:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

Archive for the ‘Kitab Pesantren’ Category

Kumpulan bahan Hafalan Hadist-Hadist pendek

MATERI HADITS PENDEK

http://ahhafidh.blogspot.com/2013/01/materi-hadits-pendek.html

 

Aku tinggalkan untukmu dua perkara, kamu tidak akan tersesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya. Yaitu Kitab Allah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabinya (Al-Hadits).”

(HR. Ibnul Abdil Bar)

 

 

KASIH SAYANG

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

“Barangsiapa tidak menyayangi tidak akan disayangi.”

(HR. Muslim)

 

KEBERSIHAN

اَلطَّهُوْرُ شَطْرُ الْإِيْمَانِ

“Kebersihan itu sebagian dari Iman”

(HR. Muslim)

 

MENYEBARKAN SALAM

اَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ

“Sebarkanlah salam diantara kamu.”

(HR. Muslim)

 

JANGAN SUKA MARAH

لَا تَغْضَبْ وَ لَكَ الْجَنَّة

“Janganlah kamu suka marah, maka bagimu surga.”

(HR. Thabrani)

 

SESAMA MUSLIM BERSAUDARA

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ

“Seorang Muslim adalah saudara bagi muslim yang lain.”

(HR. Muslim)

 

SENYUM ITU SHODAQOH

تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ

“Senyummu dihadapan saudaramu adalah shodaqoh.”

(HR. Tirmidzi)

 

WAJIB MENUNTUT ILMU

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu wajib bagi tiap muslim.”

(HR. Muslim)

 

MENGASIHI MAKHLUK ALLAH

اِرْحَمْ مَنْ فِى الْأَرْضِ يَرْحَمْكَ مَنْ فِى السَّمَاءِ

“Kasihilah makhluk di bumi, nanti engkau dikasihi yang di langit.”

(HR. Thabrani)

 

BERBUAT BAIK

كُلُّ مَعْرُوْفٍ صَدَقَةٌ

“Setiap kebaikan adalah shodaqoh (perbuatan baik).”

(HR. Muslim)

 

MENCARI ILMU

اُطْلُبُ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ

“Tuntutlah ilmu dari buaian sampai ke liang lahat.”

(HR. Muslim)

 

KEUTAMAAN BELAJAR AL-QUR’AN

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَ عَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan yang mengajarkannya.”

(HR. Bukhari)

 

MAHIR (PINTAR) MEMBACA AL-QUR’AN

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ

“Orang yang pintar membaca Al-Qur’an akan tinggal bersama Jibril.”

(HR. Bukhari Muslim)

 

SILATURAHMI

اِتَّقُوا اللهَ وَ صِلُّوْا أَرْحَامَكُمْ

“Bertaqwalah kepada Allah dan bersilaturahmilah.”

(HR. Ibnu Asshaqir)

 

LARANGAN MEMUTUS SILATURAHMI

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ الرَّحِيْمِ

“Tidak masuk surga pemutus silaturahmi.”

(HR. Muslim)

 

MEMULIAKAN / MENGHORMATI TAMU

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah memuliakan tamu.”

(HR. Bukhari – Muslim)

 

PERINTAH MEMBACA BASMALAH SEBELUM MAKAN, MEMAKAI TANGAN KANAN KETIKA MAKAN, DAN MENGAMBIL MAKANAN YANG PALING DEKAT

سَمِّ اللهَ وَ كُلْ بِيَمِيْنِكَ وَ كُلْ مِمَّا يَلِيْكَ

“Bacalah Bismillah dan makanlah dengan tangan kananmu dan mulailah dari yang dekat.”

(HR. Muslim)

 

BEKERJA HARUS RAPIH

اِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمَلَ أَحَدَكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

“Sesungguhnya Allah mencintai seorang diantara kamu yang apabila bekerja selalu rapi.”

(HR. Baihaqi)

 

KEINDAHAN

إِنَّ اللهَ جَمِيْلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ

“Sesungguhnya Allah itu Indah dan mencintai keindahan.”

(HR. Thabrani)

 

BERKATA BAIK

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diam.”

(HR. Bukhori – Muslim)

 

LARANGAN MENCELA

لَيْسَ الْمُؤْمِنُ بِالطَّعَانِ وَ لَا اللَّعَانِ وَ لَا الْفَاحِشِى وَ لَا الْبَذِى

“Seorang mukmin itu tidak menghina, mengumpat, berkata dan berbuat keji.”

(HR. Tirmidzi)

 

MENUTUP AURAT

اِنَّا نُهِيْنَا أَنْ تُرَى عَوْرَاتُنَا

“Sesungguhnya kita dilarang menampakkan aurat kita.”

(HR. Al-Haakim)

 

PEMINTA

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يُبْغِضُ السَّائِلَ الْمُلْحِفَ

“Sesungguhnya Allah tidak suka orang yang meminta dengan memaksa.”

(HR. Abu Na’im)

 

 

MEMENUHI UNDANGAN

إِذَا دُعِيَ أَحَدُكُمْ اِلَى الْوَلِيْمَةَ فَلْيَأْنِهَا

“Apabila kamu diundang pada suatu acara (jamuan) hendaklah kamu penuhi (perkenankan).”

(HR. Muslim)

 

ADAB BERSIN

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَضَعْ كَفَّيْهِ عَلَى وَجْهِهِ وَ لْيُخَفِّفْ صَوْتَهُ

“Apabila seorang di antara kamu bersin maka hendaklah ia meletakkan telapak tangan di mukanya dan hendaklah ia pelankan suaranya.”

(HR. Haakim)

 

LARANGAN BERBICARA DALAM SHOLAT

نُهِيْنَا عَنِ الْكَلَامِ فِى الصَّلِاةِ إِلَّا الْقُرْآنَ وَالذِّكْرَ

“Kita dilarang mengucapkan sesuatu dalam sholat kecuali Al-Qur’an dan dzikir.”

(HR. Ahmad)

 

MASJID ITU RUMAH ORANG MUKMIN

الْمَسْجِدُ بَيْتُ كُلِّ مُؤْمِنٍ

“Masjid adalah rumah tiap mukmin.”

 

KEUTAMAAN MEMBERI HADIYAH

تَهَادُوْا تَحَابُّوْا

“Saling memberi hadiyahlah maka kalian akan saling mencintai.”

 

KEUTAMAAN BERDO’A

اَلدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَة

“Do’a itu adalah ibadah.”

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

 

LARANGAN MENIUP MAKANAN DAN MINUMAN

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم عَنِ النَّفْخِ فِى الطَّعَامِ وَ الشَّرَابِ

“Rasulullah SAW melarang meniup makanan dan minuman.”

(HR. Ahmad)

 

MENGUTAMAKAN SISI KANAN

اِذَا لَبِسْتُمْ وَ إِذَا تَوَاضَأْتُمْ فَابْدَءُوْا بِيَمِيْنِكُمْ

“Jika kalian berpakaian dan berwudlu maka mulailah dengan sisi kananmu.”

(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

 

MENJAGA LISAN

أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فِى لِسَانِهِ

“Kesalahan anak adam yang terbanyak adalah lisannya.”

(HR. Al-Haakim)

 

MENCINTAI SAUDARA

لَا يُؤْمِنَ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبَّ لِنَفْسِهِ

“Tidak sempurna iman seorang di antaramu sehingga ia mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri.”

(HR. Bukhori – Muslim)

 

SHOLAT TEPAT WAKTU

صَلِّ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا

“Kerjakan sholat pada waktunya.”

(HR. Nasa’i dan Ibnu Hiban)

 

SABAR

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرْعَةِ اِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang kuat bukanlah karena menang gulat, tetapi orang kuat adalah orang yang dapat menahan diri di waktu marah.”

(HR. Ahmad dan Baihaqi)

 

(MEMULAI) PEKERJAAN (DENGAN BASMALAH)

كُلُّ اَمْرٍ ذِيْ بَالِ لَا يُبْدَأُ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ اَقْطَعُ

“Setiap pekerjaan itu dimulai dengan Bismillah. Jika tidak ingin hilang barokahnya.”

 

KEHARUSAN BERSYUKUR

مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرِ اللهَ

“Barangsiapa tidak berterima kasih kepada sesama manusia maka dia tidak bersyukur kepada Allah.”

 

MALU ITU AKHLAK ISLAM

إِنَّ خُلُقَ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ

“Sesungguhnya rasa malu sebagian dari akhlaq Islam.”

 

MEMBANTU SAUDARA YANG MISKIN

مَنْ يَكُنْ فِى حَاجَةِ أَخِيْهِ يَكْفِ اللهُ فِى حَاجَتِهِ

“Barangsiapa membantu memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah membantu kebutuhannya.”

 

SHAUM RAMADHAN

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَ احْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Siapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanan dan mengharapkan keridhoan Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.”

(HR. Ahmad dan Ashhabus Sunnah)

 

ADAB BERTETANGGA

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَ الْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ اِلَى جَارِهِ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.”

 

ZAKAT

مَنْ أَدَّى زَكَاةَ مَالِهِ نَهَبَ عَنْهُ

“Barangsiapa membayar zakat hartanya maka hilanglah keburukannya.”

 

KEUTAMAAN SEDEKAH

مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ

“Sedekah itu tidak mengurangi harta.”

 

KEJUJURAN

إِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِى إِلَى الْبَرِّ وَ اِنَّ الْبَرَّ يَهْدِى إِلَى الْجَنَّةِ

“Sesungguhnya jujur itu menuntun pada kebaikan dan kebaikan menuntun ke surga.”

 

MENYAYANGI YANG LEBIH KECIL

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَ يُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا

“Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak menyayangi yang kecil dan tidak menghormati yang lebih besar.”

 

TAKBIR DAN TAHMID SAAT BEPERGIAN

كُنَّا اِذَا صَعِدْنَا كَبَّرْنَا وَ اِذَا نَزَلْنَا سَبَّحْنَا

“Apabila kamu mendaki kamu membaca takbir dan bila kamu turun kamu membaca tasbih.”

(HR. Bukhori)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KUMPULAN KALIMAT & HADITS SINGKAT

http://aeiroura.blogspot.com/2012/12/kumpulan-kalimat-hadits-singkat.html

 

( Kumpulan sms dari “ AL QUR’AN SELULER – 8808 “ )

 

 

“ KIAT HIDUP SUKSES DALAM KESEDERHANAAN YAITU SIKAP 7-T :

Tenang, Terencana, Terampil, Tertib, Tekun, Tegar DAN Tawadhu “

( Gymnastiar – Management Qolbu )

 

 

 

  1. “ Yang menyebabkan agama cacat adalah hawa nafsu, maka kendalikanlah hawa nafsumu “ ( Asyahaab )

 

  1. “ Orang yang berdzikir kepada ALLAH dan yang tidak, ibarat orang yang hidup dan orang yang mati “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Malam hari ada saat bila orang muslim meminta suatu kebaikan dalam urusan dunia dan akhirat kepada ALLAH, niscaya Dia memberikannya “ ( Muslim )

 

  1. “ Pakaian untukmu yang terbaik ialah yang berwarna putih, maka pakailah dan juga untuk mengkafani mayit-mayitmu “ (Ath-thatawi)

 

  1. “ Barang siapa tidak dapat meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (waktu berpuasa) maka Allah tidak membutuhkan lapar dan hausnya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Barang Siapa menyenangi amalan kebaikannya dan bersedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang mukmin “ ( AL Hakim )

 

  1. “ Iman paling  afdol adalah  apabila  kamu  mengetahui  bahwa  Allah  selalu  menyertaimu    dimanapun  kamu berada “   ( Thobari )

 

  1. “ Orang yang mengabaikan agama untuk kepentingan dunia, Allah akan menimpakannya perkara-perkara yang membahayakan mereka “ ( Ahmad )

 

  1. “ Khalifah-khalifah Rasulullah, adalah orang-orang yang datang sesudahku mengulang-ngulang pelajaran hadits-hadits dan sunahku, serta mengajarkannya kepada orang-orang sesudahku “ ( Aridh )

 

  1. “ Sabda Rasulullah SAW : Siapa puasa Ramadhan lalu dia lanjutkan puasa enam hari di bulan Syawal sama nilainya dengan puasa selamanya “ ( Muslim )

 

  1. “ Sabda Rasulullah SAW : Orang-orang akan senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa “ ( Muttafaq Alaih )

 

  1. “ Mencaci maki seorang mukmin adalah suatu kejahatan, dan memeranginya adalah suatu kekufuran ( Muslim )

 

  1. “ Syurga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat “ ( Bukhari )

 

  1. “ Azab yang paling ringan di Neraka pada hari kiamat ialah dua butir bara api di kedua telapak kakinya yang dapat merebus otak “ ( At Tirmi )

 

  1. “ Rasul melarang mengapur kuburan, duduk-duduk diatas kuburan dan membangun kuburan , tetapi cukup unggukan tanah saja setinggi satu jengkal “ ( Muslim )

 

  1. “ Laksanakan segala apa yang diwajibkan Allah, niscaya kamu menjadi orang yang paling bertaqwa “ ( Atthabrani )

 

  1. “ Barang siapa yang merasa diperlambat rezekinya maka hendaknya dia beristiqhfar kepada Allah “ ( Baihaqi dan Ar-rabii)

 

  1. “ Orang –orang penghuni syurga akan menyesal bila 1 jam saja di dunia dia tidak berdzikir kepada Allah “ ( Adailami )

 

  1. “ Dua kalimat ringan diucapkan lidah dan berat dalam timbangan serta disukai oleh Allah adalah Subhanallah, Wabihamdihi, Subhanallahil adhim “ ( Bukhari )

 

  1. “ Kesombongan adalah menolak kebenaran & melecehkan orang “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah bersabda : Allah telah berfirman “ Hamba-hamba KU yang lebih Aku sukai ialah yang lebih cepat berbuka pada waktunya “ ( Tarmidzi )

 

  1. “ Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya “ ( Atthalaq : 3 )

 

  1. “ Siapa yang memberi buka pada orang puasa, maka ia mendapat pahala seperti orang yang puasa itu, dengan tidak mengurangi dari pahala orang yang puasa sedikitpun “

 

  1. “ Bahagia yang paling bahagia ialah : Panjang Umur dalam ketaatan pada Allah “ (  Adailami / Al  Qodho’I ).

 

  1. “ Bila seorang hamba aku perluas baginya mata pencahariannya dan 5 tahun berlalu tidak berhaji kerumahku, maka dia akan kehilangan (pemberianku) “

 

  1. “ Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit dengan bersodaqoh dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana “ ( Atthabra )

 

  1. “ Seorang yang kurang amalannya maka Allah akan menimpanya dengan kegelisahan dan kesedihan “ (  Ahmad )

 

  1. “ Ada dua kenikmatan yang membuat orang terpedaya, yaitu kesehatan dan waktu senggang “ ( Bukhari )

 

  1. “ Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya,kaka dia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah Azza Wajalla “ ( Ahmad )

 

  1. “ Siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan membebaskan dari kedukaan, keluar dari kesempitan dan rezki dari arah yang tidak diduga-duga “ ( Abu Dawud )

 

  1. “ Siapa yang bangun pada malam Lailatul Qadr karena dorongan iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampunkan dosa yang lalu “ ( Bukhari )

 

  1. “ Seseorang masuk syurga bukan karena amalnya, tetapi karena Rahmat Allah Taala. Karena itu bertindaklah yang lurus (baik dan benar) “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah bersabda : Dua kegembiraan bagi orang berpuasa, yaitu kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan tatkala bertemu Allah “ ( Bukhari & Muslim )

 

  1. “ Pandanglah orang yang dibawahmu, jangan pandang orang-orang yang diatasmu karena kamu akan tidak menghina kenikmatan Allah untukmu “ ( Muslim)

 

  1. “ Barang Siapa bernazar taat kepada Allah hendaklah ditaati, dan yang bernazar maksiat kepada Allah maka janganlah ia melakukannya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Hari raya Nabi menempuh jalan pulang, lain dari pada jalan yang telah ditempuh beliau untuk pergi “ (Bukhari )

 

  1. “ Barang siapa melakukan pemborosan (royal dan tabdzir) maka Allah akan mencegahnya dari perolehan rezkinya “ ( Asysyihaab )

 

  1. “ Tidak ada susu yang lebih baik (unggul) dai pada air susu ibumu, maka hormati dan sayangilah ibumu selamanya “ ( Ar-Ridha )

 

  1. “ Orang yang paling kenyang makan didunia akan menjadi paling lama lapar pada hari kiamat “ ( Al Hakim )

 

  1. “ Barang siapa menzalimi orang lain terhadap sejengkal lahan, maka dia akan dililit dengan tujuh bumi “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Bila tiga orang dalam perjalanan hendaklah menunjuk seseorang pemimpin rombongan dan yang paling berhak adalah orang yang paling pandai membaca Al-Qur’an “ ( Muslim )

 

  1. “ Tiada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seseorang hamba yang lebih luas baginya dari pada Sabar “ ( Al Hakim )

 

  1. “ Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat : orang yang mendapat harta dari sumber yang tidak halal dan menyebabkannya masuk neraka “ ( Bukhari )

 

  1. “ Jangan menimbulkan ketakutan pada dirimu sendiri (dengan berhutang) sesudah terasa olehmu ketentraman “ ( Ahmad )

 

  1. “ Akan datang bagi manusia suatu zaman dimana orang tidak peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram “ ( Bukhari )

 

  1. “ Tiada beriman orang  yang tidak memegang amanat dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji “( Adailami )

 

  1. “ Orang yang paling pedih siksaannya pada hari kiamat ialah orang alim yang Allah menjadikan ilmunya tidak bermanfaat “ ( Al Baihaqi )

 

  1. “ Barang siapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan disayangi Allah “ (Bukhari )

 

  1. “ Rasulullah SAW ditanya tentang peran orang tua, beliau menjawab : ‘Mereka adalah yang menyebabkan surgamu dan nerakamu’ “ ( Ibnu Majah )

 

  1. “ Bersilaturrahmi (keluarga dekat) niscaya keluarga mencintainya, diperluas rizki, Allah masukkan kedalam surga yang dijanjikannya “ ( Ar Rabii )

 

  1. “ Berdosalah orang yang menahan pemberian pangan kepada orang yang menjadi tanggungannya “ ( Muslim )

 

  1. “ Alangkah baiknya orang yang sibuk meneliti aib diri mereka sendiri dengan tidak mengurusi aib orang lain “ ( Adilami )

 

  1. “ Bila berjanji sesuatu kepada anak tepatilah. Sesungguhnya yang mereka tahu hanya kamu yang beri mereka rezeki “ ( Aththahawi )

 

  1. “ Barang siapa berjabat tangan dengan perempuan yang bukan mahramnya maka dimurkai Allah SWT “ ( Ibnu baabawih )

 

  1. “ Perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya : Keluarga, Harta, Amalnya, sedang harta dan keluarga kembali dan yang tinggal bersamanya hanya amalnya “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Tiada aku  meninggalkan suatu fitnah sesudahku lebih berbahaya terhadap kaum pria dari pada godaan wanita “    ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Barang siapa mempunyai dua anak perempuan dan diasuh dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk surga “ ( Bukhari )

 

  1. “ Yang lebih muda beri salam kepada yang tua, yang lewat kepada yang duduk dan yang berjumlah sedikit kepada yang berjumlah banyak “ ( Bukhari )

 

  1. “ Tiadalah kamu mendapat pertolongan (bantuan) dan rezeki kecuali karena orang-orang yang lemah dari kalangan kamu “ ( Bukhari )

 

  1. “ Fitrah manusia adalah : dikhitan, mencukur rambut kemaluan, merapikan kumis, memotong kuku dan mencabuti bulu ketiak “ ( Bukhari )

 

  1. “ Watsilah bin Asqa’ merawikan Rasulullah bersabda : Allah dan Malaikat-Nya bersalawat atas orang-orang yang bersorban pada hari Jum’at “ ( Tabrani dari Ibnu Adi ).

 

  1. “ Kalian hadirkan untukku badan-badan kalian dan menunjukkan kepadaku ucapan-ucapan kalian, tetapi jiwa-jiwa kalian jauh dariku. Sungguh sia-sia perbuatan kalian “ ( Nasa’I dengan sanad dan Sahih )

 

  1. “ Jika seorang hamba mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta, jika mendekat kepada-Ku sehasta maka Aku akan mendekat sedepa “ ( Bukhari )

 

  1. “ Orang yang memberi petunjuk kepada kebaikan maka sama pahalanya dengan orang yang melakukannya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Bila mengimami makmum ringankan sholat karena anak-anak dan orang tua yang lemah/sakit dan punya hajat dan bila sholat sendiri bisa sesukanya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Tiada seorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya dan seluruh manusia “ ( Bukhari )

 

  1. “ Rasul SAW biasa mengerjakan sholat malam hingga kakinya bengkak, dan beliau tidak senang bila ada orang berjalan-jalan dibelakangnya “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Orang yang membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama adalah orang yang tahu tentang Tuhannya, dan orang yang membaca surat Al-Ikhlas di rakaat ke dua adalah orang yang beriman “ ( Bukhari )

 

  1. “ Jika seseorang wafat maka putuslah amalannya kecuali tiga hal, yaitu Sodaqoh jariah, penyebaran ilmu yang bermanfaat dan anak saleh yang mendoakannya “ ( Muslim )

 

  1. “ Allah SWT berfirman : Hai anak Adam, infaklah/nafkahkanlah hartamu, niscaya aku memberikan nafkah kepadamu “ ( Muslim )

 

  1. “ Orang yang membatalkan pemberian sodaqohnya , seperti anjing yang makan kembali muntahnya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Aisyah ra. Berkata : Tidak pernah Rasulullah menggunakan tangan untuk memukul istri dan pelayannya kecuali untuk berperang Fisabillillah dan bila diganggu lalu membalas “ ( Muslim ).

 

  1. “ Aisyah ra. berkata : Belum pernah saya melihat Rasulullah tertawa gelak sehingga terlihat langit-langit mulutnya, tetapi ia selalu tersenyum “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Nabi SAW tidak pernah meninggalkan empat rakaat sebelum zhuhur dan dua rakaat sebelum subuh “ ( Bukhari )

 

  1. “ Aisyah ra. berkata : Rasulullah suka mendahulukan sebelah kanan dalam semua perbuatannya baik dalam bersuci, sisir dan bersandal “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Ada seseorang yang makan di depan Rasulullah dengan tangan kiri, maka ditegur oleh Rasulullah dengan tangan kananmu “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah ketika wafat tiada meninggalkan dinar, dirham & hamba sahaya pria/wanita, tiada juga meninggalkan suatu apapun “ ( Bukhari )

 

  1. “ Sabda Rasulullah SAW : Apabila salah seorang dari kalian bangun malam hari, hendaknya sholat malamnya dengan dua rakaat ringan “ ( Muslim )

 

  1. “ Bila kau sedang bertiga maka janganlah dua orang berbisik-bisik dengan meninggalkan yang lain, karena itu akan membuatnya sedih “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Yang dikatakan orang kuat bukanlah orang yg tenaganya kuat, tetapi orang yang kuat menahan ketika amarahnya datang “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Rasul SAW : Menguap itu dari syetan, maka bila kamu menguap hendaknya menutup mulut semampumu “ ( Bukhari )

 

  1. “ Apabila kamu bangun dari tidurmu, hendaklah kamu membersihkan hidung 3 kali, karena syetan bermalam diatas hidungmu “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Jangan kamu putus silaturrahmi, dan janganlah kamu saling memarahi, jadilah kamu hambah-hamba yang saling bersaudara “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Haram bagi kaum muslim memutus silaturrahmi lebih dari 3 hari, dan yang terbaik yang lebih dahulu memberi salam “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Bila kamu menggunakan sandal / sepatu, dahulukan yang kaki kanan, dan bila menanggalkan dahulukan yang kiri “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Rasulullah S.A.W melarang kita meratapi orang yang sudah meninggal “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Dalam berwudhu sunnah meluaskan usapan anggota wudhu lebih banyak dari batasannya, agar membawa kecemerlangan di akhirat “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Khamar adalah haram walaupun dirubah/dicampur dalam bentuk apapun “ ( Muslim/Tarmidzi )

 

  1. “ Membuka  atau membiarkan kedua sarung kaki dalam berwudhu adalah  boleh, cukup diusap bahagian atasnya “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Haram untuk sholat dan menguburkan jenazah pada 3 waktu : Matahari Terbit, Matahari tepat ditengah, Matahari hampir terbenam “ ( Muslim )

 

  1. “ Haram berpaling muka ketika sedang sholat, selain ke arah sujud “ ( Bukhari )

 

  1. “ Menghibahkan semua harta kelak setelah pemiliknya meninggal, padahal ia punya hutang adalah haram “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Rasul pernah sholat sambil menggendong anak, ketika sujud diletakkan dan ketika berdiri digendong kembali “( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Rasulullah berkata : tidak boleh berjalan terburu-buru untuk mengejar sholat berjamaah, tetapi cukup sempurnakan yang tertinggal “ ( Bukhari / Muslim ).

 

  1. “ Ketika sholat Rasulullah pernah menangis, sehingga terdengar oleh makmum, jadi dibolehkan menangis ketika sholat “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Dalam bersedekah sunnah mengutamakan orang yang lebih dekat kekeluargaannya “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Membicarakan kejelekan orang yang sudah mati apalagi menjelek-jelekkannya adalah HARAM “ ( Bukhari )

 

  1. “ Memejamkan mata orang mati adalah wajib, meratapi orang mati adalah Haram “ ( Muslim )

 

  1. “ Puasa satu hari pada saat jihad fisabilillah, Allah akan menjauhkan dirinya dari api neraka sejauh perjalanan 70 tahun “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Anak boleh  menggantikan   orang  tuanya   yang sudah   tidak   kuat / berhalangan dalam berhaji “                              ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Sunah melayat jenasah dan mengantarkannya sampai ke kuburan “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Mengenakan sesuatu selain kain kafan pada mayit adalah HARAM “ ( Bukhari/Muslim)

 

  1. “ Sholat itu wajib khusyu, bila ada yang membuang tidak khusyu WAJIB untuk disingkarkan “ (Bukhari / Muslim)

 

  1. “ Meninggalkan tempat tawar menawar dan tidak memberikan keputusan jadi atau tidak karena takut jual belinya jadi adalah HARAM “ ( 5 Ahli Hadist )

 

  1. “ Membaca Bismillah sebelum makan WAJIB. Menggunakan tangan kanan dalam makan WAJIB. Mengambil makanan dari yang terdekat adalah Mubah “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Seorang muslim yang murtad dan melakukan tindakan mengacau umat Islam, maka ia boleh dihukum mati “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Istri yang dibeli belanja tidak cukup oleh suaminya halal mengambil tambahan dari saku suaminya tanpa sepengetahuannya “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Setiap sepuluh orang hamba mengucapkan “ La illaha Illallah….” dengan ikhlas, akan dibukakan pintu-pintu langit hingga ia akan tembus ke arasy “ ( Abu Hurairah )

 

  1. “ Paling dekat seorang hamba kepada Allah ialah ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa ketika bersujud “ ( Muslim )

 

  1. “ Barang siapa berwudhu dengan baik, keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya hingga dari bawah kuku-kukunya “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah SAW bersabda : “Tiada seseorang beriman hingga aku lebih dicintai dari ayahnya, anaknya dan seluruh manusia “ ( Bukhari )

 

  1. “ Ucapan yang paling benar adalah Kitabullah, dan sebaik-baiknya jalan hidup adalah jalan hidup Nabi Muhammad SAW “ ( Muslim )

 

  1. “ Siapa yang mencari mati syahid dengan sungguh-sungguh, maka Aku memberikan kepadanya meskipun dia mati diatas tempat tidurnya “ ( Muslim )

 

  1. “ Mengadakan Walimahan itu wajib walaupun hanya dengan membuat makanan sekedar terdiri dari sekilo gandum “ ( Bukhari )

 

  1. “ Rasulullah SAW bersabda : Bacalah Al Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari Kiamat sebagai penolong orang yang rajin membacanya “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah SAW bersabda : Jangan kamu mengangkat pandangan ke langit / kemana-mana dalam shalat , hentikanlah agar kamu tidak dibutakan “ ( Bukhari )

 

  1. “ Aisyah ra. : Adalah kasur Rasulullah SAW terbuat dari kulit yang disamak dilapisi pelepah korma “ ( Bukhari )

 

  1. “ Orang yang berdzikir dengan mengucapkan “ Subhannallah Wabihamdih “ sebanyak 100 x, maka Allah akan mengampuni sebesar apapun dosanya “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Sebaik-baiknya Shaft (barisan) laki-laki adalah yang paling depan dan yang terburuk ialah barisan paling belakang. Dan untuk Wanita adalah kebalikannya “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Perlakukan/nasihatilah istrimu dengan cara-cara yang baik, sehingga tidak membuat sifat istrimu menjadi rusak “ ( Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Kedua kaki hambaku yang dilibat debu dalam perang Fisabilillah tidak akan tersentuh api neraka “( Bukhari )

 

  1. “ Orang yang paling menyesal dihari Kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal dan menyebabkannya masuk neraka “ ( Bukhari )

 

  1. “ Siapa yang membantu materi / perlengkapan orang yang berperang di jalan Allah, maka dia terhitung ikut berperang, juga yang menyantuni keluarganya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Seorang mukmin adalah cermin bagi mukmin lainnya dan apabila melihat aib padanya maka dia harus memperbaikinya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Sesungguhnya orang yang mengelola harta Allah dengan tidak benar, maka bagi mereka api neraka pada hari kiamat “ ( Bukhari )

 

  1. “ Jangan mengabaikan, membenci dan menjauhi orang tuamu, Barang siapa mengabaikan orang tuanya maka ia kafir “ ( Muslim )

 

  1. “ Jangan seorang laki-laki mukmin membenci seorang istri yang beriman. Bila ada perangai yang tidak disukai, pasti ada perangai darinya yang disukai “ ( Muslim )

 

  1. “ Mukmin dan mukmin lain saling membela. Bila dizalimi upayakan agar dia menang, bila dia zalimi cegahlah dia dari perbuatannya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Dua mata yang haram dari api neraka yaitu, 1. Mata yang menangis karena takut pada Allah, 2. Mata yang menjaga islam dari gangguan orang kafir “ ( Bukhari )

 

  1. “ Umatku akan tampil pada hari kiamat dengan wajah bersinar, tangan serta kakinya berkilauan dari bekas-bekas wudhu “ ( Ahmad / Bukhari / Muslim )

 

  1. “ Perumpamaan orang yg berdzikir kepada Robb nya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati “ ( Bukhari /Muslim )

 

  1. “ Wanita dikawini karena empat perkara yaitu : Harta, Kekayaan, kedudukan, kecantikan dan agamanya. Dan pilihlah agamanya, karena berkah ditanganmu “ ( Muslim )

 

  1. “ Sebaik-baiknya kamu adalah orang yang mempelajari Al qur’an dan mengajarkannya “ ( Bukhari )

 

  1. “ Janganlah seorang istri memuji-muji wanita lain di hadapan suaminya, sehingga terbayang bagi suaminya seolah-olah dia melihat wanita itu “ ( Bukhari )

 

  1. “ Arak ( khamar ) haram walaupun dirubah dalam bentuk apapun “ ( Muslim/Tarmidzi )

 

  1. “ Sholat lima waktu, juga sholat Jum’at ke Jum’at berikut, dapat menghapus dosa-dosa yang terjadi antara semuanya, selama tidak diperbuat dosa-dosa besar “ ( Muslim )

 

  1. “ Kencing bayi perempuan najis, sedangkan kencing bayi laki-laki sebelum memakan sesuatu selain air susu ibunya tidak najis “ (hadist Sahih )

 

  1. “ Sunnah untuk memilih waktu akhir untuk sholat Zhuhur bila hawa sangat panas “ ( Bukhari/Muslim )

 

  1. “ Allah sangat gembira menerima taubat seseorang, melebihi kegembiraan seseorang yang menemukan kembali barangnya yang hilang “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah SAW : Orang yang terlewat shalat Ashar seolah-olah keluarga dan hartanya telah hilang darinya “ ( Muslim )

 

  1. “ Hai manusia, Taubatlah kamu  semua  kepada  Allah.  Sesungguhnya  aku  taubat  kepada-Nya  100 kali setiap hari “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah SAW pernah melewati anak-anak lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah SAW bersabda : Tiap pagi, dua malaikat berdoa “ Ya Allah berikanlah ganti kepada orang yang berinfak, berikanlah kemusnahan kepada orang yang tidak mau berinfak “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah SAW bersabda : Kami tidak tidur siang dan makan siang, kecuali setelah melaksanakan shalat Jum’at “ ( Muslim )

 

  1. “ Rasulullah SAW bersabda : Lima kewajiban muslim terhadap muslim lain adalah menjawab salam, mendoakan orang bersin ,  menghadiri  undangan ,  menjenguk  orang yang  sakit  serta  mengiringi  jenazah “ ( Muslim )
Advertisements

HelpDesk Syumila NU 17 GB(aplikasi samela)

phone

Bagi Anda yang mempunyai permasalahan maktabah syamilah di syumila NU, biasanya karena :

1. belum disetting Bahasa arab Windowsnya

2.belum pernah diinstall maktabah As-Syamilah

3.menggunakan windows yang ter-scurity Administrator.

 

Langkah Usaha berikut semoga bisa mengatasi.

>       silahkan diekstrak aplikasi.rar DOWNLOAD DISINI http://www.4shared.com/rar/gHbGnBORce/aplikasi_samela-bin.html

>        kemudian install,

>        (pada proses instalasi)Lalu arahkan folder ke BD-ROM/SHAMELZAM/shamela aswaja.

>         JALANKAN SYUMILA NU 1.0.

Download Syumila NU Kitab kuning Salaf pesantren dan Terjemahnya

Syumila NU :Program dan Literatur Digital Orang NU

:: Paket Medium :: 16 GB

Memuat Kitab-kitab dan Kajian Pesantren
Referensi Dakwah para Kyai, Ustadz dan Santri  [Link Download Syumila NU 9 GB(rar)]

Kitab Arbain Nawawi dan Terjemah [Download]

Terjemah Bulughul Maram Ibnu Hajar Al Atsqolani. [Download]

Terjemah Ibanatul Ahkam Jilid 1. [Donwload]

Terjemah Ibanatul Ahkam:

Terjemah Ibanatul Ahkam Jilid 2. [Download]

Terjemah Ibanatul Ahkam Jilid 3. [Download]

Terjemah Ibanatul Ahkam Jilid 4. [Download]

Kitab Fathul Barri Ibnu Hajar Al Atsqalani (lengkap). [Download]

Kitab Fathul Baari Ibnu Hajar Al Atsqalani:

Fathul Baari jilid 1.  [Download]

Fathul Baari jilid 2.  [Download]

Fathul Baari jilid 3.  [Download]

Terjemah Riyadus Sholihin:

Riyadus Sholihin Jilid 1. [Download]

Riyadus Sholihin Jilid 2. [Download]

Riyadus Sholihin Versi Ebook [Download]

Kitab  Bidayatul Mujtahid

Bidayatul Mujtahid Jilid 1. [Download]

Bidayatul Mujtahid Jilid 2. [Download]

Maulid Barzanjikitab [Download] Terjemah [Download]

24 Hadits tentang akhir zaman [Download]

Kitab Futuhul Ghoib Syaikh Abdul Qodir Al Jailani [Download]

Ilmu Tsawuf [Download]

Himpunan Kisah Malaikat [Download]

Ebook Terjemah Syarhu Usulil Iman[Download]

Ebook Himpunan Hadits Qudsi [Download]

Ebook Terjemah Sirr Al Asrar Sheikh Abdul Qadir Al Jailani [Download]

Ebook Kitab dan Terjemah Tafsir Jalalain [Download]

Risalah Haid, Nifas dan Istihadloh Bagian III “SUCI DARI HAID DAN NIFAS”

http://assunniyyahcom.blogspot.com/2012/03/risalah-haid-nifas-dan-istihadloh_6169.html

 

Setelah kita mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan haid dari bab-bab terdahulu, maka dalam bab ini, kita akan memaparkan tentang kapan seorang wanita dihukumi haid, kapan seorang wanita dihukumi suci, tanda-tanda suci, (masa) suci antara dua haid, (masa) suci yang menyela-nyelai antara haid dan nifas, dan (masa) suci yang menyela-nyelai antara nifas dan haid.
A. Kapan Seorang Wanita Dihukumi Haid
Seorang wanita dihukumi haid ketika melihat darah dalam umur yang dimungkinkan mengeluarkan darah haid (kira-kira umur 9 tahun menurut kalender Hijriyah. Penterjemah). Ketika wanita melihat darah, ia diperintahkan untuk menjauhi segala hal yang dilarang bagi wanita yang haid, seperti : puasa, shalat dan

bersetubuh, tanpa harus menunggu sampainya darah pada masa minimum haid (24 jam), karena mengamalkan dhohirnya keadaan, yaitu adanya darah haid.

Contoh :
Seorang wanita melihat darah mulai jam 11 siang tanggal 1, dan darah terus keluar sampai tanggal 3, dan berhenti pada jam 12 tanggal 5, maka pada saat pertama kali melihat darah yaitu jam 11 tanggal 1, ia sudah harus menjauhi ha-hal yang dilarang ketika haid. Penterjemah.)
Selanjutnya, ketika kita sudah memutuskan terjadinya haid dengan melihat darah, tetapi ternyata darah yang keluar kurang dari kadar minimum haid (24 jam), maka sang wanita wajib meng-qodlo shalat dan puasa yang ditinggalkan dan ia tidak wajib mandi besar karena tidak terjadi haid.[1] (hal ini dikarenakan darah yang keluar tidak dihukumi haid karena kurang dari kadar minimum haid.
Contoh:
Pada tanggal 1 jam 11 siang melihat darah terus menerus sampai jam 9 malam, setelah itu darah tidak pernah keluar lagi. Kewajiban pertama kali wanita ini ketika melihat darah adalah meninggalkan segala hal yang diharamkan ketika haid, ia dilarang shalat dan ketika sedang berpuasa ia harus membatalkan puasanya. Tetapi, karena darah yang keluar ternyata kurang dari kadar minimum haid (24 jam), ia wajib meng-qodlo shalat dan puasa yang ditinggalkan karena ia tidak mengalami haid, tapi cuma istihadloh. Penterjemah.)
B. Kapan Seorang Wanita Dihukumi Suci
            Sebagaimana seorang wanita dihukumi haid ketika melihat darah, ia juga dihukumi suci ketika berhentinya darah setelah sampainya darah pada masa minimum haid. Batasan berhentinya darah adalah jika sepotong kapas dimasukkan kelubang vagina, maka kapas tadi keluar dalam keadaan bersih, tidak ada sama sekali bekas-bekas darah (tidak terdapat salah satu dari sifat-sifat darah, kalau cuma ada cairan putih, ini juga dihukumi suci. Penterjemah.).
 (Ketika telah dihukumi suci), maka ia wajib mandi besar, shalat, puasa dan halal untuk dikumpuli. Tetapi, bila nantinya darah keluar lagi, maka sangat jelas bahwa ibadah yang telah dilakukan tadi terjadi pada masa haid. Dengan demikian, ia wajib meng-qodlo puasa yang ditinggalkan (karena puasanya yang dilakukan ternyata ada dalam masa haid. Tetapi, ia tidak wajib meng-qodlo shalat. Penterjemah.). Dan suami yang terlanjur mengumpulinya tidak dikenai dosa, karena hukum suatu perkara ditentukan melihat dhohir-nya keadaan perkara tersebut. Selanjutnya jika darah putus lagi, maka ia dihukumi suci. Begitu seterusnya selama darah tidak melewati masa maksimum haid (15 hari 15 malam).[2]
Namun, jika seorang wanita telah mempunyai kebiasaan terputusnya darah, lalu kembali keluar darah lagi, maka ia tidak wajib melakukan apapun ketika waktu terputusnya darah, karena secara dhohir haidnya pada bulan ini sama dengan bulan sebelumnya. Pendapat ini dikuatkan oleh imam Rofi’I dan Ibnu Hajar.[3]
C. Alamat Suci Dari Haid
Alamat terputusnya darah dan terjadinya suci adalah berhentinya darah, baik itu darah kuning dan keruh, baik keluar cairan putih atau tidak. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah, bahwasanya beliau berkata kepada para wanita : ” Jangan terburu-buru sehingga kalian melihat gamping”. Dalam hadits ini beliau menyerupakan cairan putih bersih dengan gamping.[4]
D. (Masa) Suci Diantara Dua Haid
Paling sedikitnya masa suci yang memisah antara dua haid adalah 15 hari (15 malam). Hal ini dikarenakan jika masa maksimum haid adalah 15 hari, maka masa minimal suci diantara dua haid adalah 15 hari. Yang demikian ini dikarenakan dalam satu bulan biasanya memang selalu terjadi haid dan suci. (Dengan demikian, jika seorang wanita melihat darah dua kali, namun darah yang kedua keluarnya sebelum melewati masa minimum suci (15 hari), maka darah kedua adalah darah istihadloh.
Contoh :
Seorang wanita melihat darah selama 15 hari, lalu suci selama 7 hari dan setelah itu keluar darah selama 3 hari. Maka darah yang keluar kedua (yaitu selama 3 hari) adalah darah istihadloh. Karena darah kedua keluar sebelum melewati masa minimum suci antara dua haid.
Kesimpulannya, masa minimum suci antara dua haid harus ada 15 hari. Sehingga nantinya darah yang kedua dapat dihukumi  haid dengan menyempurnakan masa minimum suci menjadi 15 hari.
Contoh :
Seorang wanita melihat darah pada tanggal 1 – 10, lalu berhenti sampai tanggal 20, lalu tanggal 21 – 30 melihat darah lagi, maka darah yang pertama disebut haid, darah yang kedua dibagi dua : darah yang keluar dari tanggal 21 – 25 adalah istihadloh (masa suci, begitu juga tanggal 11 – 20; karena untuk menyempurnakan masa minimum suci yang memisah antara dua haid). Sedangkan darah yang keluar pada tanggal 26 – 30 adalah darah haid, karena sudah dipisah masa minimum suci yaitu tanggal 11 – 20 dan 21 – 25. Penterjemah.)
Sedangkan masa umumnya suci diantara dua haid adalah hasil dari satu bulan dikurangi masa umumnya haid (berarti masa umumnya suci adalah 24 hari atau 23 karena masa umumnya haid adalah 6 hari atau 7 hari. Penterjemah.). Dan tidak ada batasan masa maksimum suci dari haid karena terkadang wanita cuma mengalami haid sekali seumur hidup, bahkan ada yang tidak haid sama sekali.[5]
E. (Masa) Suci Diantara Haid dan Nifas
Sudah pernah kita bahas dahulu bahwa nenurut qaul Adhhar dari pendapat Imam Asy-Syafi’i, bahwa wanita hamil juga bisa mengalami haid. Karena itulah, tidak mungkin dapat ditemukan adanya masa mimimum suci yang memisah antara haid dan nifas, bahkan terkadang antara keduanya tidak dipisah masa suci sama sekali.
Contoh:
Wanita hamil melihat darah selama 5 hari, kemudian pada akhir keluarnya darah langsung melahirkan. Maka, darah sebelum melahirkan adalah haid dan darah setelah melahirkan adalah nifas.[6]
F. (Masa) Suci Diantara Nifas dan Haid
Masa suci yang memisah antara nifas dan haid dapat diketahui dengan dua penggambaran.
1. Darah yang baru/darah kedua (yaitu darah yang keluar setelah terputusnya darah) keluar sebelum sampainya nifas pada masa maksimum nifas, yaitu 60 hari (artinya keluarnya darah kedua masih dalam lingkup 60 hari. Penterjemah.). dalam hal ini darah kedua bisa disebut haid kalau sudah dipisah masa 15 hari 15 malam.
    Contoh :
Seorang wanita yang mengalami nifas melihat darah selama 10 hari, lalu darah putus selama 15 hari dan kemudian darah keluar lagi. Maka darah yang kedua dihukumi haid (karena sudah dipisah masa 15 hari 15 malam).
2. Darah yang baru/darah kedua (yaitu darah yang keluar setelah terputusnya darah) keluar setelah melewati masa 60 hari. Dalam hal ini (darah kedua bisa dihukumi haid) tidak disyaratkan harus dipisah selama masa 15 hari 15 malam.
    Contoh :
Seorang wanita yang nifas melihat darah selam 50 hari, lalu putus selama 10 hari, selanjutnya darah keluar lagi pada hari ke-61. Maka, darah yang kedua yang keluar pada hari ke-61, dihukumi haid walaupun masa pemisah tidak ada 15 hari 15 malam.[7]

 


[1] Fathu Al-jawâd Syarhu Al-Irsyad : 1/55
[2] Fathu Al-Jawâd : 1/56
[3] Tuhfah Al-Muhtâj  :1/400
[4] Fathu Al-Bari :1/420, Syarh muslim :3/22
[5] Tuhfah Al-Muhtâj  :1/386, Nihayah: 1/327
[6] Hasyiyah Asy-Syabramallisi: 1/327
[7] Hasyiyah Asy-Syabramallisi: 1/327

Syumila NU:Progam & Literatur Digital Orang NU

Syumila NU (Hadir terbaru 13 Gigabyte)

( Referensi dakwah Para Kyai, Ustadz dan Santri )

NU

Syumila NU 1.0 is one compilation&collection of some islamic book’s&dictionaries within multiple language.  This program is released as freeware  for personal and non commercial use.   For other uses must email me.   Many software digital book’s are available,  this one is different from the others, also helps in reading. Program ini sangat baik&penting sebagai pembanding software kitab-kitab digital yang bernuansa non- Pesantren. Meskipun tidak 100 persen, isi program ini cukup mewakili khasanah pesantren salaf dan acuan para ulama sepuh. Medakwahkan Islam harus ber-identitas yang jelas. Boleh mempertimbangkan golongan, tapi ingat ke-Indonesia-an.

           :: Syumila NU 1.0 :: Jangan lupa di http://www.boloplekcd.blogspot.com Update versi baru ::

 

Kompilasian Santri

 Berisi Program Islami dan 1000 lebih hasil bahtsul masail dan kumpulan fatwa MUI,  Khutbah, kitab-kitab KUNING pesantren, Maktabah As-Syamilah(bebas dari kitab wahabi), TERJEMAHAN dan berbagai kitab pethuk. Ada berbagai Kamus digitalnya,Lagu.Mp3 Puji-pujian sebelum sholat, film sejarah NU, beragam Mp3 Azdan dan panduan rumus Qiro’ah Mp3. Termasuk di dalamnya juga; berbagai Pustaka, sejarah nabi, wali, do’a, ijazah-an serta amalan NU

 HANYA UNTUK PERSONAL&TIDAK DIKOMERSIALKAN.

Pesan  hubungi segera Afiq: 085 325 997723

PP.Assalafiyyah Mlangi Yogyakarta Kode pos 55292

Terjemahan Al-Um

THAHARAH

Telah mengabarkan kepada kita Ar-Rabii bin Sulaiman, berkata : Telah mengabarkan Imam Syafi’i pada kita :

Firman Allah SWT : “ Apabila kalian akan melasanakan shalat maka basuhlah …

Berkata As-Syafi’I : telah menjelaskan pada kita tentang siapa yang menyuruh dalam ayat, bahwa membasuh mereka (anggota wudu) itu dengan air.Terus menjelaskan dalam ayat ini bahwa membasuh dengan air, maka masuk akal dengan apa yang dimaksud dengan ayat, bahwa air adalah sesuatu yang Allah ciptakan dari apa yang tidak ada pabriknya bagi anak Adam.Penuturan air adalah umum.Air langit, air sungai dan laut dan kolam alazbu dari semuanya dan boleh, baik itu yang suci karena untu wudu atau untuk mandi. Dhahirnya Al-Quran menunjukan pada kita bahwa setiap air suci air laut dan sebagainya.Telah diriwayatkan dari nabi SAW. Hadits yang berhubungan dengan dhahirnya al-Quran dalam isnadnya yang saya tidak tahu.

1. Berkata Imam Syafi’I ;Malik telah mengabarkan dari Safwan bin Sulaim dari said bin Salamah seorang laki-laki dari keluarga Azraq bahwa Mughirah bin Abi Burdah dari bani Abdi Daar bahwa beliau telah mendengar Abu Hurairah berkata: Ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW: Ya rasulullah saya menyebrangi lautan dan kami membawa air sedikit, jika kami wudu maka kami haus, apakah saya harus berwudu dengan air laut? Berkata Nabi SAW : ia ( laut) suci airnya dan halal bangkainya.
2. Berkata Imam Syafi’i : telah mengabarkan Ibrahim bin Muhammad dari abdu Aziz bin Umar dari Said Bin Sauban dari Abi Hindi Al Farisi dari Abu Hurairah dari Nabi SAW bersabda : Apa-apa yang tidak mensucikan dari laut maka Allah tidak mensucikanya.” Berkata Imam Syafi’i : Semua air suci selama belum tercampuri najis dan tidak suci kecuali pada air itu atau pada ‘sha’id’, sama baik itu air dari darat atau dari salju dan air musakhon (panas) dan goiru musakhon (tidak panas).
3. Berkata Imam Syafi’i : telah mengabarkan Ibrahim bin Muhammad dari Zaid bin Aslam dari bapaknya, bahwa Unar bin Khatab mempunyai air yang telah dipanaskan, maka ia mandi dengan air itu dan wudu dengannya. Imam Syafi’I Berkata : Saya tidak memakruhkan air panas kecualai dari segi kesehatan.
4. Imam Syafi.i berkata : : telah mengabarkan Ibrahim bin Muhammad dari Sadaqah bin Abdullah …dari abu Zubai dari Jabir bin Abdillah bahwa Umar bin Khatab memakruhkan mandi dengan air panas dengan matahari, karena itu akan mengakibatkan barosh/ kusta. (Baihaki) Imam Syafi’I berkata ; Air itu suci, dan tidak najis keculai terkena najis, matahari dan api keduanya tidak najis, sesungguhnya yang najis itu yang diharamkan, maka apabila anak adam tidak memerasnya dari air pohon atau air bumi atau sejenisnya maka tidak suci. Begitu juga air jasad-jasad ruh tidak suci karena tidak terdapat dalam nama-nama air ini, sesungguhnya disebutkan ada air darat (mata air) air pohon anu dan air yang mufasil anu dan jasad anu.

bersambung…
http://ahmadlabib.wordpress.com/2008/08/03/terjemahan-al-um/

من عظم مو لدى كان فى الجنة معى

MAULID NABI SAW

من عظم مو لدى كان فى الجنة معى

Hadis diatas merupakan pijakan dalam mengadakan maulid Nabi saw. dikalangan Umat Islam Indonesia. Dalam kajian sejarah pada bulan Rabi’ul Awwal memiliki arti sendiri, dimana hal tersebut Nabi Muhammad Saw dilahirkan, atau dengan kata Arab disebut maulud, sedang hari kelahirannya disebut maulid. Bulan maulid sangat dikenal dikalangan umat Islam Indonesia dibanding dengan Rabi’ul Awwal.

Jika bulan maulid ini tiba, banyak umat Islam Indonesia memperingati hari lahir Nabi tersebut. Peringatan ini tidak hanya di desa yang mengadakan acara, tapi di kalangan orang-orang kota juga demikian, bahkan Negara mencatat hari lahir Nabi sebagai hari besar Islam. Kegiatan lembaga-lembaga keagamaan dan pemerintahan libur semua, ini semua tidak lepas dari ungkapan para da’i tentang kemulyaan hari lahir Nabi terhadap umat Islam dengan hadis-hadis palsunya.

Maka kajian ini akan berarti jika dicermati dengan baik terkait dengan sejarah maulid dan hadis-hadis sebagai pijakan dalam acara-acara tersebut, sehingga sikap kita dalam menghadapi peringatan itu sangat di butuhkan, sebagai wujud dari ketaatan pada ajaran yang telah dicontohkan Nabi saw.

Asal-usul Perayaan Maulid Nabi Saw

Para tokoh sejarah menyebutkan bahwa orang yang pertama kali menyelenggarakan maulid Nabi Saw adalah al-Malik al-Mudhoffar, salah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Sultan Sholahuddin al-Ayyubi. Ia juga dikenal sebagai pemimpin yang adil dan dermawan. Hal itu karena al-Malik al-Mudhoffar tidak hanya membantu orang-orang miskin, mendirikan rumah sakit, dan penginapan gratis, melainkan ia tercatat sebagai orang pertama yang menyediakan air ketika jama’ah haji kekurangan air pada waktu wukuf di Arafah.

Dalam catatan sejarah dimana perayaan maulid yang diadakan al-Malik al-Mudhofar pada saat itu bukan acara keagamaan, seperti layaknya pengajian, tetapi lebih tepat disebut pasar malam. Kota di Irak pada saat itu penuh sesak dibanjiri manusia yang datang dari segala penjuru kota dan daerah-daerah sekitarnya dengan membawa barang-barang dagangan dan hasil kerajinannya. Perayaan tersebut dimulai pada bulan Safar, sedang puncak acara diadakan pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal atau tanggal yang mendekati bulan tersebut.

Pada puncak acara itu, ribuan binatang ternak di arak keliling dengan diiringi bunyi-bunyian genderang, terompet dan lainnya. Sementara orang-orang mengikutinya dari belakang sambil menyebarkan bendera bermacam-macam warna. Bahkan diantara binatang tersebut ada yang disembelih guna konsumsi acara maulid. Setelah shalat Isya’ al-Malik al-Mudhoffar keluar dari Istana dengan membawa lilin besar dengan diikuti para pengikutnya dan masyarakat dengan membawa obor.

Keesokan harinya, al-Malik al-Mudhoffar di panggung kehormatan bersama pejabat pemerintah lain. Acara perayaan dimulai dengan parade militer, kemudian berturut-turut disusul jama’ah kaum sufi, penyair, pelajar dan rakyat Islam. Setelah semua berkumpul dilapangan, para penceramah tampil berpidato, kemudian para penyair. Al-Malik al-Mudhoffar menyiapkan hadiah-hadiah menarik untuk mereka. Acara tersebut ditutup dengan makan bersama.

Hadis-hadis Maulid Nabi Saw

Tidak sedikit hadis penyelenggaraan maulid tersebut muncul dihadapan kita, antara lain :

من عظم مولدى كان فى الجنة معى.

“Barang siapa mengagungkan hari kelahiranku, ia akan masuk surga bersamaku”.

Jika di takhrij tidak didapatkan di kitab-kitab hadis standart seperti Kutubu al-Sittah, Shahih al-Bukhari Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, sunan al-Tirmidzi, Sunan al-Nasa’I, Ibn Majah dan kitab-kitab lainnya. Hal ini menunjukkan kepalsuan hadis.

Senada dengan hal tersebut diatas terdapat hadis yang lain yang sering digunakan sebagai landasan dalam mengadakan maulid Nabi, sebagaimana :

من انفق درهما فى مولدى فكأ نما انفق جبلا من الذهب فى سبيل الله.

“Barang siapa yang menginfakkan satu dirham untuk hari kelahiranku, maka seperti menginfakkan emas sebesar gunung dijalan Allah”.

Ungkapan-ungkapan tersebut jika dicermati mejelaskan pentingnya menyelenggarakan maulid Nabi Saw dalam rangka memperingati kelahirannya dan sangat popular dikalangan umat Islam Indonesia, bahkan sering diungkapkan para muballig dalam rangka menghidupkan kegiatan maulid.

Ungkapan tersebut jika dilihat dalam kitab hadis standart yang menjadi rujukan kajian ilmiyah tidak akan didapati, hal ini apakah disebabkan para penulis lupa sehingga tidak mencantumkan hadis tersebut di kitab-kitabnya, atau memang Nabi Muhammad Saw tidak pernah bersabda seperti itu ? jika Nabi Muhammad pernah bersabda demikian, maka hadis tersebut akan mudah ditemukan atau paling tidak ada catatan yang menunjukkan bahwa sahabat Nabi, para tabi’in dan ulama’ salaf pernah mengamalkan maksud hadis tersebut. Namun ternyata dalam sejarah tidak pernah ada Ulama’ atau tokoh agama yang mengamalkan hadis tersebut sampai awal abad ke 7 H.

Hadis-hadis diatas sering beredar dimasyarakat sehingga menimbulkan tanda tanya besar, apakah hadis tersebut produk orang-orang akhir ini, sehingga menurut ulama’ hadis disebut palsu atau hadis maudhu’, disebabkan Nabi tidak pernah bersabda sebagaimana tersebut di atas. Ungkapan ini bukan hanya muballig saja yang menyampaikan, tapi juga para penyanyi ikut serta membawakan hal tersebut dan dikatakan sebagai hadis.

Tidak cukup dengan ungkapan Nabi saja, tapi juga Ungkapan para Khulafa’ al-Rasyidin, sebagaimana Abu Bakar al-Shiddiq, Umar bin al-Khattab, usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Menurut para pencinta maulid, mereka menyatakan bahwa Abu Bakar pernah berkata :

من انفق درهما فى مولد النبى صلى الله عليه وسلم كان رفيقى فى الجنه.

“Siapa yang menginfaqkan satu dirham dalam maulid Nabi Saw, maka ia akan menjadi pendampingku di surga”.

Umar bin al-Khattab juga mengungkapkan :

من عظم مولد النبى صلى الله عليه وسلم فقداحيا الا سلام

“Siapa yang mengagungkan Maulid Nabi Saw, maka ia benar-benar telah menghidupkan Islam”.

Begitu pula Usman bin Affan mengatakan :

من انفق درهما فى فراءة مولد النبى صلى الله عليه وسلم فكأنما شهد يوم وقعة بدر و حنين.

“Barang siapa yang menginfaqkan satu dirham untuk membaca maulid Nabi Saw, maka seakan akan ia syahid dalam perang Badar dan Hunain”.

Dan selanjutnya Ali bin Abi Thalib menyebutkan :

من انفق درهما فى قراءة مولد النبى صلى الله عليه وسلم لا يخرج من الدنيا الا با لايمان.

“Barang siapa mengagungkan maulid Nabi Saw, maka ia tidak akan meninggalkan dunia, kecuali dengan Iman”.

Tampaknya, dalam menggerakkan peringatan maulid Nabi tidak cukup dengan mengungkapkan hadis-hadis palsu, tetapi juga pendapat-pendapat sahabat Nabi, seperti Abu Bakar al-Shiddiq, Umar bin al-Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Dan ini semua jika dilacak di kitab-kitab hadis yang mu’tabar, tidak akan didapatkan hadis tersebut.

Pada dasarnya hadis-hadis tentang penyelenggaraan maulid Nabi merupakan hadis palsu yang tidak layak hujjah. Saat ini para ulama’ masih berbeda pendapat tentang hukum merayakan maulid Nabi tersebut. Ada pendapat yang mengatakan bahwa mengadakan maulid Nabi hukumnya haram, karena tidak pernah dicontohkan Nabi, para sahabat, tabi’in serta ulama’ salaf demikian penuturan Syeh Abdul Aziz bin Baz (w. 1421 H). Ada pendapat lain yang membolehkannya, sebagaimana Syeh Ali Tantawi begitu pula Ahmad Syurbashi dalam kitabnya Yasalunaka fi al-Din wa al-Hayat dengan alasan jika peringatan tersebut diisi dengan hal-hal yang positif dalam rangka mengingat perjuangan Nabi Saw.

Namun perlu diperhatikan, bahwa para ulama hadis sepakat, bahwa hadis yang digunakan dasar pijakan maulid itu dinisbahkan kepada Nabi, sedangkan Nabi saw tidak pernah mengungkapkannya berarti timbul pemalsuan, sedang hal tersebut dilarang oleh Nabi Saw, apakah kita akan mengadakan maulid dengan dasar-dasar hadis palsu tersebut yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Bahkan disebutkan dalam kitab Madarij al-Shu’ud, al-Imam Syafi’i (w. 204 H) berkata : “Siapa yang mengumpulkan kawan-kawannya untuk mengadakan perayaan maulid Nabi dan menyiapkan makanan untuk mereka, serta berbuat baik, maka Allah akan membangkitkannya bersama para siddiqin, syuhada’ dan shalihin pada hari qiyamat, dan ia akan disorga na’im”. Begitu juga Imam al-Sirri al-Saqti (w. 253 H) juga mengungkapkan ; “Barang siapa yang pergi menuju tempat dimana dibacakan maulid Nabi, maka ia akan diberi sebuah taman di surga, karena sesungguhnya ia tidak menuju tempat itu karena ia mencintai aku, maka ia bersamaku di surga”.

Hadis-hadis di atas dengan ungkapan para sahabat itu sulit dilacak dalam kitab-kitab standart, maka apalagi ungkapan ulama’ yang tidak ada rujukannya, lebih sulit lagi untuk diteliti. Untuk itu peringatan maulid Nabi tidak berhujjah dengan hadis-hadis nabi maupun ungkapan para sahabat dan ulama’ salaf, tetapi lebih cenderung berhujjah kepada hadis-hadis palsu atau ungkapan-ungkapan yang diungkapkan setelah abad awal ke 7 H.

http://adhas.wordpress.com/2010/04/04/maulid-nabi-saw/