:: www.ldnu.or.id :: Lembaga Dakwah NU :: Dokumen para Kyai, Ustadz dan Santri ::

Dalam Al-Qur’an Surat Al Mumi’nun ayat 1: Qod aflahal mu’minuun. Al ladziina
hum fii sholatihim khoosyi’uun. Amat sangat berbahagia, sukses orang yang
beriman yang khusyu dalam sholatnya. Dengan kata lain siapapun yang
merindukan kebahagiaan yang hakiki.
Kesuksesan sejati, kemenangan dalam hidup ini selayaknya kita memperhatikan
kualitas sholat. Dapat dipastikan bahwa perintah sholat bukan untuk
kepentingan Allah yang Maha Agung. Yang sudah memiliki segala-galanya dengan
sempurna. Perintah sholat seluruh keuntungannya akan kembali kepada
pelakunya.
Kalau kita simak sholat khusyu bukanlah sesuatu yang mustahil. Karena Allah
tidak mungkin memerintahkan kepada kita sesuatu yang mustahil kita lakukan.
Setidaknya, sholat khusyu itu bisa kita lihat pada waktu sholat dan sesudah
sholat.
Pertama, pada waktu sholat dia akan bisa berkomunikasi dengan Allah sangat
baik sehingga berbuah ketentraman jiwa, kebahagiaan berkomunikasi dengan
Allah. Dan dirikan sholat untuk mengingat Allah.
Kedua, sholat yang khusyu’ akan tampak pada perilaku kesehariannya. Berbekas
dalam kepribadian, etos kerja maupun prestasi kesehariannya. Jadi tidak
mungkin kekhusyuan sholat hanya dinikmati pada waktu sholat saja. Karena
sholat yang wajib hanya lima kali sehari jika dilakukan sepuluh menit hanya
50 menit dibanding 24 jam.
Pastilah hikmah sholat yang paling besar justru bisa dilihat ketika
melakukan aktivitas sehari-hari. Aktivitas hubungan sesama manusia,
aktivitas mensejahterakan diri maupun orang lain, harus menjadi bukti
kekhusyuan sholat ini.
Dalam sholat khusyu, justru yang paling penting adalah saat-saat sesudah
sholatnya karena inilah kemenangan yang hakiki. Ketenangan tidak mungkin
dirasakan hanya waktu sholat, kita juga harus tenang diwaktu-waktu lainnya.
Karena itu kita harus menyadari bahwa ketenangan, tidak hanya menyebut nama
Allah saja. Tapi pelengkap syariat dunia, rejeki yang cukup, rumah yang
lapang, jaminan keamanan, keluarga yang sakinah, perlindungan dari
kawan-kawan, inipun merupakan bagian karunia Allah yang harus kita buru
sebagai upaya merealisasikan ketenangan jiwa secara syariat.
Ada 7 hikmah dari sholat yang khusyu’:
1. Manajemen waktu (Disiplin waktu)
Allah mengingatkan kita 5 kali sehari. Tidak ada satu agama pun yang begitu
intensif mengingatkan waktu selain Islam. Bahkan Allah bersumpah
berkali-kali atas nama waktu. Wal’ashr, wal lail, wan nahar dan sebagainya.
Karena manusia memang dibatasi waktu. Dan nilai manusia tergantung dari pada
bagaimana dia menyikapi waktu. Kita pasti mati dan kita tidak tahu kapan
mati.
Rasulullah menilai orang yang cerdas bukan orang yang bergelar atau yang
banyak ilmu tapi orang yang banyak ingat mati. Dan sangat mempersiapkan diri
untuk mati. Sehingga penuh perhitungan terhadap setiap gerak-geriknya.
Seorang ahli sholat yang khusyu’, bisa dilihat dari cara menyikapi waktu.
Dia begitu menilai berharganya waktu sehingga tidak mau melakukan
kesia-siaan. Sikap dan perilakunya yang menggunakan waktu hanya mau
melakukan yang bermakna.
Siapapun yang sholatnya seperti bagus tetapi begitu banyak membuang waktu
percuma, kufur nikmat terhadap waktu, perlu ditanyakan lagi tentang
kekhusyuan yang sebenarnya. Dengan kata lain orang yang khusyu dalam
sholatnya terlihat dari pribadinya yang sangat menjaga diri dari kesia-siaan
apalagi kemaksiatan.
2. Manajemen niat
Ternyata rahasia sholat dari niat. Qobla subuh, tahiyatul masjid dan sholat
shubuh sama-sama 2 rakaat. Yang membedakan adalah niatnya. Rasulullah
bersabda, Innamal ‘amalu binniat, Setiap amal tergantung dari niat.
Siapapun yang ingin sukses harus selalu bertanya niat apapun dibalik yang
dia lakukan dan yang diucapkan. Dia tidak mau bergerak, sebelum lurus niat
karena Allah, tidak menerima amal apapun kecuali niat yang bersih karena
Allah SWT. Semakin bersih niat kita semakin bahagia, semakin ringan yang
kita lakukan, semakin tentram batin ini, semakin indah apapun yang kita
lakukan. Orang-orang yang niatnya ikhlas jauh berbeda dengan orang yang
berniat buruk berniat jahat atau niat yang tidak benar.
3. Manajemen sense of clean
Ternyata tidak ada satu pun yang berani melakukan sholat tanpa diawali wudhu
atau tayamum. Proses bersih dari awal merupakan kunci sukses sholat yang
khusyu. Berarti orang yang sangat mencintai bersih lahir batin itu adalah
rahasia penting kesuksesan dunia akhirat.
Niat lurus dalam aktivitas sehari-hari harus dijaga kebersihan pikiran, dari
licik, jahat, kotor dan mesum. Kita harus jaga kebersihan mata kita dari
memandang yang diharamkan. Kita harus jaga pendengaran kita dari senang
mendengar aib, dll.
Juga semua berasal dari hati yang bersih yang kita jaga tidak diselimuti
kebencian, kedengkian melainkan yang bersih. Juga tubuh bersih dari makanan
yang haram, arta kita bersih dari hak-hak orang lain.
Orang yang sangat mencintai bersih lahir batin insya Allah tidak akan
didatangi kehinaan. Karena kehinaan biasanya dilekatkan dengan segala
sesuatu yang kotor. Maka kalau kita ingin sukses kita harus benar-benar
hidup mencintai bersih lahir batin.
4. Manajemen Tertib (Rukun Sholat Tertib)
Rupanya Allah SWT menjadikan hidup tertib teratur dengan proporsional adalah
kunci sukses. Sholat itu dilakukan dengan tertib. Barang siapa yang hidupnya
tidak teratur, tidak teratur makan sakit maag, tidak teratur tidur kesehatan
terganggu, tidak teratur makan obat akan teracuni. Perkataan yang tidak
teratur akan menimbulkan masalah, manajemen keuangan yang tidak teratur akan
jadi bangkrut.
Melakukan sesuatu tanpa aturan, jalan yang tidak teratur akan semrawut,
macet. Maka pertanyaan pada diri kita, apakah kita termasuk orang yang
memiliki senang hidup dalam sebuah tatanan yang teratur dengan baik
proporsional?
Jikalau menjadi orang yang seenaknya sendiri tidak mau hidup dalam aturan
yang benar dan disiplin menjalankan aturan yang benar dan disiplin
menjalankan aturan maka tipis harapan kita akan berprestasi. Kita harus
menikmati hidup yang teratur, rapi, tertib dengan baik. Yang dilakukan
dengan proporsional ikhlas karena Allah semata. Bersih dari cacat cela
perbuatan nista, insya Allah.
5. Tumaninah
Tumaninah ini artinya tenang. Ini yang sangat dahsyat dalam sebuah prestasi.
