:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

Archive for the ‘Masalah aktual’ Category

Bagaimana Caranya Mendapatkan NUPTK?

Posted on 16 Juni, 2009 by fansmaniac

Seorang guru datang ke kantor LPMP bertanya “Permisi pak/ibu saya mau buat anu… itu lho UMPTK” begitulah rata2 kebanyakan pertanyaan yang sering kudengar ketika seorang guru masuk keruangan kantorku untuk menanyakan informasi tentang NUPTK.

APA ITU NUPTK ?

NUPTK singkatan dari Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang merupakan Nomor Registrasi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada jalur pendidikan baik formal maupun non-formal jenjang pendidikan dasar dan menengah mulai TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK dan PLB. Banyak guru mengira bahwa itu adalah “Nomor Urut” guru, padahal bukan… disebut unik karena tiap guru mendapatkan nomor yang berbeda se-Indonesia.

Pendataan NUPTK dimulai pada tahun 2006, namun hingga kini masih banyak guru belum mengetahui pentingnya NUPTK ini atau bahkan sama sekali belum mengenal NUPTK. Ini menunjukkan bahwa sosialiasi terhadap NUPTK ini masih belum optimal, bukan juga salah mutlak dari guru… Dinas Kabupaten/Kota juga memiliki peranan penting untuk mensosialisasikan NUPTK ini agar diketahui oleh semua guru melalui Kepala Sekolah.

Tanya seorang Kepsek : “Di sekolah saya ada guru honorer dan penjaga sekolah apakah mereka juga bisa mendapatkan NUPTK ?”

Jawab : NUPTK bisa dimiliki oleh semua Pendidik PNS maupun NON PNS (GTY, GTT, HONORER, HONDA) dan Tenaga Kependidikan baik PNS maupun NON PNS seperti Staff TU, Penjaga Sekolah, Laboran dan lainnya juga berhak mendapatkan NUPTK.

Tanya seorang guru : “Saya guru honorer, apakah dengan membuat NUPTK saya bisa diangkat menjadi PNS?”

Jawab : NUPTK bukan syarat untuk menjadi PNS, apapun isu-isu yang beredar tentang hal tersebut. Dengan adanya NUPTK Depdiknas akan mudah dalam mendata semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan di seluruh indonesia, sehingga mempermudah dalam pengambilan kebijakan seperti pemberian Tunjangan Profesi dan Kualifikasi Guru.

Tanya : “Siapa saja Sasaran pendataan NUPTK

Jawab: Yang menjadi sasaran pendataan NUPTK adalah :

  1. Pendidik adalah Guru, Tutor, Pamong Belajar, Instruktur, baik formal maupun Non-formal pada jenjang pendidikan dasar dan Menengah yang mengajar/berdiri didepan kelas/rombel yang berada pada tiap-tiap satuan pendidikan,
  2. Kepala Sekolah adalah Guru yang diberi tugas tambahan untuk melakukan pengelolaan administrasi dan manajemen berbasis sekolah dan memenuhi jam wajib mengajar minimal, sebagaimana yang ditetapkan di dalam peraturan pemerintah yang berlaku,
  3. Tenaga Kependidikan adalah Tenaga Administrasi Sekolah, Tenaga Laboran, Tenaga Pustakawan, Penjaga Sekolah, Pesuruh, Penilik, Pengawas, baik formal maupun Non-formal pada jenjang pendidikan dasar dan Menengah di setiap satuan pendidikan.

Tanya : “Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan NUPTK ?”

Jawab: PTK harus melakukan hal-hal prosedur sebagai berikut :

  1. Mintalah instrumen pengajuan NUPTK pada masing-masing Dinas Kabupaten/Kota, lebih baik bila diisi kolektif yang dikoordinir oleh Kepala Sekolah, setelah itu operator NUPTK Dinas Pendidikan Kab/Kota akan mengentry data tersebut yang databasenya akan dikirim ke LPMP provinsi yang selanjutnya akan divalidasi dan akan dikirmkan ke Pusat untuk memperoleh NUPTK, lama proses yang dibutuhkan untuk mendapatkan NUPTK ini beragam tergantung situasi kondisi,
  2. Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang telah keluar NUPTK wajib untuk melakukan verifikasi dan validasi data yang akan diatur oleh Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota Setempat,
  3. Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang tidak keluar/tidak lengkap NUPTK Wajib untuk mengisi kembali Instrumen NUPTK. Teknis pengisian dan pengumpulan instrumen akan diatur oleh masing-masing Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat,
  4. Semua Pendidik dan Tenaga Kependidikan diharapkan untuk proaktif untuk segera mendaftarkan diri di masing-masing Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat melalui mekanisme yang telah ditetapkan di tiap-tiap Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

Tanya Seorang Guru: “Apa manfaat dari NUPTK ? Pentingkah bagi saya ?”

Jawab: Manfaat NUPTK bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah :

  • Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) diberikan kepada PTK agar semua pendidik dan tenaga kependidikan memiliki Single Identity Number sehingga tidak terjadi permasalahan seorang PTK dihitung ganda (Double Counting),
  • Semua Program dan Kebijakan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dirjen PMPTK) yang terkait dengan Pembinaan, Pemberdayaan, Penghargaan dan Perlindungan PTK akan berbasis pada data base SIM NUPTK,
  • Dengan adanya pendataan PTK berbasis SIM NUPTK maka Hanya Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang memiliki NUPTK yang berhak menerima luncuran program, pembinaan, pemberdayaan, penghargaan dan perlindungan PTK mulai dari Sertifikasi Guru, Pemberian Block Grant, Tunjangan Insentif dan Maslahat Guru lainnya.

Tanya : “Apa sih target NUPTK ?”

Jawab: Diharapkan pada Tahun 2008 sebahagian besar Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Indonesia telah memiliki NUPTK sehingga siap untuk menerima berbagai macam program-program yang akan diluncurkan oleh Pemerintah Pusat. Bagi Pendidik yang telah lulus proses sertifikasi guru tetapi belum memiliki NUPTK Tunjangan Profesinya akan ditangguhkan pemberiannya sampai yang bersangkutan telah memiliki NUPTK yang diterbitkan oleh Dirjen PMPTK Depdiknas.

Tanya : “Saya sudah memiliki NUPTK, apakah saya juga perlu dan wajib mempunyai kartu NUPTK ?”

Jawab : Tidak ada ketentuan yang mendasar mengenai kewajiban memiliki kartu NUPTK, sebenarnya kartu NUPTK ini dibuat agar mempermudah PTK dalam mengingat NUPTK yang ia miliki.  Selain itu dapat pula menjadi bukti kepemilikan NUPTK sehingga tidak perlu surat keterangan sudah memiliki NUPTK bila dalam proses pengajuan tunjangan atau bantuan yang memerlukan data NUPTK.  Kartu NUPTK dapat dibuat di dinas Kabupaten/Kota masing2.

Untuk informasi lengkap tentang NUPTK silahkan hubungi Dinas Kabupaten/Kota masing2 atau menghubungi LPMP Provinsi masing-masing.

Info terbaru : Untuk saat ini (mulai Juni 2012) pendataan NUPTK hanya untuk (1) PNS, (2) NON PNS dengan pengangkatan SK Kepala daerah, (3) NON PNS dengan pengangakatan SK Ketua Yayasan.  Diluar dari ketentuan tersebut maka tidak perlu mengajukan NUPTK berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan Pemutakhiran Data PTK 2012.

Pesantren Sebagai Sentral Ilmu Pengetahuan

BeritaKaget.com // // 10 Jan 2013 // Belum Ada Komentar

Pesantren Sebagai Sentral Ilmu PengetahuanPesantren harus menjadi sentral ilmu pengetahuan. Karena itu, Kementerian Agama (Kemanag) memberikan perhatian serius terhadap pengembangan pendidikan di pondok pesantren (ponpes).

“Pesantren harus menjadi kawah candradimuka dalam mencetak santri-santri yang menguasai berbagai disiplin ilmu,”’ kata Menteri Agama Suryadharma Ali ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan rusunawa di Ponpes Al-Huda Desa Petak, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (8/1).

Hadir dalam acara itu, Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Kepala Kanwil Kemenag Jateng Imam Haromain Asy’ari, Bupati Semarang Mundjirin, Pengasuh Ponpes Al-Huda KH Muh Maghfur, anggota DPR Machmud Yunus dan Staf Khusus Menag Ermalena Muslim.

Ia pun mengingatkan agar pihak ponpes agar memanfaatkan fasilitas bantuan pemerintah itu dengan baik dan maksimal. “Saya minta agar rusunawa ini memacu semangat belajar para santri,” ujarnya.

Menag menyerukan agar santri lebih serius dan total menimba ilmu. “Bahkan bila perlu, ponpes mengundang seluruh pakar ilmu untuk berdiskusi di pesantren, membuka wacana pengetahuan bagi anak-anak didik kita,” ucapnya.

Menurut dia, pendidikan Islam sudah sangat maju termasuk di ponpes. “Ini terbukti, banyak santri yang lulus telah melanjutkan kuliah di perguruan tinggi berkelas, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” katanya.

Ia mencontohkan, para alumni ponpes berbondong masuk Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Diponegoro (Undip), ke universitas-universitas ternama di Timur Tengah, Eropa, bahkan Amerika,” ujarnya.

Menag menuturkan, ponpes merupakan salah satu lembaga edukasi yang mampu melaksanakan pendidikan selama 24 jam, serta menjadi salah satu pilar pengembangan dan pencerdasan bangsa.”Santri harus dapat membuktikan bahwa mereka bisa menyumbangkan pengetahuan yang dimiliki demi kemajuan Indonesia,” ucapnya.

Ponpes Al-Huda memiliki 400 santri yang selama ini fokus pada pengembangan tasawuf. Rusunawa yang dibangun senilai Rp 4,7 miliar tersebut memiliki 250 kamar. (Yudhiarma)

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama

Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, sebagai wadah para anak sekolahan NU, mengambil peran-peran strategis untuk kemajuan bangsa, negara, dan NU. Peran yang paling utama dalam bidang pemberdayaan pemikiran.

Untuk tujuan itu, organisasi yang diketuai Ali Masykur Musa, segera melakukkan konsolidasi ke dalam dan ke luar. Ke dalam, melakukan percepatan pembentukan kepengurusan di daerah-daerah. Di sisi lain, juga berupaya menyumbangkan pemikiran dengan mengkaji berbagai persoalan yang berkembang dewasa ini.

Pada gilirannya, hasil kajian tersebut bisa dimanfaatkan warga NU dan masyarakat umum, bahkan pemerintah.

Untuk mengetahui apa yang sedang dilakukan ISNU sekarang ini, Abdullah Alawi dari NU Online berhasil mewawancarai Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat ISNU, Kholid Syeirazi, di gedung PBNU, Kamis, (11/10). Berikut petikannya.

Sekarang ini ISNU lagi ngapain?

Lagi mendiskusikan delapan isu besar. Kita mengundang para pakar, para ahli yang kompeten, baik dalam ISNU sendiri, maupun dari luar; untuk mengkaji, membahas delapan isu besar. Yang pertama soal ketahanan pangan, putaran pertama. Insya Allah, nanti putaran kedua itu soal energi, pertambangan dan lingkungan hidup. Kita gali eksplorasi peta persoalannya dan peta jalan keluarnya untuk menyelesaikannya persoalan itu. Kemudian yang ketiga itu ekonomi makro. Ini terkait dengan arsitektur dan mazhab pembangunan ekonomi nasional. Itu kita diskusikan. Kemudian yang keempat itu soal infrastruktur.

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi itu adalah dari infrastruktur yang membuat global competitifness Indonesia. Jebloknya itu karena infrastruktur.

Kemudian yang seterusnya itu geopolitik dan diplommasi internasional. Ini untuk membaca dan memetakan posisi Indonesia dalam kancah percaturan negara-negara lain di dunia. Nanti kita ingin tahu di mana negara Indonesia dan letak strategis Indonesia di mana aja.

Saya kasih contoh misalnya selat Hormuz . Iran itu hanya punya satu selat Hormuz. Tapi dia bisa menggoncang dunia dengan rencananya untuk memblokir itu karena dia lalu lintas dari sekitar 40% perdagangan minyak dunia.

Nah, sementara Indonesia ini negara kepulauan. Punya banyak selat, misalanya selat Malaka. Ini selat yang memiliki chek point ya, dari lalu lintas perdagangan Indonesia. Kalau kita misalnya mau tutup selat ini bisa berdampak seperti ancaman Iran.

Jadi, kita harus mengerti posisi itu bahwa kita ini juga punya daya tawar. Tapi kadang kita tidak tahu posisi kita sehingga menjadi lemah. Padahal sebenarnya kita ini kuat. Kita ini tidak punya pola identifikasi kita itu siapa. Kalau misalanya Anda tahu bahwa Anda burung, berarti bisa terbang. Kalau Anda katak, Anda bisa melompat. Kadang kita itu tidak tahu bahwa kita itu burung, bahkan burung besar. Kita ini seperti katak, hanya melompat-lompat, padahal bisa terbang. Itu geopolitik.

Yang seterusnya, itu persoalan ppemerintahan otonomi daerah. Sekarang ini kita melihat ekses luar biasa dari pelaksanaan otonomi daerah. Misalnya banyak sekali Perda-Perda yang diterbitkan kemudian dianulir oleh Kementerian Dalam Negeri karena tidak sesuai dengan peraturan di atasnya. Selain tidak sesuai secar yurdis, secara ekonomis juga mmennghambat investasi karena dari sekian ribu, kalau tidak salah dari 3000 Perda, yang 1000 itu dibatalkan itu duplikasi pungutan. Yang sebenarnya itu kewenangan pusat, daerah ikut-ikut memungut retribusi macam-macam dan segala macam sehingga mengakibatkan ekonomi mengalami biaya tinggi.

Selain itu juga misalnya ada Undang Minerba itu undang-undang yang pro otonomi daerah. Salah satu implementasinya adalah memberikan kuasa pertambangan itu kepada kepala daerah, bupati, dan gubernur.

Jadi kalau mainsetnya itu areal tambangnya itu di kebupaten, yang berhak memberi kuasa pertambangan adalah  bupati. Saya kasih contoh, sekarang ini kita punya 16000 izin usaha pertambangan yang di antaranya adalah berwujud KP-KP pertambangan itu. Dari 16000 yang clean and clear itu hanya 4000-an.

Jadi, 60% itu bermasalah. Itu jadi aspek prosedur. Dari aspek penerimaan negara dari 10000 izin usaha pertambangan 76 perjanjian kontrak karya pertambangan batu barat dan 46 kontak karya, royalti yang diterima oleh negara dalam satu tahun itu hanya 24 trilyun. Jadi sangat sedikit dibandingkan dengan kerusakan lingkungan dan keuntungan ekonmi yang sudah dibawa pergi oleh para kontraktor dan pelaku usaha itu. Dan menurut pengakuan Dirjen Minerba, hanya 20 % pelaku usaha tambang yang membayar royalti karena memang tidak ada datanya karena bupati itu asal mengeluarkan KP (Kuasa Pertambangan) izin untuk melakukan eksplorasi dan produksi.

Makanya, nanti ada KP eksplorasi. Jadi kita juga ingin melihat bagamna ekses pelakasana operasi di daearh ini juga terkait dengan  rekomendasi NU yang meminta peninjauan ulang terhadap Pemilukada karena kalau mengacu kepada kaidah  fiqih, ternyata madaratnya itu sudah lebih besar sekarang ini ketimbang maslahatnya. Makanya perlu ditinjau ulang apakah implementasi, atau peraturan-peraturan turunannya sehingga ekses-ekses negatif itu bisa dihilangkan.

Dan yang terakhir, karena kita ini negara yang mayoritas muslim, dan kita negara demokrasi terbesar din dunia, kita juga ingin tahu bagaimana dari sisi peran agama dalam menyongsong dan menjadi elemen penting kebangkitan Indonesia ke depan karena kehadairan Indonnesia sebagai negeri muslim demokratis di dunia itu sekarang sekaligus menghempang, menampik teori Huntungton tentang benturan peradaban.

Huntington bilang kan ke depan itu kekuatan ekonomi selesai dengan menang kapitalisme kan. Ke depan itu adalah ideologi antara demokrasi Barat, Islam, dan Konfusinisme. Tapi indoneisa ini berhasil mencapai sintasis yang di tempat-tempat lain itu susah, untuk mengkonvergensikan antara Islam dan demokrasi. Dan kita ingin tahu seperti apa aktualisasi Islam yang kompatible dengan cita-cita kita menjadi burung yang terbang tadi.

Nama dari delapan topik ini apa?

Kita bikin namanya cetak biru dan peta jalan kebangkitan Indonesia. Nanti hasil diskusi ini akan kita rumuskan ke dalam poin-poin strategis besar yang  pada gilirannya akan kita sumbangakan kepada publik. Nanti kita akan ujisahihkan kita akan roadshow ke perguruan-perguran tinggi dan juga kepada pesantren-pesantren dan akan disumbangkan kepada sipa pun memimpin Indonesia ke depan.

Sababul wurud dari kegiatan ini apa?

Adalah keprihatinan kita terhadap sikap yang pesimis keadaan. Setidaknya keprihatinan. Saya tidak ingin kita ini merasa nggak punya masa depan. Kita ini optimis. Kita ini sekarang ini dipuji-puji oleh negara-negara di dunia sebagai salah satu kandidat raksasa ekonomi dunia.

Apa dasar pendapat mereka?

Di tengah perekonomian Amerika yang hingga sekarang belum pulih dan gelombang resesi panjang di Eropa, dan hampir semua pertumbuhan ekonomimnya minus; di Asia, salah satunya Indonesia, ini menunjukkan trend yang naik terus pertumbuhan ekonominya. Karena itu, pengakuan dari Amerika sekarang ini, karena ayunan pendulum dari poros Amerika dan Eropa akan bergeser ke Asia, Asia Fasifik. Sekarang ini, Amerika akan menggeser fokus kekuatan militer dari Atlantik ke Fasisifik untuk mengamankan itu. Kita harus mengantisipasi itu. Anda pernah baca buku Farid Zakaria Right of the Rice, bangkitnya kekuatan dunia yang lain, selain Amerka dan Eropa.

Faktor apa Indonesia bisa seperti itu?

Satu, aspek ekonomi ya. Kita penduduknya luar biasa besar. Penduduk kita 235 juta. Butuh makan semua. Kalau orang makan, selain butuh makan, butuh bergerak; dia ke sekolah, dia menggunakan transportasi. Selain butuh makan, butuh energi. Itu sudah menggerakkan perekonomian.

Jadi, kalau mau berseloroh begitu, Presiden SBY itu, tiduran aja, nggak berbuat apa-apa, ekonomi kita itu tumbuh 4% karena kekuatan konsumsi domestiknya itu. Secara demograpi, Indonesia itu banyak memiliki usia produktif. Kalau sekarang ini Jepang memiliki ancaman karena persentase penduduk lansianya sudah lebih besar ketimbang penduduk yang usia produktif. Itu mempengaruhi juga.

Itu dari aspek perhitungan ekonominya. Pertambahan penduduk, usia produktif. Mereka butuh makan, menggerakkan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi kita itu 4% disumbang oleh konsumsi domestik. Kalau pakai statistik yang kasar aja, sekarang ini kita punya 130 juta kelas menengah yang pendapatannya, pengeluarannya lebih dari 2 Dollar per hari. Itu makan, belanja, ngopi itu menggerakkan ekonomi. Luar biasa. Itu yang pertama.

Yang kedua, ketergantungan kita terhadap ekspor; persentase ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi tidak sebanyak dan sebesar negara-negara lain seperti Korea Selatan, Hongkong, Pilifina, bahkan Malaysia. Ekspor ini kan menandakan arus globalisasi. Kalau misalnya pasar dunia itu resesi, otomatis kita tak bisa jualan ke luar negeri. Lha, negara yang penghasilan  PDB-nya banyak diseumbang ekspor kemarin itu, 2008, minus semua. Nah, Indonesia itu hanya 25%, Malaysia sampai 40%, Singapura 80% menggantungkan pendapatnya dari ekspor sehingga begitu ada goncangan di pasar dunia PDB-nya langsung anjlok.

Yang jadi soal, dari keadaan itu, sehingga ISNU membahas dari sekarang itu apa? Ya, kita ini kan, kalau mau pakai statistik 230 juta, taruhlah 60-80 jutanya itu warga NU. Kalau perubahan konfigurasi dunia itu pasti terkait dengan kebutuhan warga NU. Lha kita sebagai sarjana NU, ikut harus ambil bagian bagaimana meletakkan komunitas Nahdliyin ini dalam pergeseran dunia yang berubah secara geopolotik dan geekonomi. Kita ingin menyisir 8 isu besar itu untuk mempersiapkan pangkalan-pangkalan tack of itu, sekaligus pangkalan pendaratannya, kalau bahasanya Gus Dur.

Peran yang dilakukan ISNU seperti apa?

ISNU ini kan kiprahnya di kiprah sumbangan-sumbangan pemikiran. Kita bikin buku, kita sosialisasikan, kita seumbangkan dalam bentuk konsep-konsep. Yang kedua, ISNU juga SDM, banyak sekali anggota NU yang sekarang ini sudah sarjana. Dan sarjana-sarjana ini sudah terbai’at dan sudah membai’atkan diri untuk menyumbang pemikiran dan tenaga yang terbaik untuk kepentingan bangsa dan negara.

Menyumbang pemkiran. Terus yang melaksanakan siapa?

Ya, ISNU juga. ISNU juga melaksanakan, mengawal. Yang melaksanakan, sebanarnya bisa siapa saja, kalau ISNU kita punya buku, kita sumbangkan, kemudian dilaksanakan oleh presiden terpilih. Itu misanya menjadi jariyah yang pahalanya tidak akan berhenti itu, kepada orang-orang yang punya inisiatif.

Bagaimana proses pengawalannya?

Kita punya konsep, kita roadshow-kan, kita sosialisasikan. Habis itu kita bikin kontrak politi. You akan menjadi presiden, kalau you bisa menjalankan kita punya konsep. Dan kita punya konsep ini sudah diujisahihkan. Itulah sebagai bergaining kita terhadap pemerintahan yang akan datang.

Dari segi keorganisasin, ISNU ini sudah sampai kemana sekarang? 

Kita sudah 22 lebih wilayah yan sudah kita SK. Waktu Pak Ali Masykur mengambil tanggung jawab, hanya ada 4 wilayah. Sekarang sudah 22 wilayah. Padahal belum setahun. Alhamdulillah, putaran roda kita berjalan dengan cukup cepat. Termasuk cabang-cabang. Sudah berdiri dengan inisiatif sendiri-sendiri karena girahnya cukup besar, malah banyak permintaan pendirian. Padahal kita konsentrasinya willayah, ternyata cabang-cabang ini sudah ada yang inisiatif untuk berdiri lebih dulu. Ya udah karena dari bawah, kita akomodasi, kita SK-kan.

Target selesai, kapan?

Fwbruari 2013 seluruh wilayah terbentuk, dan sudah kita lantik semua sehingga siap untuk bekerja. Setelah itu nanti cabang-cabang.Cetak biru ISNU untuk pengurusnya sendiri bagaimana arah perjuangannya.Ada dua. Ke dalam dan keluar. Yang keluar seperti sekarang ini kita lakukan. Yang ke dalam ini konsolidasi. Salah satu program yang ingin kita fokuskan adalah sementara ini kita nggak punya database berapa jumlah sarjana NU dan apa kompetensi bidangnya masing-masing. Sampai sekarang itu kita belum punya.

Lha kita mau mengaktifkan website yang akan secara otomatis menjadi database mengidentifikasi berapa kuantitas dan apa kompetensinya. Ini memang kerja agak panjang. Kalau sudah ada nanti kita akan sumbangkan ke NU. Kita ini punya sekian sarjana. Selama ini klaim aja, punya ratusan doktor, tapi berapa jumlahnya apa kompetensinya, dari mana lulusannya kan belum ada. Nah, ini akan kita fokuskan sebagai salah satu program konsolidasi ke dalam dalam waktu dekat.

Kalau sudah teridentifikasi, hal nyata yang dilakukan?

Ini kan berjajaring, silaturahim. Kalau nanti dia punya kiprah, kita dorong supaya karirnya lebih tinggi, karena NU ini kan pasti akan menjadi bagian penting dari  penentuan kebijakan. Misalnya kalau orang mau ngangkat direktur, mau ngangkat komisaris itu pasti NU diajak ngomong. Tapi kalau misalnya kita nggak punya database akhirnya yang mau kita dorong siapa itu nggak jelas. Orang yang misalnya backround pendidikannya itu sarjana agama, tapi kemudian ditaruh di komisaris perhutani itu tidak tidak right man on the right place karena nggak punya database itu.

Kalau dibanding-banding, secara umum, di ISNU itu sarjana umum atau sarjana agama sekarang ini?

Sekarang ini sudah banyak doktor-doktor umum di NU, bahkan lulusan luar negeri.

sumber : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,5-id,40541-lang,id-c,halaqoh-t,ISNU+ingin+Siapkan+SDM+Nahdliyin-.phpx

Menatap tahun baru hijriyah

Hikmah dan Keutamaan Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram

Dalam kalender Hijriyah terdapat empat bulan haram, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. disebut haram karena keempat bulan itu sangat dihormati dan ummat Islam dilarang berperang di dalamnya.

Muharram yang berarti diharamkan atau yang sangat dihormati, memang merupakan bulan gencatan senjata atau bulan perdamaian. hal ini menunjukkan bahwa umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai, tidak boleh berperang kecuali jika diperangi terlebih dahulu.

Seyogyanya, umat Islam menghormati dan memaknai Muharram dengan spirit penuh perdamaian dan kerukunan. sebab, Nabi Muhammad saw pada khutbah haji wada’ -yang juga di bulan haram- mewanti-wanti ummatnya agar tidak saling bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lain.

Esensi dari spirit Muharram adalah pengendalian diri demi terciptanya kedamaian dan ketentraman hidup, baik fisik, sosial, maupun spiritual. karena itu, di bulan Muharram Nabi Muhammad saw menganjurkan ummatnya untuk berpuasa sunnah Asysyuro ( puasa pada hari kesepuluh di bulan Muharram).

Dari Abu Hurairah , Nabi Muhammad saw bersabda,” puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. dan shalat yang paling utama adalah shalat malam.”(HR.Muslim).

Ibnu Abbas berkata,” Aku tak melihat Rasulullah saw mengintensifkan puasanya selain Ramadhan, kecuali puasa Asysyuro.” (HR.Bukhori). dalam hadits lain yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Nabi saw bersabda,”Puasa Asysyuro itu dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.”(HR.Muslim).

Melalui puasa sunnah itulah, ummat Islam dilatih dan dibiasakan untuk dapat menahan diri agar tidak mudah dijajah oleh hawa nafsu, termasuk nafsu dendam dan amarah sehingga perdamaian dan ketentraman hidup dapat diwujudkan di Indonesia.

Puasa sunnah Muharram agaknya juga harus menjadi momentum islah bagi semua pihak. agar perdamaian dan ketentraman terwujud, Muharram juga harus dimaknai sebagai bulan anti maksiat, yakni dengan menjauhi larangan-larangan Allah swt, sepertai fitnah, pornoaksi, pornografi, judi, korupsi, teror, dan narkoba, dsb.

Dengan peringatan tahun baru hijriyah kali ini semoga mari kita mulai babak baru kehidupan kita dengan niat harus lebih baik dari tahun kemarin. apalagi baru-baru ini kita dihadapkan dengan berbagai macam bencana. bencana tsunami, gunung merapi, dan gunung bromo. selain itu pada tanggal 1 Desember kemarin dunia memperingati hari AIDS se-dunia. yang ternyata HIV/AIDS sudah menjadi musibah nasional. mengapa terjadi bencana? mengapa HIV/AIDS menjamur?

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1 Muharram
Semoga kita dilindungi Allah swt.

sumber:republika

Related Post

Published on December 4, 2010 · Filed under: Hikmah Peringatan; Tagged as: , , , , , , ,

Hikmah berkurban

sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa, Hari Raya ‘Idul Adha, dimana di hari itu dan hari tasyrik dilakukan penyembelihan hewan qurba. Jika Anda belum memutuskan untuk berkurban tahun ini, ada baiknya Anda menyimak hikmah dan keutamaan qurban pada hari-hari tersebut:

1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban

Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]

2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]

5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162]

Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]

sumber:http://fimadani.com/7-hikmah-dan-keutamaan-qurban-idul-adha/

Siasat Bulan Puasa dan Lebaran

Saat bulan puasa dan menjelang lebaran, biasanya kebutuhan belanja keluarga cenderung meningkat. Jika tidak hati-hati mengatur pengeluaran, kas keluarga bisa jebol.

 

Ketika puasa, misalnya, menu makanan yang tak biasa dihidangkan di luar bulan puasa muncul. Begitu pula menjelang lebaran, para ibu akan mulai berbelanja kebutuhan yang tidak biasa mereka belanjakan saat bulan-bulan lain.

Agar tidak mengoyahkan keuangan keluarga, Perencana Keuangan Ahmad Gozali menganjurkan agar apa saja yang akan dilakukan selama masa-masa itu direncanakan dengan baik. Perencanaan yang baik, paling tidak harus dilakukan dua bulan sebelum hari “H”, untuk menghidari pengeluaran biaya yang tidak perlu.

 

Ada banyak cara menghindari boros saat puasa dan lebaran. Kuncinya, imbuh Gozali, adalah pengendalian diri. Puasa menurutnya, bukan sekadar mengendalikan lapar dan haus, tapi juga nafsu untuk berbelanja. Bagi kaum hawa mungkin ini agak sedikit berat untuk dilakukan. Karena itu, diperlukan strategi khusus untuk mengubah tradisi boros di dua kesempatan tersebut.

 

Langkah utamanya, memisahkan antara kebutuhan rutin hidup sehari-hari dengan kebutuhan tidak rutin saat puasa dan lebaran. Kemungkinan naik atau turunnya biaya saat puasa dan lebaran, harus diantisipasi. Menu harian keluarga juga harus diatur dengan bijak, dan upayakan agar tidak berbelanja saat hari puasa.

 

“Berdasarkan penelitian, keinginan belanja seseorang akan meningkat tinggi ketika ia sedang lapar,” ujar Gozali. Untuk itu sebaiknya biaya kebutuhan puasa dan lebaran dianggarkan sebelum puasa tiba, supaya jumlahnya lekas diketahui dan pengadaan dananya juga dapat dipenuhi sejak dini.

 

Menurut Gozali, banyak manfaat berbelanja sebelum puasa. Di antaranya: irit tenaga, dan harga-harga barang juga tidak setinggi saat puasa atau menjelang lebaran. Di samping itu, ketika menjalankan ibadah puasa, kita akan bisa lebih khusyu’ dan tidak terbebani kepentingan belanja.

 

Jika perhitungan telah ada, pendapatan bulanan, termasuk THR (Tunjangan Hari Raya) yang biasa didapat menjelang lebaran, sementara waktu bisa ditutupi dengan uang tabungan. Namun ketika uang bulanan didapat, harus bijak untuk lekas menggantinya. Karena, tabungan itu bisa digunakan sementara untuk memenuhi pembengkakan biaya kebutuhan sebelum THR diterima.

Rapat isbat terkait awal bulan puasa

Jakarta – Menteri Agama Republik Indonesia Suryadharma Ali mengatakan pemerintah akan melakukan rapat isbat terkait awal bulan puasa. Suryadharma mengakui, perbedaan dalam penentuan puasa, kemungkinan bisa saja terjadi.

“Isbat mungkin tanggal 19 Juli 2012,” ujar Suryadharma di Jakarta, Sabtu, (7/7/2012). Suryadharma mengatakan, awal bulan puasa maupun Hari Raya Idul Fitri bisa saja mengalami perbedaan. Hal itu tidak bisa dipungkiri dan akan dimaklumi oleh pemerintah.

“Potensi perbedaan tetap ada, karena ketika diadakan pertemuan dengan ormas-ormas Islam kemudian ulama falaq serta ilmuan astronomi, itu tidak mencapai kesepakatan atau penyatuan kriteria,” ujarnya.

Pria yang kerap disapa SDA ini mengatakan, perbedaan ini pangkalnya adalah adanya perbedaan kriteria dalam melihat bulan. Yaitu, pada posisi berapa derajat itu yang berbeda-beda. Selama melihat dalam posisi berbeda, maka hasilnya akan berbeda. “Potensi perbedaan awal Ramadhan maupun Idul Fitri itu pasti ada potensinya, namun kita belum tahu, ini potensi nanti baru bisa diketahui setelah diambil keputusan melalui isbat,” terangnya.

Dia menjelaskan, pangkal dalam perbedaan itu kriteria bulan itu bisa dilihat. “Jadi ada beberapa kriteria di antaranya 6 derajat itu ideal, 4 derajat sudah bagus dan 2 derajat itu agak susah. Tetapi ada satu 0,1 derajat,” kata dia.

Dia memahami adanya perbedaan pendapat sehingga menyebabkan terjadinya perbedaan awal puasa atau Idul Fitri. “Tetapi kalau ada keputusan berbeda maka berikanlah mandat melalui proses isbat itu, seharusnya yang berbeda itu bisa bersatu juga dengan pemerintah. Jadi, kalau bulan ramadhan dan syawal itu ada perbedaan harap dimaklumi,” tuturnya.

SDA melanjutkan, tidak sepatutnya perbedaan diributkan tetapi harus bersama-sama bersatu dan bijak dalam menentukan sikap. “Saya malu kok umat Islam tidak bisa bersatu menentukan awal bulan. Memang mungkin aneh, kok umat Islam melihat awal bulan saja masih saja ribut, padahal Amerika sudah menginjak bulan, tapi kita masih saja meributkan melihat bulan.”

“Karena, ini dampaknya berbagai macam, politik, ekonomi maupun dampaknya di dapur. Karena di dapur itu dampaknya seperti kemarin syawal itu terhangat, semua yang sudah tersedia lalu dihangati kembali,” imbuhnya kembali. [mvi]

 

http://m.inilah.com/read/detail/1880140/menag-ada-potensi-perbedaan-awal-puasa