:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

Sepatah Kata Perpisahan

اللقاء حقيقة انتظار للموادعة

والموادعة آخرة من اللقاء

Hakikat perjummpaan adalah penantian perpisahan

Perpisahan adalah kepastian akhir sebuah perjumpaan

 

Tibalah saatnya, aku sampaikan sepatah kata perpisahan yang menjadi kepastian akhir sebuah perjumpaan.

Perasaan, baru sebentar kita berjumpa di gubug pesantren. awalnya kita saling berkenalan. seiring berjalanya waktu kitapun terbiasa dan saling memahami sikap dan perilaku diantara kita. tak jarang kita berdebat mempertahankan pendapat saat musyawaroh di kelas dan sangat biasa kita tidak sepakat dalam proses memutuskan perkara.

Dibanyak kesempatan kita masak-masak bersama dan membuat acara religi dadakan sementara dengan membaca shalawat maupun Maulud saraful Anam. setelah sajian makanan itu disantap, pasti banyak koreksi tentang rasa yang kadang dapat menyinggung salah satu koki dari kita. bumbu yang tersisa, biasa dulu-duluan disikat siapa diantara kita yang masak setelahnya. bahan bakar kayu di sekitar area masak bersama-juga kadang habis manis, dan juru api kita atau bahkan kita sekongkol menyerobot milik lainya dan pernah kita sikat milik kyai kan!.

Peralatan tidur yang sering kita perebutkan adalah bantal, alas karpet dan selimut. antara kitapun seolah sepakat, siapa yang duluan sudah memakai maka tak boleh lagi ada yang merebutnya lagi. hanya saja kadang saat sudah terlelap tidur sering kali sering kali bangun dan bantal/selimut itupun sudah tiada.

Saat ngaji, sering kitab kita tertukar. itu karena cetakan dan terbitannya sama, didukung tergesa-gesa. salah juz kitab-pun acap kali terjadi, padahal saat itu “ketiban” membaca untuk diuji. hilang akal dan salah harokatpun wajar sekali, belum lagi kalau ada tugas mbadali.

 

kitapun pernah saling diam, karena suatu permasalahan. mungkin aku pernah menguak aibmu, karena itu sekarang aku ampunilah.

dua hal yang aku masih gagal, kamu tak boleh sepertiku. satu rajin berjamaah sholat, kadang aku tak berjamaah dengan alasan kerja bakti atau ada tamu yang kutemui. sungguh, itu bukan alasan yang dapt diterima syariat agami. dua membaca al-qur’an, sering kali aku terlengah karena ada jadual dadakan dan gurauan teman. sungguh, semua itu tak pantas terjadi bagi yang mengethui keutamaan kitab suci mu’jizat akhir zaman. Sekian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: