yang harus mendapatkan perhatian.
Masyarakat umum adalah salah satu segmentasi Dakwah yang perlu mendapat perhatian yang serius oleh Gerakan Dakwah Masa Depan. Gerakan Dakwah Masa Depan memliki kewajiban Dakwah terhadap mereka. Kewajiban yang utama ialah membantu mereka dalam memahami ajaran Islam yang bersifat fardhu ‘ain (kewajiban setiap individu Muslim). Kewajiban berikutnya memperlihatkan keteladanan yan baik dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian disusul dengan kewajiban membantu meringankan beban kehidupan duniawi, baik karena tidak punya atau kurang memahami nilai-nilai Islam terkait dengan manajemen (penataan) keluarga, ekonomi, pendidikan anak, seni, budaya dan sebaganya.
Kewajiban-kewajiban tersebut hendaklah dijalankan secara terus menerus tanpa ada target imbalan apapapun dari mereka seperti dukungan suara ketika menghadapi sebuah PEMILU misalnya, ataupun dukungan dalam bentuk mobilisasi infaq dan shodaqoh mereka secara besar-besaran untuk kepentingan sekelompok Gerakan Dakwah semata. Ketika mereka sudah memahami ajaran Islam dan melihat para aktivis Gerakan Dakwah dapat dicontoh dalam kehidupan sehari-hari, amanah dan mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap problematika social yang sedang merekka hadapi, kemudian mereka mearsakan manfaat keberadaan Gerakan Dakwah di lingkungan mereka, secara otomatis mereka akan mendukungnya dalam berbagai kegiatannya, termasuk juga kegiatan politiknya dengan sebuah keyakinan, kesadaran dan kepercayaan yang kuat. Kenyataannya, seperti yang selalu kita saksikan di lapangan, tidak sedikit masyarakat umum yang bukan hanya tidak mengenal Gerakan Dakwah, kalaupun mengenal dengan presepsi yang keliru.
Kondisi seperti tersebut di atas pada akhirnya akan menjadi tembok dan penghalang bagi kemajuan dan pertumbuhan Gerakan Dakwah itu sendiri. Padahal seharusnya, bisa menjadi pendukung dan pendukung Gerakan Dakwah dalam berbagai pemikiran, program dan aktivitasnya, jiaka Gerakan Dakwah mampu menjalin komunikasi yang baik dan pas dengan mereka.
Kita juga menyadari dan meyakini bahwa nyaris mustahil seratus persen kaum Muslimin akan mendukung Gerakan Dakwah. Namun juga menjadi pertanyaan besar jika Gerakan Dakwah sudah berumur hampir satu ababd , minimal puluhan tahun, namun pendukungnya masih minoritas. (Sebagai perbandingan, lihat Tabel 1. B. Peta Gerakan Dakwah di Indonesia)

Catatan :
1. Dari gambaran di atas dapat disimpulkan bahwa Gerakan Dakwah di Indonesia mayoritasnya belum memiliki Manhaj yang Syamil.
2. Kendati ada yang sudah memiliki Manhaj yang Syamil, namun implementasinya masih juz-iyyah (parsial)
3. Jika jumlah umat Islam 85 % dari total penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta jiwa, maka jumlah Umat Islam adalah sekitar 187 juta jiwa
4. Jika diasumsikan bahwa Umat Islam yang sudah intima’ Jama’i ke dalam berbagai gerakan dakwah dan keagamaan mencapai 100 juta atau sekitar 53,47 % dari total Umat Islam (187 juta), maka terdapat sekitar 46,52 % (87,000,000) orang yang belum tersentuh Gerakan Dakwah.
5. Jika diasumsikan prosentase umat Islam yang dewasa dari jumlah tersebut sekitar 50 %, maka ada sekitar 43,500,000 Muslim potensial yang belum tersentuh Gerakan Dakwah.
5. Tantangan terkait dengan pemerintahan dan penguasa setempat yang sma-sama Mulslim, namun belum meyakini Islam sebagai jawaban berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan negara.
Tantangan yang satu ini merupakan tantangan yang paling serius dan sangat rumit. Sejarah membuktikan, hubungan Gerakan Dakwah di berbagai belahan bumi Islam dengan pemerintahan dan penguasanya yang silih berganti pasaca penjajahan Eropa, penuh dengan percaturan sengit dan bahkan di banyak wilayah Islam seperti Mesir, Suriah, Jordania, Tunisia, Maroko, Al-jazair dan bahkan di Indonesia dapat dikatakan sampai ke tingkat “berdarah-darah”.
Untuk itu, Gerakan Dakwah Masa Depan memerlukan kecerdasan yang labih, kesungguhan yang tidak kenal lelah, ketajaman dan kekuatan pemikiran dan firasat dalam mengevaluasi dan mengoreksi sikap dan peristiwa-pewristiwa yang sudah terjadi serta mempunyai pemahaman yang detil dan akurat tentang kondisi ideologis dan psikologis pemerintahan dan penguasa sekkarang untuk dijadikan landasan berfikir, kebiajakan, bersikap dan berbuat di masa yang akan datang terkait dengan desain baru yang akan dijalankan dalam rangka menghadapi tantangan tersebut. Di samping itu, kemampuan mengasah pemikiran dan insting untuk belajar dari sejarah juga harus ditingkatkan. Orang Mukmin itu cerdas dan tidak boleh tersengat dua kali dalam satu lobang yang sama. Apa yang terjadi bagi Gerakan Dakwah di banyak kawasan negeri Islam, berkali-kali disengat dan jatuh ke dalam lobang yang sama, seakan sudah menjadi langganan priodik.
Dalam dunia bisnis ada sebuah kaedah yang popular yaitu “merubah tantangan menjadi peluang”. Kaedah tersebut bukan hanya rumusan filosofis yang mustahil diterapkan dalam kehidupan. Dalam dunia bisnis kaedah tersebut, khususnya di era hyper competitive (percaturan yang sangat dahsyat) sekarang ini merupakan pegangan dan patokan kesuksesan. Dunia Harokah seharusunya juga mampu menerapkan kaedah tersebut, tentu dengan dhowabith (patokan-patokan) syar’i dan akhlaq mulia. Pertanyannya ialah, mampukan Gerakan Dakwah merubah tantangan yang datang dari pemerintahan dan penguasa negerinya menjadi sebuah peluang? Jawabanya insyaa Allah mampu selama memiliki kekuatan bargaining position, strategi yang kuat, perencanmaan yang matang, dan persyaratan-persyaratan yang dimiliki oleh generasi Gerakan Dakwah Pertama yang dipimpin Rasul saw.

Tantangan Gerakan Dakwah Masa Depan (3)

6. Tantangan yang datang dari gerakan atau pemerintahan non Muslim yang nota bene tidak suka jika Islam dan umat Islam maju dan bersatu menjadikan Islam the way of life bagi kaum Muslimin.
Di masa penjajahan dan imperialis Eropa atas berbagai negeri Islam bahkan beberapa dekade sebelum kejatuhan Khilafah Usmaniyah di Turki, seluruh negara Eropa penjajah, seperti Inggris, Perancis, Italia, Belanda dan Portugis, – para penjajah tersebut – melakukan serangan terhadap Islam dan umat Islam dengan dua cara, yakni al-ghozwu al-‘askari (serangan militer / bersenjata) dan al-ghozwu al-fikri (serangan pemikiran / intelectual invation). Musuh utama mereka ketika itu adalah semua Harokah At-tahrir Al-Islamiyah (Gerakan Perlawan/Kemerdekaan Islam). Namun, keberhasilan umat Islam memerdekakan negeri mereka dari penajahan fisik tidak serta mereka mereka mampu membebasakn diri mereka dari penjajahan dan al-ghozwu al-fikri. Kendati kaum imperialis secara struktural pemerintahan dan militer telah angkat kaki dari negeri Islam sejak puluhan tahun yang lalu, namun pemikiran, budaya, hukum, perundang-undagan, sistem pendidikan dan lain sebagainya masih kokoh tegak berdiri di dalam system pemerintahan Duhnia Islam hari ini, termasuk Indonesia, serta tertanam kuat dalam benak dan pemikiran mayoritas kaum Muslimin di seluruh Dunia Islam hari ini. Serangan pemikran tersebut melahirkan tiga virus yang sangat berbahaya bagi umat Islam. Pertama, sekularisme. Kedua, nasionalisme. Ketiga, demokrasi.
Untuk menjamin kelangsungan jajahanya pasca angkat kaki dari neger-negeri Islam, kaum penjajah Eropa meninggalkan dan mewariskan tiga virus mematikan (sekularisme, nasionalisme dan demokrasi) melalui tiga wadah yang sangat efektif dan strategis. Pertama, tokoh-tokoh sekular yang akan menjadi penguasa dan yang akan punya pengaruh kuat di masyarakat. Kedua, sistem pemerintahan, termasuk sistem pendidikan, hukum dan perundang-undangan. Ketiga, kelompok-kelompok sempalan Islam yang akan mengaburkan dan mengobrak abrik ajaran Islam, bahkan di India termasuk Pakistan, Inggris sengaja melahirkan agama baru yang berkedok Islam, yakni Ahmadiyyah yang dipelopori oleh MirzaGhulam Ahmad yang mengklaim diri sebagai Nabi terakhir. Karena Ahmadiyah sudah dinayatakan terlarang di Pakistan, maka Inggris dengan serta merta memindahkan pusat kegiatannya ke Inggris.
Bersamaan dengan perubahan-perubahan yang terjadi di seluruh penjuru dunia pasca peristiwa WTC dan Pentagon 11 Nopember 2001 yang lalu, keliahtannya Amerika sebagai komandan uatama anti Islam dan Gerakan Dakwah, menerapkan kembali pola penjajajahan Eropa di era imperialisme. Dua bentuk serangan (al-ghozwu al-fokri dan al-ghozwu al-‘askari), nyata-nayata diterpaknnya. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Amerika menghancurkan pemerintahan Thaliban di Afghanista tidak lama berselang kasus WTC tersebut. Di Irak, sampai hari ini kita masih menyaksikan kejahatan militer Amerika terhadap bangsa Irak Muslim. Di Phlipina Amerika juga terlibat membantu militer pemerintah Manila untuk menumpas umat Islam di Mimndano, selatan Philipina. Di Indonesia, Gerge W. Bush moncoba melobi Megawati Soekarno Putri, ketika menjabat Presiden RI beberapa tahun yang lalu agar menyerahkan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ke pemerintahan Amerika Serikat. Dan sebelumnya berbagai rekayasa yang dilancarkan intelijen Amerika seperti kasus Umar Al-Faruq, dan bahkan menurut banyak pengamat intelijen dan militer, bom Bali, J.W. Meriot dan sebagainya besar kemungkinan keterlibatan tangan-tangan intelijen Amerika dalam peristiwa tersebut. Bahkan beberapa waktu yang lalu Amerika dan Ausrtalian selalu menyampaikan issu akan adanya serangan bom, seperti di WTC Mangga Dua, kendati tidak terjadi. Amerika melakukan manuver-manuver intelijens terhadap Indonesia, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan tujuan mendominasi informasi intelijen di negeri ini sehingga dapat mengendalikan orientasi dan kinerja institusi keamanan (kepolisian) dan intileijen nasional (BIN).
Issu terosime yang dilontarkan Amerika tersebut sesunggunhnya adalah sebuah al-ghozwu al-fikri yang sangat berpengaruh terhadap pola fkir dan cara pandang umat Islam terhadap Islam dan Gerakan Dakwah. Dimasukkannya Dr. Hidayat Nur Wahid dan yayasannya Al-haromain oleh Amerika ke dalam daftar terorisme beberapa waktu yang lalu, kendati dibatalkan kembali, dan Amerika sama sekali tidak minta ma’af, dan juga rekayasa kasus Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan lain sebagainya merupakan bukti kongkrit bahwa Amerika telah, sedang dan akan menganggap Gerakan Dakwah sebagi musuh nomor wahid, khususnya setelah kekuatan komunisme Timur ambruk sejak satu decade yang lalu.
Bentuk lain dari al-ghozwu al-fikri yang dilancarkan Amerika ialah dengan memberikan berbagai bentuk dukungan terhadap kelompok-kelompok Islam “nyeleneh” seperti Jaringan Islam Liberal (JIL) – di Indonesia – dan kelompok-kelompok separatis di berbagai wilayah Islam, termasuk di Indonesia, agar umat Islam selalu disibukkan oleh pekerjaan rumah (PR) yang seakan tidak ada kesudahannya.
Sikap anti Islam Barat dan anti Gerakan Dakwah yang menyerukan keharusan kembali kepada ajalaran Islam secara syumul (konperehensif) pasca peristiwa WTC dikomandani oleh Amerika Serikat dan wakil komandan satu adalah Inggris dan wakil komandan dua-nya Australia. Amerika telah berupaya keras melobi pemerintahan Dunia Islam agara masuk dalam jaringannya dalam memerangi Gerakan Dakwah atau apa yang dinamakannya dengan “terorisme”. Berbagai peristiwa yang dituduhkan Amerika terhadap tokoh-tokoh Gerakan Dakwah seperti Ustazd Abu Bakar Ba’asyir dan campur tangannya terhadap proses pembukitian tuduhan tersebut, serta beruoaya keras untuk dihukum di Aerika jelas-jelas cerminan sikap permusuhannya terhadap Gerakan Dakwah.
Gerakan Dakwah Masa Depan khususnya di Indonesia harus waspada dan tidak boleh lalai terhadap ancaman tersebut, kendati Indonesia sekarang sedang dalam era keterbuakaan.Mereka pasti sadar betul bahwa era keterbukaan yan sedang dinikmati umat Islam Indonesia, pasti ibarat pisau bermata dua. Amerika akan mengambil langkah-langkah startegis dan mungkin ofensif untuk mengantisipasi perkembangan Gerakan Dakwah yang sudah terlanjur tumbuh dan berakar di masyarakat. Apalagi di Indonesi, Gerakan Dakwah sudah mulai memasuki dunia politik praktis yang pada akhirnya akan mempengaruhi sistem pemerintahan Indonesia dan politik luar negerinya. Tentu hal tersebut akan dianggap Amerika dan sekutunya sebagai ancaman masa depan yang tidak boleh diapndang remeh, apalagi Indonseia sebuah negeri Muslim kaya akan sumberdaya manusia dan alamnya. Kejahatan Amerika di Afghanista dan di Irak merupakan bukti tidak siapnya Amerika dan sekutunya untuk berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negeri Islam yang memiliki potensi kemajuan pemikiran keislaman dan persenjataan.
Pekerjaan Rumah (PR) Gerakan Dakwah Masa Depan dalam mengantisipasi ancaman tersebut tidak lain kecuali membangun soliditas organisai, konsolidasi sesama Gerakan Dakwah, dengan tokoh-tokoh Dakwah, membangun jaringan yang luas di masyarakat serta memilki lobi yang kuat di pemerintahan dengan membuktikan bahwa Gerakan Dakwah Masa Depan bukan ancaman bagi pemerintah negara-negara Muslim, melainkan mitra dan partner dalam membangun dan mengangkat dratjat dan martabat bangsa secara keseluruhan. Buktikan di masyarakat dan pemerintahan bahwa para aktivis Gerakan Dakwah Masa Depan adalah relawan-relawan yang tidak kenal pamrih dan menyerah demi untuk mewujudkan kebangkitan, kemajuan dan kemakmuran segenap masyarakat.
Upaya-upaya tersebut bukan berarti dapat memuskan semua kelompok masyarakat. Pasti ada saja kelompok msayarkat atau sebagian penguasa yang tidak mau memahami dan menerima kehadiran para relawan tersebut karena merasa keberadaan mereka terancam yang selama ini penuh dengan kecurangan dan kejahatan. “ Dan demikianlah Kami telah jadikan di setiap negeri itu pembesar-pembesar kejahatannya, agar mereka selalu melakukan maker di dalamnya, dan tidak akan (terkena) makar tersebut melainkan diri mereka sendiri sedangkan mereka tidak menyadarinya “ (Q.S Al-‘An’am / 6 : 123)
Tabel 1.C
Pola Hubungan/Interaksi Gerakan Dakwa Masa Depan dengan Para penguasa