Kita sering melakukan sesuatu tapi pada saat tubuh kita melakukan sesuatu
pikiran kita tidak disana, hati kita tidak disana akibatnya prestasi apa
yang bisa dicapai tanpa kehadiran konsentrasi.
Sholat yang baik itu gerakannya disempurnakan disana hatinya hadir pikiran
tertuju konsentrasi. Sebuah kombinasi amal yang sangat indah. Jika kita
sedang bekerja, 8 jam efektif dengan perasaan bahagia, tenang, konsentrasi
yang baik.
Inilah sebenarnya orang yang akan berprestasi maksimal, seimbang dalam
melakukan apapun adil dalam waktu-waktunya hadir lahir batinnya. Begitu pun
juga fokus dalam sikapnya, tentram dalam tindak tanduknya. Subhanallah
6. Siap dalam segala situasi
Berdiri, ruku, sujud. Ketika berdiri akal lebih tinggi dari hati. Bagaimana
saatnya mengolah akal kita. Suatu saat sedang ruku keseimbangan antara qolbu
dengan akal, begitupun ketika sujud, akal harus tunduk kepada qolbu kita.
Tidak takabur si akal dengan kecerdasannya. Tawadlu dengan qolbu
subhanallah.
Keseimbangan antara hati, ada saatnya akal benar-benar kita peras sedemikian
rupa sebagian kerja kita dan fisik kita ikut. Cobalah kita lihat bagaimana
hidup ini ada saatnya diatas, di tengah, dibawah, berulang. Kita nikmati
sebagai bagian episode hidup kita.
Tidak usah heran sekarang mudah, besok sulit. Adakalanya akal kita begitu
sulit memecahkan, hati kita yang dominan. Keseimbangan inilah yang
dibutuhkan, tindakan yang selalu proporsional dalam gerak gerik kita.
Tawadlu adalah kunci sukses, jauh dari ketakaburan walaupun telapak kaki
kita sama dengan kening kita.
7. Salam
Sholat ditutup dengan salam. Dengan salam kita memberikan jaminan pada
orang-orang disekitar kita. Bahwa kita berharap keselamatan. Dan saya bukan
biang kezaliman bagi siapapun dan saya tidak akan merugikan siapapun.
Artinya seorang yang sholatnya khusyu dia akan menjaga tindak tanduknya.
Agar orang lain merasa aman tidak teraniaya, oleh apapun yang dia miliki,
dia lakukan. Seorang yang benar-benar ahli sholat yang khusyu, akhlaknya
akan bebas dari kezaliman terhadap siapa pun. Sholat yang khusyu adalah
sholat yang sangatproduktif dengan kebaikan.
Orang yang khusyu dalam sholatnya, ibadah komunikasinya nikmat tentram
ketika dalam sholat dan tentram pula dalam aktivitas sehari-hari. Karena ia
sangat berprestasi, disiplin waktunya, manajemen waktu yang optimal, dengan
niat yang selalu lurus dan bersih sehingga tidak goyah oleh imbalan pujian
makhluk-makhluk pribadi yang selalu menjaga kebersihan lahir batin, hartanya
juga.
Pribadi yang selalu tertib bersikap apapun teratur sehingga efektif dan
efisien tindakannya. Pribadi yang benar-benar tumaninah menjalankan setiap
tugasnya hadir dengan kemantapan pribadi ketentraman jiwa, kesungguhan,
keseriusan.
Pribadi yang benar-benar siap menyikapi setiap episode dengan baik dan penuh
ketawadluan. Dan pribadi yang merupakan jaminan tidak akan memberikan
kerugian, kezaliman bagi siapapun juga.
Mudah-mudahan dengan hikmah sholat seperti ini maka Allah menghimpun
kesuksesan duniawi, harta, kedudukan, persahabatan yang merupakan bagian
dari rasa aman yang Allah berikan kepada makhluknya. Wallahu’alam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: